<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Badan Pangan Sebut Mundurnya Masa Panen Tak Pengaruhi Cadangan Beras</title><description>Badan Pangan Nasional menyatakan bahwa mundurnya masa panen pada musim tanam rendeng tidak akan mempengaruhi cadangan beras.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/12/320/2918965/badan-pangan-sebut-mundurnya-masa-panen-tak-pengaruhi-cadangan-beras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/12/320/2918965/badan-pangan-sebut-mundurnya-masa-panen-tak-pengaruhi-cadangan-beras"/><item><title>Badan Pangan Sebut Mundurnya Masa Panen Tak Pengaruhi Cadangan Beras</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/12/320/2918965/badan-pangan-sebut-mundurnya-masa-panen-tak-pengaruhi-cadangan-beras</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/12/320/2918965/badan-pangan-sebut-mundurnya-masa-panen-tak-pengaruhi-cadangan-beras</guid><pubDate>Minggu 12 November 2023 14:33 WIB</pubDate><dc:creator>Candra Gunawan Nurhakim</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/12/320/2918965/badan-pangan-sebut-mundurnya-masa-panen-tak-pengaruhi-cadangan-beras-pz073hN4I6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Cadangan Beras RI (Foto: Perum Bulog/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/12/320/2918965/badan-pangan-sebut-mundurnya-masa-panen-tak-pengaruhi-cadangan-beras-pz073hN4I6.jpg</image><title>Cadangan Beras RI (Foto: Perum Bulog/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wOS80LzE3MzQyOC81L3g4cGg3cWw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pangan Nasional menyatakan bahwa mundurnya masa panen pada musim tanam rendeng tidak akan mempengaruhi cadangan beras pemerintah.
&quot;Musim tanam I (Agustus-Desember), mundur karena hujan turun lambat. Hujan baru akan terjadi pada akhir November dan Desember. Jadi panennya mundur,&quot; kata Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi dikutip Antara, Minggu (12/11/2023).

BACA JUGA:
Heboh Beredar Beras Plastik, Badan Pangan Nasional: Dampaknya Keracunan

Ia mengatakan, karena masa tanamnya terlambat, maka panennya juga akan mengalami kemunduran. Panen baru akan terjadi pada April, Mei, dan Juni 2024.
Untuk antisipasi, Badan Pangan Nasional bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) telah berupaya memastikan ketersediaan pupuk atau stock bridging.
Meski terjadi keterlambatan musim tanam yang berdampak terhadap mundurnya masa panen, Arief memastikan kalau hal tersebut tidak akan mempengaruhi ketersediaan stok beras.

BACA JUGA:
Impor Beras Bulog yang Masuk RI Hanya 1 Juta Ton

Menurut dia, pemerintah melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) kini sudah memiliki cadangan beras di atas 1 juta ton.&quot;Cadangan pangan kita pastikan di atas 1 juta ton, Bulog punya. Jadi mundurnya masa panen tidak berpengaruh,&quot; katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa berdasarkan prakiraan BMKG, akan ada kemunduran musim hujan antara satu hingga tiga dasarian.
Seiring dengan hal tersebut, akan terjadi kemunduran jadwal tanam sepuluh hingga 30 hari di beberapa wilayah Indonesia.
Menurut dia, sektor pertanian itu tergantung dengan musim. Sehingga mundurnya musim hujan tentu mempengaruhi jadwal tanam padi, yang pada akhirnya berpengaruh ke penyerapan pupuk. (KR-MAK)</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wOS80LzE3MzQyOC81L3g4cGg3cWw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Pangan Nasional menyatakan bahwa mundurnya masa panen pada musim tanam rendeng tidak akan mempengaruhi cadangan beras pemerintah.
&quot;Musim tanam I (Agustus-Desember), mundur karena hujan turun lambat. Hujan baru akan terjadi pada akhir November dan Desember. Jadi panennya mundur,&quot; kata Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi dikutip Antara, Minggu (12/11/2023).

BACA JUGA:
Heboh Beredar Beras Plastik, Badan Pangan Nasional: Dampaknya Keracunan

Ia mengatakan, karena masa tanamnya terlambat, maka panennya juga akan mengalami kemunduran. Panen baru akan terjadi pada April, Mei, dan Juni 2024.
Untuk antisipasi, Badan Pangan Nasional bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) telah berupaya memastikan ketersediaan pupuk atau stock bridging.
Meski terjadi keterlambatan musim tanam yang berdampak terhadap mundurnya masa panen, Arief memastikan kalau hal tersebut tidak akan mempengaruhi ketersediaan stok beras.

BACA JUGA:
Impor Beras Bulog yang Masuk RI Hanya 1 Juta Ton

Menurut dia, pemerintah melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) kini sudah memiliki cadangan beras di atas 1 juta ton.&quot;Cadangan pangan kita pastikan di atas 1 juta ton, Bulog punya. Jadi mundurnya masa panen tidak berpengaruh,&quot; katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa berdasarkan prakiraan BMKG, akan ada kemunduran musim hujan antara satu hingga tiga dasarian.
Seiring dengan hal tersebut, akan terjadi kemunduran jadwal tanam sepuluh hingga 30 hari di beberapa wilayah Indonesia.
Menurut dia, sektor pertanian itu tergantung dengan musim. Sehingga mundurnya musim hujan tentu mempengaruhi jadwal tanam padi, yang pada akhirnya berpengaruh ke penyerapan pupuk. (KR-MAK)</content:encoded></item></channel></rss>
