<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Emiten Salim (META) Delisting, BEI: Itu Pilihan Mereka</title><description>Emiten Salim Group PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) bakal delisting secara sukarela dari Bursa Efek Indonesia (BEI).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/278/2919633/emiten-salim-meta-delisting-bei-itu-pilihan-mereka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/278/2919633/emiten-salim-meta-delisting-bei-itu-pilihan-mereka"/><item><title>Emiten Salim (META) Delisting, BEI: Itu Pilihan Mereka</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/278/2919633/emiten-salim-meta-delisting-bei-itu-pilihan-mereka</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/278/2919633/emiten-salim-meta-delisting-bei-itu-pilihan-mereka</guid><pubDate>Senin 13 November 2023 18:02 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/13/278/2919633/emiten-salim-meta-delisting-bei-itu-pilihan-mereka-0pceXQC2Sh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham META bakal delisting (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/13/278/2919633/emiten-salim-meta-delisting-bei-itu-pilihan-mereka-0pceXQC2Sh.jpg</image><title>Saham META bakal delisting (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Emiten Salim Group PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) bakal delisting secara sukarela dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelahnya, Nusantara Infrastructure akan menjadi perusahaan tertutup.

BACA JUGA:
BEI Pantau Saham Eterindo Wahanatama (ETWA) Usai Terjerat PKPU


Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman mengatakan bahwa hal tersebut merupakan keputusan mutlak perusahaan. Ia menyebut, BEI tidak memiliki kewenangan meminta setiap perusahaan yang sudah mencatatkan sahamnya untuk menetap.
&amp;ldquo;Itu kan pilihannya mereka, selama mereka bisa buyback. Harusnya kalau mau voluntary delisting ya mereka punya tanggung jawab. Kami gak bisa paksa mereka untuk stay,&amp;rdquo; kata Iman kepada wartawan di Gedung OJK Jakarta pada Senin (13/11/2023).

BACA JUGA:
BEI Segera Survei Lahan untuk Kantor di IKN


Sebagaimana diketahui, META memilih opsi voluntary delisting berdasarkan sejumlah alasan yaitu, sejumlah alasan yaitu, perseroan mengalami kerugian berturut-turut pada periode per 30 Juni 2023 dan 30 September 2023.
Perseroan juga mengakui tidak melakukan penggalangan dana atau  capital raising dari pasar modal sejak aksi korporasi dengan skema hak  memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dilakukan pada  2010 dan 2018. Hal ini disebut tidak akan dilakukan lagi di masa depan.  Selain itu, perseroan juga sudah tidak memberikan dividen kepada  pemegang saham setelah tahun buku 2018.
Di samping itu, manajemen META juga berniat mengembangkan anak usaha  sektor jalan tol yang membutuhkan pendanaan besar atau capital  intensive. Menurut manajemen, karakteristik bisnis tersebut membutuhkan  periode lama untuk menghasilkan imbal hasil investasi  (return-on-investment).
Sebagai informasi, saham META telah disuspensi BEI sejak Rabu  (8/11/2023), sehubungan dengan rencana go-private yang diumumkan pada 7  November 2023. Dalam hal ini, META akan meminta persetujuan investor  publik melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19  Desember 2023 mendatang.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Emiten Salim Group PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) bakal delisting secara sukarela dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Setelahnya, Nusantara Infrastructure akan menjadi perusahaan tertutup.

BACA JUGA:
BEI Pantau Saham Eterindo Wahanatama (ETWA) Usai Terjerat PKPU


Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman mengatakan bahwa hal tersebut merupakan keputusan mutlak perusahaan. Ia menyebut, BEI tidak memiliki kewenangan meminta setiap perusahaan yang sudah mencatatkan sahamnya untuk menetap.
&amp;ldquo;Itu kan pilihannya mereka, selama mereka bisa buyback. Harusnya kalau mau voluntary delisting ya mereka punya tanggung jawab. Kami gak bisa paksa mereka untuk stay,&amp;rdquo; kata Iman kepada wartawan di Gedung OJK Jakarta pada Senin (13/11/2023).

BACA JUGA:
BEI Segera Survei Lahan untuk Kantor di IKN


Sebagaimana diketahui, META memilih opsi voluntary delisting berdasarkan sejumlah alasan yaitu, sejumlah alasan yaitu, perseroan mengalami kerugian berturut-turut pada periode per 30 Juni 2023 dan 30 September 2023.
Perseroan juga mengakui tidak melakukan penggalangan dana atau  capital raising dari pasar modal sejak aksi korporasi dengan skema hak  memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue dilakukan pada  2010 dan 2018. Hal ini disebut tidak akan dilakukan lagi di masa depan.  Selain itu, perseroan juga sudah tidak memberikan dividen kepada  pemegang saham setelah tahun buku 2018.
Di samping itu, manajemen META juga berniat mengembangkan anak usaha  sektor jalan tol yang membutuhkan pendanaan besar atau capital  intensive. Menurut manajemen, karakteristik bisnis tersebut membutuhkan  periode lama untuk menghasilkan imbal hasil investasi  (return-on-investment).
Sebagai informasi, saham META telah disuspensi BEI sejak Rabu  (8/11/2023), sehubungan dengan rencana go-private yang diumumkan pada 7  November 2023. Dalam hal ini, META akan meminta persetujuan investor  publik melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 19  Desember 2023 mendatang.</content:encoded></item></channel></rss>
