<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI Pantau Saham Eterindo Wahanatama (ETWA) Usai Terjerat PKPU</title><description>Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat saham PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/278/2919623/bei-pantau-saham-eterindo-wahanatama-etwa-usai-terjerat-pkpu</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/278/2919623/bei-pantau-saham-eterindo-wahanatama-etwa-usai-terjerat-pkpu"/><item><title>BEI Pantau Saham Eterindo Wahanatama (ETWA) Usai Terjerat PKPU</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/278/2919623/bei-pantau-saham-eterindo-wahanatama-etwa-usai-terjerat-pkpu</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/278/2919623/bei-pantau-saham-eterindo-wahanatama-etwa-usai-terjerat-pkpu</guid><pubDate>Senin 13 November 2023 17:43 WIB</pubDate><dc:creator>Dinar Fitra Maghiszha</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/13/278/2919623/bei-pantau-saham-eterindo-wahanatama-etwa-usai-terjerat-pkpu-7NM3NA2cVd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BEI pantau ketat saham ETWA (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/13/278/2919623/bei-pantau-saham-eterindo-wahanatama-etwa-usai-terjerat-pkpu-7NM3NA2cVd.jpg</image><title>BEI pantau ketat saham ETWA (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat saham PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA). Ini berlangsung setelah emiten biodiesel dan perkebunan kelapa sawit itu mendapat status Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) sementara.
&quot;Perubahan ini mulai efektif pada tanggal 14 November 2023,&quot; tulis BEI dalam pengumuman, Senin (13/11/2023).

BACA JUGA:
Seharian Menguat, IHSG Hari Ini Berakhir ke Level 6.838


Sejatinya ETWA telah mendekam dalam jerat pemantauan khusus karena faktor tak adanya pendapatan dan/atau perubahan pendapatan laporan keuangan terakhir (Kriteria Nomor 3). Terlebih, perseroan juga memiliki ekuitas negatif dalam laporan keuangan terakhir (Kriteria Nomor 5).

BACA JUGA:
IHSG Sesi I Menguat ke Level 6.841 Ditopang Saham Teknologi


Sebagaimana diketahui, Pengadilan Niaga PN Jakarta Pusat memutus status PKPU Sementara terhadap ETWA pada 1 November 2023 yang diajukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Tak hanya perseroan, pengadilan juga memutus PKPU untuk PT  Anugerahinti Gemanusa, PT Maiska Bhumi Semesta, dan PT Malindo Persada  Khatulistiwa.
Berdasarkan Pasal 240 UU Kepailitan &amp;amp; PKPU, maka perseroan tanpa  persetujuan pengurus tidak dapat melakukan tindakan kepengurusan atau  kepemilikan atas seluruh atau sebagian hartanya.
&quot;Oleh karenanya maka tindakan yang dilakukan perseroan akan berada di  bawah pengawasan pengurus yang ditunjuk oleh pengadilan,&quot; terang  putusan tersebut, dalam keterbukaan informasi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat saham PT Eterindo Wahanatama Tbk (ETWA). Ini berlangsung setelah emiten biodiesel dan perkebunan kelapa sawit itu mendapat status Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) sementara.
&quot;Perubahan ini mulai efektif pada tanggal 14 November 2023,&quot; tulis BEI dalam pengumuman, Senin (13/11/2023).

BACA JUGA:
Seharian Menguat, IHSG Hari Ini Berakhir ke Level 6.838


Sejatinya ETWA telah mendekam dalam jerat pemantauan khusus karena faktor tak adanya pendapatan dan/atau perubahan pendapatan laporan keuangan terakhir (Kriteria Nomor 3). Terlebih, perseroan juga memiliki ekuitas negatif dalam laporan keuangan terakhir (Kriteria Nomor 5).

BACA JUGA:
IHSG Sesi I Menguat ke Level 6.841 Ditopang Saham Teknologi


Sebagaimana diketahui, Pengadilan Niaga PN Jakarta Pusat memutus status PKPU Sementara terhadap ETWA pada 1 November 2023 yang diajukan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Tak hanya perseroan, pengadilan juga memutus PKPU untuk PT  Anugerahinti Gemanusa, PT Maiska Bhumi Semesta, dan PT Malindo Persada  Khatulistiwa.
Berdasarkan Pasal 240 UU Kepailitan &amp;amp; PKPU, maka perseroan tanpa  persetujuan pengurus tidak dapat melakukan tindakan kepengurusan atau  kepemilikan atas seluruh atau sebagian hartanya.
&quot;Oleh karenanya maka tindakan yang dilakukan perseroan akan berada di  bawah pengawasan pengurus yang ditunjuk oleh pengadilan,&quot; terang  putusan tersebut, dalam keterbukaan informasi.</content:encoded></item></channel></rss>
