<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kejar Masa Tanam, Mentan Minta Anak Buah Turun Langsung ke Lapangan</title><description>Andi Amran Sulaiman, meminta seluruh jajaran Kementerian Pertanian turun ke lapangan melakukan pendataan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/320/2919238/kejar-masa-tanam-mentan-minta-anak-buah-turun-langsung-ke-lapangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/320/2919238/kejar-masa-tanam-mentan-minta-anak-buah-turun-langsung-ke-lapangan"/><item><title>Kejar Masa Tanam, Mentan Minta Anak Buah Turun Langsung ke Lapangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/320/2919238/kejar-masa-tanam-mentan-minta-anak-buah-turun-langsung-ke-lapangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/320/2919238/kejar-masa-tanam-mentan-minta-anak-buah-turun-langsung-ke-lapangan</guid><pubDate>Senin 13 November 2023 08:11 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/13/320/2919238/kejar-masa-tanam-mentan-minta-anak-buah-turun-langsung-ke-lapangan-C7LdR2O4Zi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan Amran Sulaiman Minta Anak Buahnya Turun ke Lapangan (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/13/320/2919238/kejar-masa-tanam-mentan-minta-anak-buah-turun-langsung-ke-lapangan-C7LdR2O4Zi.jpg</image><title>Mentan Amran Sulaiman Minta Anak Buahnya Turun ke Lapangan (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wOS80LzE3MzQyOC81L3g4cGg3cWw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, meminta seluruh jajaran Kementerian Pertanian turun ke lapangan melakukan pendataan dan mempercepat persiapan kebutuhan masa tanam.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi luar biasa dengan lahan yang dapat kita garap, salah satunya lahan perkebunan berpotensi menjadi cpcl optimalisasi percepatan produksi padi dan jagung. Jadi padi dan jagung disinergikan dengan komoditas perkebunan.

BACA JUGA:
RI Bisa Swasembada Pangan dalam Waktu 3 Tahun? Ini Kata Mentan

&quot;Fokus utama kita saat ini adalah meningkatkan produktivitas dan Indeks Pertanaman (IP) dengan lebih mudah,&quot; kata Amran dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/11/2023).
Demi wujudkan akselerasi peningkatan luas tanam dan produksi padi dan jagung untuk setiap provinsi dan kabupaten/kota, Kementerian Pertanian sigap lakukan identifikasi CPCL agar tercapai target secara tepat guna. Perluasan lahan tanam ini dilakukan sebagai kelanjutan dari program optimasi pemanfaatan lahan rawa yang pernah dilakukan Mentan Amran di masa kepemimpinannya di 2014-2019 lalu.

BACA JUGA:
Mentan: Cukup Pakai KTP Petani Dapat Pupuk Subsidi

&quot;Saya harap kita bisa jaga komitmen tingkatkan produksi padi dan jagung di tahun 2024 guna menambah jumlah produksi komoditas pertanian Indonesia,&quot; sambungnya.Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan bakal memberikan dukungan untuk mendukung dan mengawal Luas Tambah Tanam (LTT) padi dan jagung di Provinsi Jawa Barat, Sulawesi Utara, Riau, Gorontalo, dan Maluku.
Dirjen Perkebunan, Andi Nur Alam Syah mengungkapkan, akhir tahun ini kita harus mencapai target untuk percepatan peningkatan luas lahan dan produksi jagung dan padi.
&quot;Proses administrasi harus selalu dikawal, jangan sampai ada kesalahan, dan pastikan kesesuaian petani dan lahan terdata serta diidentifikasi dengan baik dan akurat, sehingga target dapat tercapai secara tepat guna,&quot; ujar Andi Nur.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wOS80LzE3MzQyOC81L3g4cGg3cWw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, meminta seluruh jajaran Kementerian Pertanian turun ke lapangan melakukan pendataan dan mempercepat persiapan kebutuhan masa tanam.
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi luar biasa dengan lahan yang dapat kita garap, salah satunya lahan perkebunan berpotensi menjadi cpcl optimalisasi percepatan produksi padi dan jagung. Jadi padi dan jagung disinergikan dengan komoditas perkebunan.

BACA JUGA:
RI Bisa Swasembada Pangan dalam Waktu 3 Tahun? Ini Kata Mentan

&quot;Fokus utama kita saat ini adalah meningkatkan produktivitas dan Indeks Pertanaman (IP) dengan lebih mudah,&quot; kata Amran dalam keterangan tertulisnya, Senin (13/11/2023).
Demi wujudkan akselerasi peningkatan luas tanam dan produksi padi dan jagung untuk setiap provinsi dan kabupaten/kota, Kementerian Pertanian sigap lakukan identifikasi CPCL agar tercapai target secara tepat guna. Perluasan lahan tanam ini dilakukan sebagai kelanjutan dari program optimasi pemanfaatan lahan rawa yang pernah dilakukan Mentan Amran di masa kepemimpinannya di 2014-2019 lalu.

BACA JUGA:
Mentan: Cukup Pakai KTP Petani Dapat Pupuk Subsidi

&quot;Saya harap kita bisa jaga komitmen tingkatkan produksi padi dan jagung di tahun 2024 guna menambah jumlah produksi komoditas pertanian Indonesia,&quot; sambungnya.Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan bakal memberikan dukungan untuk mendukung dan mengawal Luas Tambah Tanam (LTT) padi dan jagung di Provinsi Jawa Barat, Sulawesi Utara, Riau, Gorontalo, dan Maluku.
Dirjen Perkebunan, Andi Nur Alam Syah mengungkapkan, akhir tahun ini kita harus mencapai target untuk percepatan peningkatan luas lahan dan produksi jagung dan padi.
&quot;Proses administrasi harus selalu dikawal, jangan sampai ada kesalahan, dan pastikan kesesuaian petani dan lahan terdata serta diidentifikasi dengan baik dan akurat, sehingga target dapat tercapai secara tepat guna,&quot; ujar Andi Nur.</content:encoded></item></channel></rss>
