<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Catat 99 Emisi Surat Utang, Dana Terkumpul Capai Rp110,8 Triliun</title><description>BEI melaporkan terdapat 99 emisi surat utang baik obligasi ataupun sukuk. Hingga Jumat, dana yang dihimpung mencapai Rp110,4 triliun</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/12/278/2918908/bei-catat-99-emisi-surat-utang-dana-terkumpul-capai-rp110-8-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/12/278/2918908/bei-catat-99-emisi-surat-utang-dana-terkumpul-capai-rp110-8-triliun"/><item><title>BEI Catat 99 Emisi Surat Utang, Dana Terkumpul Capai Rp110,8 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/12/278/2918908/bei-catat-99-emisi-surat-utang-dana-terkumpul-capai-rp110-8-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/12/278/2918908/bei-catat-99-emisi-surat-utang-dana-terkumpul-capai-rp110-8-triliun</guid><pubDate>Minggu 12 November 2023 12:15 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/12/278/2918908/bei-catat-99-emisi-surat-utang-dana-terkumpul-capai-rp110-8-triliun-RGC1MrpQpw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BEI Catat Suat Utang (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/12/278/2918908/bei-catat-99-emisi-surat-utang-dana-terkumpul-capai-rp110-8-triliun-RGC1MrpQpw.jpg</image><title>BEI Catat Suat Utang (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan terdapat 99 emisi  surat utang baik obligasi ataupun sukuk. Hingga Jumat (10/11/2023), dana yang dihimpung mencapai Rp110,4 triliun.
Jumlah ini meningkat 1,37% dari akhir Oktober 2023 sejalan peningkatan jumlah perusahaan tercatat yang memilih pendanaan melalui penerbitan efek bersifat utang (obligasi) atau sukuk (EBUS).

BACA JUGA:
Capaian Penting BRI Selama Listing 20 Tahun di BEI

&quot;Sampai 10 November, telah diterbitkan 99 emisi dari 56 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp110,4 triliun,&quot; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dikutip, Minggu (12/11/2023).
Aktivitas pencarian modal ini diproyeksikan akan kembali meningkat. Pasalnya, masih terdapat 12 penerbit EBUS yang masuk antrean penerbitan atau pipeline.

BACA JUGA:
20 Tahun Melantai di BEI, Saham BBRI Telah Naik 61,5 Kali

Jumlah tersebut mencakup 16 emisi yang tersebar di berbagai sektor emiten. Sebagian besar atau sebanyak 5 korporasi bersal dari sektor keuangan.Selanjutnya 2 korporasi masing-masing datang dari energi, dan bahan baku. Selanjutnya, 1 mewakili sektor properti-real estate, konsumer nonsiklikal, dan industri.
Penerbitan surat utang terakhir kali dilakukan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) pada Jumat lalu (10/11) melalui Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II Tahun 2023 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2023.
Obligasi ini dicatatkan senilai Rp1,25 triliun, sedangkan sukuk mencapai Rp300 miliar. Keduanya mendapat peringkat idAAA. Adapun PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat untuk kedua emisi tersebut.
Secara keseluruhan, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 536 emisi dari 127 emiten dengan outstanding nilai menembus Rp457,71 triliun dan USD69,05 juta. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 191 seri dengan nilai nominal Rp5.536,74 triliun dan USD486,11 juta.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8yNi8xLzE3MTIxNi81L3g4b2JwZ3g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan terdapat 99 emisi  surat utang baik obligasi ataupun sukuk. Hingga Jumat (10/11/2023), dana yang dihimpung mencapai Rp110,4 triliun.
Jumlah ini meningkat 1,37% dari akhir Oktober 2023 sejalan peningkatan jumlah perusahaan tercatat yang memilih pendanaan melalui penerbitan efek bersifat utang (obligasi) atau sukuk (EBUS).

BACA JUGA:
Capaian Penting BRI Selama Listing 20 Tahun di BEI

&quot;Sampai 10 November, telah diterbitkan 99 emisi dari 56 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp110,4 triliun,&quot; kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dikutip, Minggu (12/11/2023).
Aktivitas pencarian modal ini diproyeksikan akan kembali meningkat. Pasalnya, masih terdapat 12 penerbit EBUS yang masuk antrean penerbitan atau pipeline.

BACA JUGA:
20 Tahun Melantai di BEI, Saham BBRI Telah Naik 61,5 Kali

Jumlah tersebut mencakup 16 emisi yang tersebar di berbagai sektor emiten. Sebagian besar atau sebanyak 5 korporasi bersal dari sektor keuangan.Selanjutnya 2 korporasi masing-masing datang dari energi, dan bahan baku. Selanjutnya, 1 mewakili sektor properti-real estate, konsumer nonsiklikal, dan industri.
Penerbitan surat utang terakhir kali dilakukan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) pada Jumat lalu (10/11) melalui Obligasi Berkelanjutan VI Tahap II Tahun 2023 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan V Tahap II Tahun 2023.
Obligasi ini dicatatkan senilai Rp1,25 triliun, sedangkan sukuk mencapai Rp300 miliar. Keduanya mendapat peringkat idAAA. Adapun PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai Wali Amanat untuk kedua emisi tersebut.
Secara keseluruhan, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 536 emisi dari 127 emiten dengan outstanding nilai menembus Rp457,71 triliun dan USD69,05 juta. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 191 seri dengan nilai nominal Rp5.536,74 triliun dan USD486,11 juta.</content:encoded></item></channel></rss>
