<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>6 Fakta Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III-2023 Tak Tembus 5%</title><description>Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal III-2023 mengalami penurunan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/11/320/2917355/6-fakta-pertumbuhan-ekonomi-ri-kuartal-iii-2023-tak-tembus-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/11/320/2917355/6-fakta-pertumbuhan-ekonomi-ri-kuartal-iii-2023-tak-tembus-5"/><item><title>6 Fakta Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III-2023 Tak Tembus 5%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/11/320/2917355/6-fakta-pertumbuhan-ekonomi-ri-kuartal-iii-2023-tak-tembus-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/11/320/2917355/6-fakta-pertumbuhan-ekonomi-ri-kuartal-iii-2023-tak-tembus-5</guid><pubDate>Sabtu 11 November 2023 07:25 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/09/320/2917355/6-fakta-pertumbuhan-ekonomi-ri-kuartal-iii-2023-tak-tembus-5-ySeXLUgEsp.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Pertumbuhan ekonomi. (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/09/320/2917355/6-fakta-pertumbuhan-ekonomi-ri-kuartal-iii-2023-tak-tembus-5-ySeXLUgEsp.JPG</image><title>Pertumbuhan ekonomi. (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMy80LzE3MjU5Ny81L3g4cDEyOHY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia di Kuartal III-2023 mengalami penurunan.

Perekonomian yang sebelumnya sempat diproyeksikan akan menyentuh angka 5,09% ternyata mengalami penurunan menjadi 4,94% year on year (yoy). Angka ini juga menunjukan penurunan jika dibandingkan di Kuartal II 2023 sebesar 5,17%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sektor UMKM Jadi Pahlawan Ekonomi Indonesia

Namun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto mengatakan jika dibandingkan dengan Amerika Serikat dan China, perekonomian Indonesia masih jauh lebih baik.

&amp;ldquo;Pertumbuhan kita masih lebih tinggi dibandingkan berbagai negara lain termasuk China, Malaysia, Amerika, bahkan Singapura,&quot; ungkap Airlangga dalam konferensi pers PDB Kuartal III 2023 serta Stimulus Fiskal di Kantor Kemenko Perekonomian.

Berikut ini, telah dirangkum oleh Okezone fakta-fakta mengenai Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III-2023, Sabtu (11/11/2023).

1. Manufaktur Jadi Sumber Terbesar Pertumbuhan Ekonomi

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa industri pengolahan atau manufaktur merupakan sektor yang menjadi sumber terbesar bagi pertumbuhan ekonomi yaitu menyumbang sebesar 1,06% year on year (yoy).

&amp;ldquo;Sumber pertumbuhan yang diberikan oleh industri pengolahan pada kuartal III-2023 ini lebih besar daripada kuartal II-2023 (0,98%) dan kuartal III-2022 (0,99%),&amp;rdquo; kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.


BACA JUGA:
Masyarakat Semakin Yakin dengan Laju Ekonomi RI, Ini Buktinya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

2. Kuatnya Permintaan Domestik

Amalia juga menyampaikan, pertumbuhan industri manufaktur ditopang oleh masih kuatnya permintaan domestik, di antaranya industri barang logam yang meliputi komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik yang tumbuh 13,68% (yoy).

Kemudian, industri logam dasar yang 10,86% (yoy), industri alat angkutan tumbuh 7,31% (yoy), serta industri barang galian bukan logam tumbuh 7,20% (yoy).

3. Sektor Perdagangan Terbesar Penopang Ekonomi Kuartal-III



Selain sektor manufaktur, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2023 juga ditopang oleh sektor perdagangan dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,66%.



Serta diikuti sektor transportasi dan pergudangan sebesar 0,61%, dan sektor konstruksi sebesar 0,60%.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ekonomi RI Melambat, Penyaluran KUR Dipercepat 2 Bulan ke Depan&amp;nbsp; &amp;nbsp;




4. Sektor Dengan Pertumbuhan Tertinggi



Sementara itu, sektor dengan pertumbuhan tertinggi yaitu transportasi dan pergudangan yang tumbuh 14,74% (yoy), jasa lainnya tumbuh 11,14% (yoy), serta akomodasi dan makan minum yang tumbuh 10,90% (yoy).



&amp;ldquo;Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi, antara lain didorong oleh peningkatan aktivitas produksi, mobilitas masyarakat, kunjungan wisatawan mancanegara, terselenggaranya beberapa acara nasional dan internasional, serta dimulainya kegiatan politik menjelang Pemilu,&amp;rdquo; ujar Amalia.



5. Penyebab Ekonomi Turun



Amalia menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia mampu tumbuh 4,94% (yoy) pada kuartal III-2023 di tengah perlambatan perekonomian global, perubahan iklim, dan menurunnya harga komoditas ekspor unggulan.



&amp;ldquo;Leading sektor ekonomi Indonesia seperti industri pengolahan, pertanian, perdagangan, pertambangan dan konstruksi terus tumbuh,&amp;rdquo; ujar Amalia.



Dia menyampaikan salah satu alasan ekonomi di Kuartal-III ini mengalami penurunan dari yang sebelumnya diproyeksikan 5,09% adalah karena, perlambatan ekonomi global.




&amp;nbsp;6. Sektor Unggulan Perekonomian Indonesia



Adanya mitra dagang Indonesia yang tetap mencatat pertumbuhan yang positif, walaupun dalam skala yang lebih lambat.



Jika lebih diperinci, PDB Indonesia berdasarkan harga berlaku mencapai Rp5.296 triliun, sedangkan pada harga konstan mencapai Rp3.124,9 triliun.

Sektor-sektor unggulan dalam perekonomian Indonesia, seperti industri pengolahan (5,20%), pertanian (1,46%), perdagangan (5,08%), pertambangan (6,95%), dan konstruksi, tetap tumbuh.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yMy80LzE3MjU5Ny81L3g4cDEyOHY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia di Kuartal III-2023 mengalami penurunan.

Perekonomian yang sebelumnya sempat diproyeksikan akan menyentuh angka 5,09% ternyata mengalami penurunan menjadi 4,94% year on year (yoy). Angka ini juga menunjukan penurunan jika dibandingkan di Kuartal II 2023 sebesar 5,17%.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sektor UMKM Jadi Pahlawan Ekonomi Indonesia

Namun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto mengatakan jika dibandingkan dengan Amerika Serikat dan China, perekonomian Indonesia masih jauh lebih baik.

&amp;ldquo;Pertumbuhan kita masih lebih tinggi dibandingkan berbagai negara lain termasuk China, Malaysia, Amerika, bahkan Singapura,&quot; ungkap Airlangga dalam konferensi pers PDB Kuartal III 2023 serta Stimulus Fiskal di Kantor Kemenko Perekonomian.

Berikut ini, telah dirangkum oleh Okezone fakta-fakta mengenai Pertumbuhan Ekonomi RI Kuartal III-2023, Sabtu (11/11/2023).

1. Manufaktur Jadi Sumber Terbesar Pertumbuhan Ekonomi

Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa industri pengolahan atau manufaktur merupakan sektor yang menjadi sumber terbesar bagi pertumbuhan ekonomi yaitu menyumbang sebesar 1,06% year on year (yoy).

&amp;ldquo;Sumber pertumbuhan yang diberikan oleh industri pengolahan pada kuartal III-2023 ini lebih besar daripada kuartal II-2023 (0,98%) dan kuartal III-2022 (0,99%),&amp;rdquo; kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.


BACA JUGA:
Masyarakat Semakin Yakin dengan Laju Ekonomi RI, Ini Buktinya&amp;nbsp; &amp;nbsp;

2. Kuatnya Permintaan Domestik

Amalia juga menyampaikan, pertumbuhan industri manufaktur ditopang oleh masih kuatnya permintaan domestik, di antaranya industri barang logam yang meliputi komputer, barang elektronik, optik, dan peralatan listrik yang tumbuh 13,68% (yoy).

Kemudian, industri logam dasar yang 10,86% (yoy), industri alat angkutan tumbuh 7,31% (yoy), serta industri barang galian bukan logam tumbuh 7,20% (yoy).

3. Sektor Perdagangan Terbesar Penopang Ekonomi Kuartal-III



Selain sektor manufaktur, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2023 juga ditopang oleh sektor perdagangan dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,66%.



Serta diikuti sektor transportasi dan pergudangan sebesar 0,61%, dan sektor konstruksi sebesar 0,60%.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ekonomi RI Melambat, Penyaluran KUR Dipercepat 2 Bulan ke Depan&amp;nbsp; &amp;nbsp;




4. Sektor Dengan Pertumbuhan Tertinggi



Sementara itu, sektor dengan pertumbuhan tertinggi yaitu transportasi dan pergudangan yang tumbuh 14,74% (yoy), jasa lainnya tumbuh 11,14% (yoy), serta akomodasi dan makan minum yang tumbuh 10,90% (yoy).



&amp;ldquo;Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi, antara lain didorong oleh peningkatan aktivitas produksi, mobilitas masyarakat, kunjungan wisatawan mancanegara, terselenggaranya beberapa acara nasional dan internasional, serta dimulainya kegiatan politik menjelang Pemilu,&amp;rdquo; ujar Amalia.



5. Penyebab Ekonomi Turun



Amalia menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia mampu tumbuh 4,94% (yoy) pada kuartal III-2023 di tengah perlambatan perekonomian global, perubahan iklim, dan menurunnya harga komoditas ekspor unggulan.



&amp;ldquo;Leading sektor ekonomi Indonesia seperti industri pengolahan, pertanian, perdagangan, pertambangan dan konstruksi terus tumbuh,&amp;rdquo; ujar Amalia.



Dia menyampaikan salah satu alasan ekonomi di Kuartal-III ini mengalami penurunan dari yang sebelumnya diproyeksikan 5,09% adalah karena, perlambatan ekonomi global.




&amp;nbsp;6. Sektor Unggulan Perekonomian Indonesia



Adanya mitra dagang Indonesia yang tetap mencatat pertumbuhan yang positif, walaupun dalam skala yang lebih lambat.



Jika lebih diperinci, PDB Indonesia berdasarkan harga berlaku mencapai Rp5.296 triliun, sedangkan pada harga konstan mencapai Rp3.124,9 triliun.

Sektor-sektor unggulan dalam perekonomian Indonesia, seperti industri pengolahan (5,20%), pertanian (1,46%), perdagangan (5,08%), pertambangan (6,95%), dan konstruksi, tetap tumbuh.</content:encoded></item></channel></rss>
