<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Delisting dari BEI, Grup Salim (META) Buyback 3 Miliar Saham Publik</title><description>PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) bakal menghapus pencatatan saham secara sukarela atau voluntary delisting.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/278/2919346/delisting-dari-bei-grup-salim-meta-buyback-3-miliar-saham-publik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/278/2919346/delisting-dari-bei-grup-salim-meta-buyback-3-miliar-saham-publik"/><item><title>Delisting dari BEI, Grup Salim (META) Buyback 3 Miliar Saham Publik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/278/2919346/delisting-dari-bei-grup-salim-meta-buyback-3-miliar-saham-publik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/278/2919346/delisting-dari-bei-grup-salim-meta-buyback-3-miliar-saham-publik</guid><pubDate>Senin 13 November 2023 11:22 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/13/278/2919346/delisting-dari-bei-grup-salim-meta-buyback-3-miliar-saham-publik-1GzdDBFo3c.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham META bakal delisting (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/13/278/2919346/delisting-dari-bei-grup-salim-meta-buyback-3-miliar-saham-publik-1GzdDBFo3c.jpg</image><title>Saham META bakal delisting (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) bakal menghapus pencatatan saham secara sukarela atau voluntary delisting. Emiten jalan tol milik Grup Salim ini siap membeli kembali atau buyback saham yang beredar di publik.
Hingga 31 Oktober 2023, jumlah saham yang beredar di masyarakat mencapai 3 miliar lembar saham atau setara 16,98 persen. Kabar terbaru, jumlah ini berkurang hingga mencapai 14,98 persen, yang diwakili oleh 12.555 investor.

BACA JUGA:
Awal Pekan, IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.832


Pengendali META yakni PT Metro Pacific Tollways Indonesia (MPTI) bakal menjadi pihak yang melakukan penawaran tender buyback.
Harga yang ditawarkan, terang manajemen, akan lebih tinggi dari harga rata-rata tertinggi perdagangan harian selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

BACA JUGA:
Riset MNC Sekuritas: IHSG Berpeluang Menguat


Sejatinya pengumuman RUPSLB telah berlangsung pada Jumat (10/11). Namun, Bursa Efek Indonesia (BEI) justru telah mensuspensi saham META terkati rencana Go-Private tersebut sejak Rabu (8/11). Saat ini harga saham META berhenti di Rp238 per saham.
Sebelumnya, manajemen mengungkap alasan melakukan delisting sukarela,  dengan menyebut ada faktor kerugian yang dialami perseroan  berturut-turut dalam laporan keuangan per 30 Juni 2023 dan 30 September  2023.
Perusahaan juga mengakui tidak melakukan penggalangan dana atau  capital raising dari pasar modal sejak aksi korporasi berskema right  issue dilakukan pada 2010 dan 2018. Hal ini disebut tidak akan dilakukan  lagi di masa depan.
&quot;Perusahaan juga sudah tidak memberikan dividen kepada pemegang saham setelah tahun buku 2018,&quot; kata manajemen dalam prospektus.
Adapun manajemen juga berniat mengembangkan anak usaha sektor jalan  tol yang membutuhkn pendanaan besar atau capital intensive. Menurutnya,  karakteristik bisnis tersebut membutuhkan periode lama untuk  menghasilkan imbal hasil investasi (return-on-investment).
&quot;Sebagai akibatnya dapat menambah jangka waktu lebih panjang lagi  untuk dapat memberikan dividen kepada pemegang sahamnya,&quot; pungkas  manajemen.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) bakal menghapus pencatatan saham secara sukarela atau voluntary delisting. Emiten jalan tol milik Grup Salim ini siap membeli kembali atau buyback saham yang beredar di publik.
Hingga 31 Oktober 2023, jumlah saham yang beredar di masyarakat mencapai 3 miliar lembar saham atau setara 16,98 persen. Kabar terbaru, jumlah ini berkurang hingga mencapai 14,98 persen, yang diwakili oleh 12.555 investor.

BACA JUGA:
Awal Pekan, IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.832


Pengendali META yakni PT Metro Pacific Tollways Indonesia (MPTI) bakal menjadi pihak yang melakukan penawaran tender buyback.
Harga yang ditawarkan, terang manajemen, akan lebih tinggi dari harga rata-rata tertinggi perdagangan harian selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

BACA JUGA:
Riset MNC Sekuritas: IHSG Berpeluang Menguat


Sejatinya pengumuman RUPSLB telah berlangsung pada Jumat (10/11). Namun, Bursa Efek Indonesia (BEI) justru telah mensuspensi saham META terkati rencana Go-Private tersebut sejak Rabu (8/11). Saat ini harga saham META berhenti di Rp238 per saham.
Sebelumnya, manajemen mengungkap alasan melakukan delisting sukarela,  dengan menyebut ada faktor kerugian yang dialami perseroan  berturut-turut dalam laporan keuangan per 30 Juni 2023 dan 30 September  2023.
Perusahaan juga mengakui tidak melakukan penggalangan dana atau  capital raising dari pasar modal sejak aksi korporasi berskema right  issue dilakukan pada 2010 dan 2018. Hal ini disebut tidak akan dilakukan  lagi di masa depan.
&quot;Perusahaan juga sudah tidak memberikan dividen kepada pemegang saham setelah tahun buku 2018,&quot; kata manajemen dalam prospektus.
Adapun manajemen juga berniat mengembangkan anak usaha sektor jalan  tol yang membutuhkn pendanaan besar atau capital intensive. Menurutnya,  karakteristik bisnis tersebut membutuhkan periode lama untuk  menghasilkan imbal hasil investasi (return-on-investment).
&quot;Sebagai akibatnya dapat menambah jangka waktu lebih panjang lagi  untuk dapat memberikan dividen kepada pemegang sahamnya,&quot; pungkas  manajemen.</content:encoded></item></channel></rss>
