<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Maja Agung Latexindo Bidik Dana IPO Rp215,36 Miliar</title><description>PT Maja Agung Latexindo Tbk bakal melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/278/2919397/maja-agung-latexindo-bidik-dana-ipo-rp215-36-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/278/2919397/maja-agung-latexindo-bidik-dana-ipo-rp215-36-miliar"/><item><title>Maja Agung Latexindo Bidik Dana IPO Rp215,36 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/278/2919397/maja-agung-latexindo-bidik-dana-ipo-rp215-36-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/278/2919397/maja-agung-latexindo-bidik-dana-ipo-rp215-36-miliar</guid><pubDate>Senin 13 November 2023 12:38 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/13/278/2919397/maja-agung-latexindo-bidik-dana-ipo-rp215-36-miliar-NaWxO1sd7E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Maja Agung Latexindo bakal IPO (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/13/278/2919397/maja-agung-latexindo-bidik-dana-ipo-rp215-36-miliar-NaWxO1sd7E.jpg</image><title>Maja Agung Latexindo bakal IPO (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Maja Agung Latexindo Tbk bakal melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Dalam IPO, perseroan menawarkan sebanyak 1,26 miliar saham atau 20,00% dari total modal ditempatkan dan disetor.
Perseroan telah menetapkan harga penawaran awal atau bookbuilding sebesar Rp160-Rp170 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi meraup dana segar sebesar Rp202,70 miliar hingga Rp215,36 miliar.

BACA JUGA:
65 Perusahaan Antre IPO demi Rp11,3 Triliun, Siapa Saja?


Perusahaan yang memproduksi sarung tangan latex ini akan mengalokasikan 49,45% dana hasil IPO sebagai belanja modal atau capital expenditure (capex). Secara rinci, sebesar 20,26% akan digunakan untuk pengembangan bangunan gudang, pabrik, dan kantor perseroan yang berlokasi Deli Serdang, Sumatera Utara.
&amp;ldquo;Adapun pengembangan dimaksud dilakukan pada bangunan di atas lahan milik perseroan. Rencana periode pengembangan bangunan yaitu pada akhir tahun 2023 sampai dengan akhir tahun 2024,&amp;rdquo; demikian dikutip dari prospektus, Senin (13/11/2023).

BACA JUGA:
Palm Co Ditargetkan IPO di 2024


Kemudian, sekitar 24,55% akan digunakan untuk penambahan dan remodifikasi mesin produksi perseroan. Secara garis besar, mesin yang akan dilakukan penambahan dan remodifikasi yakni, mesin former, fasilitas penunjang produksi dan pengolahan, jalur olahan, fasilitas air bersih, hydrant dan jalur hydrant, mesin chiller, mesin kompresor dan jalur drainase.
Adapun, pembelian mesin-mesin baru akan dilakukan dengan sistem beli-putus sesuai dengan harga yang berlaku pada saat pembelian. Perseroan masih dalam tahap mencari calon vendor yang dapat memenuhi spesifikasi mesin ataupun bagian-bagian dari mesin sesuai dengan kebutuhan perseroan, sehingga belum terdapat penawaran atau perjanjian dengan calon vendor atau pihak ketiga manapun. Selanjutnya, sehubungan dengan remodifikasi mesin-mesin, perseroan akan melakukan remodifikasi sendiri oleh tenaga kerja internalnya.
Lalu, sekitar 3,11% akan digunakan untuk pembangunan fasilitas  pengelolaan limbah perseroan. Serta, sekitar 1,53% akan digunakan  sebagai untuk pengembangan software penunjang operasional perseroan.  Pengembangan software tersebut akan dilakukan dengan membeli software  dengan pihak penyedia software dan akan dilakukan dengan sistem beli  putus dengan harga yang berlaku pada saat pembelian.
Selanjutnya, sekitar 50,55% akan digunakan sebagai modal kerja atau  operational expenditure (opex). Dengan rincian, sekitar 9,61% akan  digunakan untuk penambahan daya listrik di area pabrik perseroan.  Sisanya sekitar 40,49% akan digunakan untuk modal kerja perseroan, namun  tidak terbatas pada biaya pemasaran dan pembelian persediaan bahan baku  dan bahan penunjang guna mendukung kegiatan usaha perseroan.
&amp;ldquo;Sehubungan dengan modal kerja untuk biaya pemasaran dan pembelian  persediaan bahan baku dan bahan penunjang, perseroan telah memiliki  perjanjian jual beli untuk bahan baku dengan pihak terafiliasinya,&amp;rdquo;  lanjut prospektus.
Maja Agung Latexindo dijadwalkan melantai di Bursa Efek Indonesia  (BEI) pada 29 November 2023 mendatang dengan kode SURI. Sementara,  tanggal efektif diperkirakan akan didapat pada 22 November 2023.
Kemudian, tanggal penjatahan dan distribusi secara elektronik akan  berlangsung pada 27 dan 28 November 2023. Dalam IPO ini, perseroan  menunjuk PT Shinhan Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi  efek.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Maja Agung Latexindo Tbk bakal melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Dalam IPO, perseroan menawarkan sebanyak 1,26 miliar saham atau 20,00% dari total modal ditempatkan dan disetor.
Perseroan telah menetapkan harga penawaran awal atau bookbuilding sebesar Rp160-Rp170 per saham. Dengan demikian, perseroan berpotensi meraup dana segar sebesar Rp202,70 miliar hingga Rp215,36 miliar.

BACA JUGA:
65 Perusahaan Antre IPO demi Rp11,3 Triliun, Siapa Saja?


Perusahaan yang memproduksi sarung tangan latex ini akan mengalokasikan 49,45% dana hasil IPO sebagai belanja modal atau capital expenditure (capex). Secara rinci, sebesar 20,26% akan digunakan untuk pengembangan bangunan gudang, pabrik, dan kantor perseroan yang berlokasi Deli Serdang, Sumatera Utara.
&amp;ldquo;Adapun pengembangan dimaksud dilakukan pada bangunan di atas lahan milik perseroan. Rencana periode pengembangan bangunan yaitu pada akhir tahun 2023 sampai dengan akhir tahun 2024,&amp;rdquo; demikian dikutip dari prospektus, Senin (13/11/2023).

BACA JUGA:
Palm Co Ditargetkan IPO di 2024


Kemudian, sekitar 24,55% akan digunakan untuk penambahan dan remodifikasi mesin produksi perseroan. Secara garis besar, mesin yang akan dilakukan penambahan dan remodifikasi yakni, mesin former, fasilitas penunjang produksi dan pengolahan, jalur olahan, fasilitas air bersih, hydrant dan jalur hydrant, mesin chiller, mesin kompresor dan jalur drainase.
Adapun, pembelian mesin-mesin baru akan dilakukan dengan sistem beli-putus sesuai dengan harga yang berlaku pada saat pembelian. Perseroan masih dalam tahap mencari calon vendor yang dapat memenuhi spesifikasi mesin ataupun bagian-bagian dari mesin sesuai dengan kebutuhan perseroan, sehingga belum terdapat penawaran atau perjanjian dengan calon vendor atau pihak ketiga manapun. Selanjutnya, sehubungan dengan remodifikasi mesin-mesin, perseroan akan melakukan remodifikasi sendiri oleh tenaga kerja internalnya.
Lalu, sekitar 3,11% akan digunakan untuk pembangunan fasilitas  pengelolaan limbah perseroan. Serta, sekitar 1,53% akan digunakan  sebagai untuk pengembangan software penunjang operasional perseroan.  Pengembangan software tersebut akan dilakukan dengan membeli software  dengan pihak penyedia software dan akan dilakukan dengan sistem beli  putus dengan harga yang berlaku pada saat pembelian.
Selanjutnya, sekitar 50,55% akan digunakan sebagai modal kerja atau  operational expenditure (opex). Dengan rincian, sekitar 9,61% akan  digunakan untuk penambahan daya listrik di area pabrik perseroan.  Sisanya sekitar 40,49% akan digunakan untuk modal kerja perseroan, namun  tidak terbatas pada biaya pemasaran dan pembelian persediaan bahan baku  dan bahan penunjang guna mendukung kegiatan usaha perseroan.
&amp;ldquo;Sehubungan dengan modal kerja untuk biaya pemasaran dan pembelian  persediaan bahan baku dan bahan penunjang, perseroan telah memiliki  perjanjian jual beli untuk bahan baku dengan pihak terafiliasinya,&amp;rdquo;  lanjut prospektus.
Maja Agung Latexindo dijadwalkan melantai di Bursa Efek Indonesia  (BEI) pada 29 November 2023 mendatang dengan kode SURI. Sementara,  tanggal efektif diperkirakan akan didapat pada 22 November 2023.
Kemudian, tanggal penjatahan dan distribusi secara elektronik akan  berlangsung pada 27 dan 28 November 2023. Dalam IPO ini, perseroan  menunjuk PT Shinhan Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi  efek.</content:encoded></item></channel></rss>
