<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspadai Pergerakan IHSG Pekan Ini, Kenapa?</title><description>Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini diprediksi fluktuatif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/278/2919372/waspadai-pergerakan-ihsg-pekan-ini-kenapa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/278/2919372/waspadai-pergerakan-ihsg-pekan-ini-kenapa"/><item><title>Waspadai Pergerakan IHSG Pekan Ini, Kenapa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/278/2919372/waspadai-pergerakan-ihsg-pekan-ini-kenapa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/278/2919372/waspadai-pergerakan-ihsg-pekan-ini-kenapa</guid><pubDate>Senin 13 November 2023 12:08 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/13/278/2919372/waspadai-pergerakan-ihsg-pekan-ini-kenapa-osNp7J5xAx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi melemah (Ilustrasi: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/13/278/2919372/waspadai-pergerakan-ihsg-pekan-ini-kenapa-osNp7J5xAx.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi melemah (Ilustrasi: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini diprediksi fluktuatif. Adapun IHSG ditutup melemah pada Jumat (10/11) lalu di level 6.809 karena sejumlah sentimen.
Community Lead IPOT, Angga Septianus menjelaskan, sentimen market minggu ini yang wajib diperhatikan para trader saham yakni sentimen inflasi AS, neraca dagang Indonesia dan rebalancing indeks MSCI.
&quot;Inflasi AS di bulan Oktober diprediksi menurun dari level sebelumnya 3,7% menjadi 3,3%. Inflasi inti diprediksi ke level 4% dari sebelumnya 4,1% karena diperkirakan penurunan lanjutan dari harga energi,&quot; kata Angga dalam risetnya, Senin (13/11/2023).

BACA JUGA:
Awal Pekan, IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.832


Terkait sentimen neraca dagang Indonesia, prediksinya, tetap surplus pada Oktober sebesar USD3,3 miliar menurut konsensus. Turun dari periode sebelumnya di September.
Sementara itu terkait rebalancing indeks MSCI yang akan diumumkan pada Selasa (14/11) besok, prediksi yang akan masuk dalam indeks ini adalah saham-saham yang mulai mendapatkan inflow asing di tengah aksi sell-off investor asing sebesar 1,3T di minggu kemarin.
&quot;Saham-saham yang patut dipantau terkait sentimen rebalancing indeks MSCI, yakni saham AMMN, BREN, MEDC, GOTO, AMRT dan CPIN,&quot; ujar Angga.

BACA JUGA:
Riset MNC Sekuritas: IHSG Berpeluang Menguat


Sebelumnya Angga menjelaskan top gainers pada minggu lalu yakni sektor IDX Infrastructures yang naik sebesar 10,4% tertopang kenaikan saham BREN dan IDX Techno yang naik sebesar 3,86% tertopang saham GOTO.
Sementara itu, sektor yang menjadi top losers pada minggu lalu yakni IDX Health yang melemah -2,44% karena koreksi saham SILO dan IDX Cyclic yang melemah sebesar -2,01% karena koreksi saham-saham MNCN, ACES, BMTR dan SCMA.
Terkait sentimen yang memengaruhi pergerakan IHSG pada minggu lalu, Angga menyebutkan ada 3 sentimen utamanya, yakni Yield Obligasi 10 Tahun AS, PDB Indonesia dan Cadangan Devisa Indonesia.


Terkait Yield Obligasi 10 Tahun AS, Angga menjelaskan kejatuhan Yield  Treasury 10 Tahun AS memberikan optimisme pada aset berisiko terutama  di negara-negara emerging market dengan kembalinya investor ke Bonds  &amp;amp; Stock Market ditopang oleh penguatan rupiah.
&quot;Yield naik karena investor berspekulasi bahwa Federal Reserve bisa  berhenti menaikkan suku bunga pada tahun ini melihat data tenaga kerja  berada di bawah ekspektasi. US Nonfarm payroll tercatat menambah  sebanyak 150k pekerja (vs. est 180K) dan pengangguran naik ke level 3.9%  atau tertinggi sejak Januari 2022,&quot; jelasnya.
Sementara itu terkait sentimen PDB Indonesia, ia menjelaskan PDB  Indonesia pada Triwulan 3-2023 tumbuh 4,94 YoY dan 1,60% QoQ. Adapun  tiga sektor dengan pertumbuhan paling besar yakni transportasi &amp;amp;  pergudangan (14,74%), jasa lainnya  (11,14%) dan akomodasi dan makan  minum (10,90%).
&quot;Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan PDB Indonesia adalah  peningkatan konsumsi LRPT (6,21%), PMTB (5,77%) dan konsumsi rumah  tangga (5,06%). Namun di sisi lain ada penurunan impor (-6,18%), ekspor  (-4,26%) dan konsumsi pemerintah (-3,76%) menyebabkan pertumbuhan PDB  sedikit di bawah konsensus yakni 5,05% YoY dan 1,71% QoQ,&quot; terangnya.
Selanjutnya terkait sentimen cadangan devisa Indonesia, pada Oktober  2023 cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan dibandingkan  September 2023 (USD134,90 Miliar). Penurunan tersebut dipengaruhi oleh  pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi  nilai tukar rupiah.
&quot;Posisi cadangan devisa tersebut setara 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,&quot; kata Angga.
Berdasarkan sentimen di atas, IPO merekomendasikan saham yang bisa jadi pilihan.
Buy BRPT (Support: 1.150, Resistance: 1.275), Buy INKP (Support:  8.200, Resistance: 9.300) dan Buy on Pullback MTEL (Support: 610,  Resistance: 710).</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini diprediksi fluktuatif. Adapun IHSG ditutup melemah pada Jumat (10/11) lalu di level 6.809 karena sejumlah sentimen.
Community Lead IPOT, Angga Septianus menjelaskan, sentimen market minggu ini yang wajib diperhatikan para trader saham yakni sentimen inflasi AS, neraca dagang Indonesia dan rebalancing indeks MSCI.
&quot;Inflasi AS di bulan Oktober diprediksi menurun dari level sebelumnya 3,7% menjadi 3,3%. Inflasi inti diprediksi ke level 4% dari sebelumnya 4,1% karena diperkirakan penurunan lanjutan dari harga energi,&quot; kata Angga dalam risetnya, Senin (13/11/2023).

BACA JUGA:
Awal Pekan, IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.832


Terkait sentimen neraca dagang Indonesia, prediksinya, tetap surplus pada Oktober sebesar USD3,3 miliar menurut konsensus. Turun dari periode sebelumnya di September.
Sementara itu terkait rebalancing indeks MSCI yang akan diumumkan pada Selasa (14/11) besok, prediksi yang akan masuk dalam indeks ini adalah saham-saham yang mulai mendapatkan inflow asing di tengah aksi sell-off investor asing sebesar 1,3T di minggu kemarin.
&quot;Saham-saham yang patut dipantau terkait sentimen rebalancing indeks MSCI, yakni saham AMMN, BREN, MEDC, GOTO, AMRT dan CPIN,&quot; ujar Angga.

BACA JUGA:
Riset MNC Sekuritas: IHSG Berpeluang Menguat


Sebelumnya Angga menjelaskan top gainers pada minggu lalu yakni sektor IDX Infrastructures yang naik sebesar 10,4% tertopang kenaikan saham BREN dan IDX Techno yang naik sebesar 3,86% tertopang saham GOTO.
Sementara itu, sektor yang menjadi top losers pada minggu lalu yakni IDX Health yang melemah -2,44% karena koreksi saham SILO dan IDX Cyclic yang melemah sebesar -2,01% karena koreksi saham-saham MNCN, ACES, BMTR dan SCMA.
Terkait sentimen yang memengaruhi pergerakan IHSG pada minggu lalu, Angga menyebutkan ada 3 sentimen utamanya, yakni Yield Obligasi 10 Tahun AS, PDB Indonesia dan Cadangan Devisa Indonesia.


Terkait Yield Obligasi 10 Tahun AS, Angga menjelaskan kejatuhan Yield  Treasury 10 Tahun AS memberikan optimisme pada aset berisiko terutama  di negara-negara emerging market dengan kembalinya investor ke Bonds  &amp;amp; Stock Market ditopang oleh penguatan rupiah.
&quot;Yield naik karena investor berspekulasi bahwa Federal Reserve bisa  berhenti menaikkan suku bunga pada tahun ini melihat data tenaga kerja  berada di bawah ekspektasi. US Nonfarm payroll tercatat menambah  sebanyak 150k pekerja (vs. est 180K) dan pengangguran naik ke level 3.9%  atau tertinggi sejak Januari 2022,&quot; jelasnya.
Sementara itu terkait sentimen PDB Indonesia, ia menjelaskan PDB  Indonesia pada Triwulan 3-2023 tumbuh 4,94 YoY dan 1,60% QoQ. Adapun  tiga sektor dengan pertumbuhan paling besar yakni transportasi &amp;amp;  pergudangan (14,74%), jasa lainnya  (11,14%) dan akomodasi dan makan  minum (10,90%).
&quot;Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan PDB Indonesia adalah  peningkatan konsumsi LRPT (6,21%), PMTB (5,77%) dan konsumsi rumah  tangga (5,06%). Namun di sisi lain ada penurunan impor (-6,18%), ekspor  (-4,26%) dan konsumsi pemerintah (-3,76%) menyebabkan pertumbuhan PDB  sedikit di bawah konsensus yakni 5,05% YoY dan 1,71% QoQ,&quot; terangnya.
Selanjutnya terkait sentimen cadangan devisa Indonesia, pada Oktober  2023 cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan dibandingkan  September 2023 (USD134,90 Miliar). Penurunan tersebut dipengaruhi oleh  pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebutuhan untuk stabilisasi  nilai tukar rupiah.
&quot;Posisi cadangan devisa tersebut setara 5,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,&quot; kata Angga.
Berdasarkan sentimen di atas, IPO merekomendasikan saham yang bisa jadi pilihan.
Buy BRPT (Support: 1.150, Resistance: 1.275), Buy INKP (Support:  8.200, Resistance: 9.300) dan Buy on Pullback MTEL (Support: 610,  Resistance: 710).</content:encoded></item></channel></rss>
