<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Proyek Rusun PNS di Ibu Kota Nusantara Digarap dengan Skema KPBU</title><description>OIKN sedang memproses pengajuan investasi dari asing dengan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/10/470/2917821/proyek-rusun-pns-di-ibu-kota-nusantara-digarap-dengan-skema-kpbu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/10/470/2917821/proyek-rusun-pns-di-ibu-kota-nusantara-digarap-dengan-skema-kpbu"/><item><title>Proyek Rusun PNS di Ibu Kota Nusantara Digarap dengan Skema KPBU</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/10/470/2917821/proyek-rusun-pns-di-ibu-kota-nusantara-digarap-dengan-skema-kpbu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/10/470/2917821/proyek-rusun-pns-di-ibu-kota-nusantara-digarap-dengan-skema-kpbu</guid><pubDate>Jum'at 10 November 2023 09:20 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/10/470/2917821/proyek-rusun-pns-di-ibu-kota-nusantara-digarap-dengan-skema-kpbu-pyldcEvMd9.jfif" expression="full" type="image/jpeg">Proyek Rusun di Ibu Kota Nusantara. (Foto :okezone.com/PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/10/470/2917821/proyek-rusun-pns-di-ibu-kota-nusantara-digarap-dengan-skema-kpbu-pyldcEvMd9.jfif</image><title>Proyek Rusun di Ibu Kota Nusantara. (Foto :okezone.com/PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sedang memproses pengajuan investasi dari asing dengan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Targetnya kuartal I-2024, KPBU bisa direalisasikan perdana di IKN.
Kepala Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bambang Susantono menjelaskan, badan usaha yang justru bakal merealisasikan perdana skema KPBU di IKN merupakan penanaman modal asing (PMA), yang rencananya bakal membangun hunian ASN-Hamkam di IKN nantinya.

BACA JUGA:
PNS di IKN Tinggal Bawa Pakaian, Rusun Rampung Akhir 2024&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Kuartal I Insya Allah ada satu atau dua yang realisasi, itu termasuk KPBU, kan KPBU juga termasuk PMA untuk membangun di IKN. Paling tidak hunian,&quot; ujar Bambang saat ditemui usai acara Creative Digital di Jakarta, Kamis (9/11/2023).
Menurutnya, investor asing punya pertimbangan yang lebih sebelum memulai investasi ke IKN. Hal itu yang juga menyebabkan realisasi investasi PMA ke IKN berjalan lebih panjang dibandingkan dengan pengusaha dalam negeri yang justru sudah mulai melakukan groundbreaking mulai September lalu.

BACA JUGA:
Pembangunan IKN Nusantara Pakai Konsep Forest City dan Smart City

&quot;Mereka berproses, namanya asing itu kadang-kadang pertimbangannya panjang,&quot; sambungnya.
Adapun saat ini Pemerintah tengah mengurus skema KPBU dengan perusahaan yang membentuk konsorsium yaitu China Construction First Group Corp. Ltd (CCFG) dan PT Risjadson Brunsfield Nusantara dengan perkiraan nilai investasi Rp30,8 triliun.

Rencananya, konsorsium tersebut bakal membangun 60 tower ASN-Hankam untuk pemenuhan kebutuhan hunian bagi para PNS yang bakal pindah ke IKN nantinya. KPBU pembangunan rusun ini dilakukan agar hunian PNS di IKN nantinya mengalami kesamaan dengan proyek rusun yang juga dibangun oleh APBN sebanyak 47 tower.
&quot;Mereka akan menggarap rusun ASN dan Hankam dengan skema KPBU. Itu di luar pembangunan 47 tower PNS yang dari APBN. Ini lewat skema KPBU,&quot; ungkap Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Haryo Bekti Martoyoedo dalam kesempatan yang berbeda.</description><content:encoded>JAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sedang memproses pengajuan investasi dari asing dengan skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Targetnya kuartal I-2024, KPBU bisa direalisasikan perdana di IKN.
Kepala Badan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Bambang Susantono menjelaskan, badan usaha yang justru bakal merealisasikan perdana skema KPBU di IKN merupakan penanaman modal asing (PMA), yang rencananya bakal membangun hunian ASN-Hamkam di IKN nantinya.

BACA JUGA:
PNS di IKN Tinggal Bawa Pakaian, Rusun Rampung Akhir 2024&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Kuartal I Insya Allah ada satu atau dua yang realisasi, itu termasuk KPBU, kan KPBU juga termasuk PMA untuk membangun di IKN. Paling tidak hunian,&quot; ujar Bambang saat ditemui usai acara Creative Digital di Jakarta, Kamis (9/11/2023).
Menurutnya, investor asing punya pertimbangan yang lebih sebelum memulai investasi ke IKN. Hal itu yang juga menyebabkan realisasi investasi PMA ke IKN berjalan lebih panjang dibandingkan dengan pengusaha dalam negeri yang justru sudah mulai melakukan groundbreaking mulai September lalu.

BACA JUGA:
Pembangunan IKN Nusantara Pakai Konsep Forest City dan Smart City

&quot;Mereka berproses, namanya asing itu kadang-kadang pertimbangannya panjang,&quot; sambungnya.
Adapun saat ini Pemerintah tengah mengurus skema KPBU dengan perusahaan yang membentuk konsorsium yaitu China Construction First Group Corp. Ltd (CCFG) dan PT Risjadson Brunsfield Nusantara dengan perkiraan nilai investasi Rp30,8 triliun.

Rencananya, konsorsium tersebut bakal membangun 60 tower ASN-Hankam untuk pemenuhan kebutuhan hunian bagi para PNS yang bakal pindah ke IKN nantinya. KPBU pembangunan rusun ini dilakukan agar hunian PNS di IKN nantinya mengalami kesamaan dengan proyek rusun yang juga dibangun oleh APBN sebanyak 47 tower.
&quot;Mereka akan menggarap rusun ASN dan Hankam dengan skema KPBU. Itu di luar pembangunan 47 tower PNS yang dari APBN. Ini lewat skema KPBU,&quot; ungkap Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Haryo Bekti Martoyoedo dalam kesempatan yang berbeda.</content:encoded></item></channel></rss>
