<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Ratnawati Sutedjo, Majukan UMKM Bersama Penyandang Disabilitas   </title><description>Kisah inspiratif datang dari salah satu UMKM yang mempekerjakan penyandang difabel</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/10/455/2917895/kisah-ratnawati-sutedjo-majukan-umkm-bersama-penyandang-disabilitas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/10/455/2917895/kisah-ratnawati-sutedjo-majukan-umkm-bersama-penyandang-disabilitas"/><item><title>Kisah Ratnawati Sutedjo, Majukan UMKM Bersama Penyandang Disabilitas   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/10/455/2917895/kisah-ratnawati-sutedjo-majukan-umkm-bersama-penyandang-disabilitas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/10/455/2917895/kisah-ratnawati-sutedjo-majukan-umkm-bersama-penyandang-disabilitas</guid><pubDate>Sabtu 11 November 2023 14:07 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/10/455/2917895/kisah-ratnawati-sutedjo-majukan-umkm-bersama-penyandang-disabilitas-b0VGsRikZv.png" expression="full" type="image/jpeg">Kisah Inspiratif dari Ratnawati Sutedjo. (Foto; okezone.com/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/10/455/2917895/kisah-ratnawati-sutedjo-majukan-umkm-bersama-penyandang-disabilitas-b0VGsRikZv.png</image><title>Kisah Inspiratif dari Ratnawati Sutedjo. (Foto; okezone.com/Freepik)</title></images><description>JAKARTA - Kisah inspiratif datang dari salah satu UMKM yang mempekerjakan penyandang difabel. Usaha yang digeluti sejak 2004 pun bisa bertahan sampai dengan saat ini.
Pemilik Usaha Precious One Ratnawati Sutedjo menceritakan, awal mula mendirikan usaha ini. Ratnawati ketika itu sakit sehingga tidak dapat beraktifitas seperti orang pada umumnya.
&amp;ldquo;Awalnya saya terkena penyakit yang membuat saya tidak dapat melakukan aktivitas seperti normal, karena tubuh saya lemah. Saya sempat merasa tidak berguna dengan kondisi saya saat itu,&amp;rdquo; ujar Ratna dalam Tokopedia Media Briefing menyambut Hari Pahlawan.&amp;nbsp;
Dalam kondisinya saat itu, dirinya tidak dapat beraktifitas normal hingga muncul pemikiran bagaimana dengan kondisi teman-teman disabilitas dalam menjalani kehidupan yang sedari awal tidak normal.

BACA JUGA:
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Berbagi Tips UMKM Bisa Berdaya Saing&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Setelah itu, saya mendapat sebuah pemikiran timbul di hati saya, dan saya yakin itu datangnya dari Tuhan, membuat saya bertanya bagaimana ya perasaan orang-orang yang disabilitas, kalau mereka telinganya ada tapi gak bisa dipakai buat mendengar, tangannya ada tapi gak bisa dipakai buat bekerja, itu perasaannya gimana ya? Sedangkan saya yang waktu itu masih bisa mendengar, saya masih memiliki anggota tubuh yang lengkap tetapi saat itu tidak punya kekuatan saya merasa tidak berguna,&amp;rdquo; tutur Ratna.
Melalui hal tersebut, Ratna pun bernazar bila sembuh ingin memiliki kerinduan dapat bertemu dan berteman dengan teman-teman disabilitas.
&amp;ldquo;Saya bernazar pada saat itu ke Tuhan, saya bilang Tuhan kalau saya diberikan kesempatan sama Tuhan untuk hidup lebih lama, kalau saya sembuh, saya mau bergaul dengan mereka,&amp;rdquo; jelas Ratna.

BACA JUGA:
UMKM Mejeng di Ritel Milik Orang Terkaya Jepang

Tidak lama dari situ, Ratna diizinkan memiliki kondisi lebih baik. Sehingga ia bisa bertemu dengan teman-teman disabilitas dan mendapat banyak cerita dari pertemuan tersebut.
&amp;ldquo;Ketika bertemu ternyata mereka curhat, saya kepingin kerja saya sudah banyak melamar tapi tidak ada yang mau terima karena saya enggak bisa mendengar. Dari cerita itu saya merasa sedih karena, saya berpikir mereka ini anak bukan malas loh, ini anak mau kerja. Mereka mau melamar, tapi tidak diberi kesempatan, dari situlah saya membuat Precious One, dari sesuatu yang saya tidak pernah saya pikirkan&amp;rdquo; lanjut Ratna.
Ratna memulai usaha ini di tahun 2004. Di mana Precious One ada untuk dapat membantu teman-teman disabilitas bekerja.Ratna menjelaskan kalau &amp;ldquo;Precious&amp;rdquo; sendiri memiliki arti berharga dan &amp;ldquo;One&amp;rdquo; itu satu.
&amp;ldquo;Kami percaya setiap orang itu dengan kondisi apapun adalah sosok yang berharga di mata kita semua,&amp;rdquo; tutur Ratna.
Memiliki kecintaan dalam dunia kerajinan tangan, Ratna mengajak para teman-teman disabilitas ini untuk membuat karya lewat hal tersebut.
&amp;ldquo;Jadi waktu itu hanya bikin jepit rambut dan kartu ucapan,&amp;rdquo; kata Ratna.
Melihat antusias teman-teman disabilitas dalam membuat kerajinan tersebut dan juga melihat rasa Bahagia mereka karena dapat memiliki penghasilan, membuat Ratna menjadi lebih bersemangat lagi untuk bekerjasama dengan mereka.
Kerajinan yang dibuat pun juga semakin banyak variasi nya mulai dari topi, dompet, tempat tisu, tas, boneka, bandana, dll.
&amp;ldquo;Pas masa pandemic tuh, saat itu masker kain jadi salah satu kerajinan yang paling laris dari kami,&amp;rdquo; ujar Ratna.</description><content:encoded>JAKARTA - Kisah inspiratif datang dari salah satu UMKM yang mempekerjakan penyandang difabel. Usaha yang digeluti sejak 2004 pun bisa bertahan sampai dengan saat ini.
Pemilik Usaha Precious One Ratnawati Sutedjo menceritakan, awal mula mendirikan usaha ini. Ratnawati ketika itu sakit sehingga tidak dapat beraktifitas seperti orang pada umumnya.
&amp;ldquo;Awalnya saya terkena penyakit yang membuat saya tidak dapat melakukan aktivitas seperti normal, karena tubuh saya lemah. Saya sempat merasa tidak berguna dengan kondisi saya saat itu,&amp;rdquo; ujar Ratna dalam Tokopedia Media Briefing menyambut Hari Pahlawan.&amp;nbsp;
Dalam kondisinya saat itu, dirinya tidak dapat beraktifitas normal hingga muncul pemikiran bagaimana dengan kondisi teman-teman disabilitas dalam menjalani kehidupan yang sedari awal tidak normal.

BACA JUGA:
Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Berbagi Tips UMKM Bisa Berdaya Saing&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Setelah itu, saya mendapat sebuah pemikiran timbul di hati saya, dan saya yakin itu datangnya dari Tuhan, membuat saya bertanya bagaimana ya perasaan orang-orang yang disabilitas, kalau mereka telinganya ada tapi gak bisa dipakai buat mendengar, tangannya ada tapi gak bisa dipakai buat bekerja, itu perasaannya gimana ya? Sedangkan saya yang waktu itu masih bisa mendengar, saya masih memiliki anggota tubuh yang lengkap tetapi saat itu tidak punya kekuatan saya merasa tidak berguna,&amp;rdquo; tutur Ratna.
Melalui hal tersebut, Ratna pun bernazar bila sembuh ingin memiliki kerinduan dapat bertemu dan berteman dengan teman-teman disabilitas.
&amp;ldquo;Saya bernazar pada saat itu ke Tuhan, saya bilang Tuhan kalau saya diberikan kesempatan sama Tuhan untuk hidup lebih lama, kalau saya sembuh, saya mau bergaul dengan mereka,&amp;rdquo; jelas Ratna.

BACA JUGA:
UMKM Mejeng di Ritel Milik Orang Terkaya Jepang

Tidak lama dari situ, Ratna diizinkan memiliki kondisi lebih baik. Sehingga ia bisa bertemu dengan teman-teman disabilitas dan mendapat banyak cerita dari pertemuan tersebut.
&amp;ldquo;Ketika bertemu ternyata mereka curhat, saya kepingin kerja saya sudah banyak melamar tapi tidak ada yang mau terima karena saya enggak bisa mendengar. Dari cerita itu saya merasa sedih karena, saya berpikir mereka ini anak bukan malas loh, ini anak mau kerja. Mereka mau melamar, tapi tidak diberi kesempatan, dari situlah saya membuat Precious One, dari sesuatu yang saya tidak pernah saya pikirkan&amp;rdquo; lanjut Ratna.
Ratna memulai usaha ini di tahun 2004. Di mana Precious One ada untuk dapat membantu teman-teman disabilitas bekerja.Ratna menjelaskan kalau &amp;ldquo;Precious&amp;rdquo; sendiri memiliki arti berharga dan &amp;ldquo;One&amp;rdquo; itu satu.
&amp;ldquo;Kami percaya setiap orang itu dengan kondisi apapun adalah sosok yang berharga di mata kita semua,&amp;rdquo; tutur Ratna.
Memiliki kecintaan dalam dunia kerajinan tangan, Ratna mengajak para teman-teman disabilitas ini untuk membuat karya lewat hal tersebut.
&amp;ldquo;Jadi waktu itu hanya bikin jepit rambut dan kartu ucapan,&amp;rdquo; kata Ratna.
Melihat antusias teman-teman disabilitas dalam membuat kerajinan tersebut dan juga melihat rasa Bahagia mereka karena dapat memiliki penghasilan, membuat Ratna menjadi lebih bersemangat lagi untuk bekerjasama dengan mereka.
Kerajinan yang dibuat pun juga semakin banyak variasi nya mulai dari topi, dompet, tempat tisu, tas, boneka, bandana, dll.
&amp;ldquo;Pas masa pandemic tuh, saat itu masker kain jadi salah satu kerajinan yang paling laris dari kami,&amp;rdquo; ujar Ratna.</content:encoded></item></channel></rss>
