<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Partai Perindo Sebut Gerakan Tanam Cabai Harus dari Kesadaran Rakyat Sendiri</title><description>Masyarakat diminta melakukan gerakan menanam sendiri cabai di pekarangan rumah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/320/2919377/partai-perindo-sebut-gerakan-tanam-cabai-harus-dari-kesadaran-rakyat-sendiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/320/2919377/partai-perindo-sebut-gerakan-tanam-cabai-harus-dari-kesadaran-rakyat-sendiri"/><item><title>Partai Perindo Sebut Gerakan Tanam Cabai Harus dari Kesadaran Rakyat Sendiri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/320/2919377/partai-perindo-sebut-gerakan-tanam-cabai-harus-dari-kesadaran-rakyat-sendiri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/320/2919377/partai-perindo-sebut-gerakan-tanam-cabai-harus-dari-kesadaran-rakyat-sendiri</guid><pubDate>Senin 13 November 2023 12:15 WIB</pubDate><dc:creator>Giffar Rivana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/13/320/2919377/partai-perindo-sebut-gerakan-tanam-cabai-harus-dari-kesadaran-rakyat-sendiri-fnqNHDuUfX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gerakan tanam cabai di rumah harus berdasarkan kesadaran masyarakat sendiri (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/13/320/2919377/partai-perindo-sebut-gerakan-tanam-cabai-harus-dari-kesadaran-rakyat-sendiri-fnqNHDuUfX.jpg</image><title>Gerakan tanam cabai di rumah harus berdasarkan kesadaran masyarakat sendiri (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wOC80LzE3MzM2My81L3g4cGcxZjM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Masyarakat diminta melakukan gerakan menanam sendiri cabai di pekarangan rumah. Seruan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi ini sebagai respons mahalnya harga cabai di pasaran.
Juru Bicara Nasional Partai Perindo Yerry Tawalujan mengungkapkan anjuran Kepala Bapanas tersebut sangat baik, tetapi itu harus lahir dari kesadaran masyarakat sendiri dan bukan program yang dipaksakan dari atas.

BACA JUGA:
Harga Cabai Sekarang Rp100 Ribu/Kg, Pedagang: Kemungkinan Tembus Rp150 Ribu 


&quot;Partai Perindo mendukung anjuran Kepala Bapanas, tapi jangan dipaksakan. Ini harus menjadi program yang didukung penuh berdasarkan kesadaran masyarakat sendiri,&quot; kata Yerry kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (12/11/2023).
Dia menjelaskan seruan masyarakat menanam cabai sendiri jangan di saat harga cabai kian mahal.
&quot;Harus direncanakan, diberi pelatihan, dan ada pendampingan supaya rakyat paham bagaimana bercocok tanam dengan sistem polybag,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Harga Cabai Mahal Rp100.000, Jokowi: Itu Musiman


Yerry menambah sistem polybag akan sangat bermanfaat jika kegiatan menanam sayuran, rempah-rempah seperti cabai ataupun tanaman obat dibiasakan di masyarakat.
Sebab, selain dapat dipakai untuk kebutuhan rumah tangga, kegiatan menanam sayuran di rumah masing-masing berguna untuk mengurangi dampak polusi dan kerusakan lingkungan.
&quot;Kegiatan menanam sendiri sayuran dan rempah-rempah ini sangat produktif,&quot; ujarnya.
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat yang maju sebagai Caleg DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara ini mendorong Pemerintah melakukan beberapa proyek percontohan.
Semisal memilih beberapa wilayah RT atau RW dan diberikan bantuan  pelatihan, bantuan bibit dan pupuk serta peralatan pertanian dengan  polybag juga disertai pendampingan.
&quot;Jika sudah ada hasilnya, ini dapat diaplikasikan di tempat-tempat lain,&quot; jelas Yerry.
Yerry mengingatkan, jangan sampai anjuran Bapanas ini hanya euforia  sesaat saja karena harga cabai mahal. Lalu, ketika musim kemarau  berakhir dan harga cabai normal, rencana ini juga berhenti.
&quot;Kalau mau berhasil, Pemerintah harus konsisten, membuat perencanaan dan dilaksanakan,&quot; pungkas Yerry.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8wOC80LzE3MzM2My81L3g4cGcxZjM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Masyarakat diminta melakukan gerakan menanam sendiri cabai di pekarangan rumah. Seruan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi ini sebagai respons mahalnya harga cabai di pasaran.
Juru Bicara Nasional Partai Perindo Yerry Tawalujan mengungkapkan anjuran Kepala Bapanas tersebut sangat baik, tetapi itu harus lahir dari kesadaran masyarakat sendiri dan bukan program yang dipaksakan dari atas.

BACA JUGA:
Harga Cabai Sekarang Rp100 Ribu/Kg, Pedagang: Kemungkinan Tembus Rp150 Ribu 


&quot;Partai Perindo mendukung anjuran Kepala Bapanas, tapi jangan dipaksakan. Ini harus menjadi program yang didukung penuh berdasarkan kesadaran masyarakat sendiri,&quot; kata Yerry kepada MNC Portal Indonesia, Minggu (12/11/2023).
Dia menjelaskan seruan masyarakat menanam cabai sendiri jangan di saat harga cabai kian mahal.
&quot;Harus direncanakan, diberi pelatihan, dan ada pendampingan supaya rakyat paham bagaimana bercocok tanam dengan sistem polybag,&quot; imbuhnya.

BACA JUGA:
Harga Cabai Mahal Rp100.000, Jokowi: Itu Musiman


Yerry menambah sistem polybag akan sangat bermanfaat jika kegiatan menanam sayuran, rempah-rempah seperti cabai ataupun tanaman obat dibiasakan di masyarakat.
Sebab, selain dapat dipakai untuk kebutuhan rumah tangga, kegiatan menanam sayuran di rumah masing-masing berguna untuk mengurangi dampak polusi dan kerusakan lingkungan.
&quot;Kegiatan menanam sendiri sayuran dan rempah-rempah ini sangat produktif,&quot; ujarnya.
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat yang maju sebagai Caleg DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara ini mendorong Pemerintah melakukan beberapa proyek percontohan.
Semisal memilih beberapa wilayah RT atau RW dan diberikan bantuan  pelatihan, bantuan bibit dan pupuk serta peralatan pertanian dengan  polybag juga disertai pendampingan.
&quot;Jika sudah ada hasilnya, ini dapat diaplikasikan di tempat-tempat lain,&quot; jelas Yerry.
Yerry mengingatkan, jangan sampai anjuran Bapanas ini hanya euforia  sesaat saja karena harga cabai mahal. Lalu, ketika musim kemarau  berakhir dan harga cabai normal, rencana ini juga berhenti.
&quot;Kalau mau berhasil, Pemerintah harus konsisten, membuat perencanaan dan dilaksanakan,&quot; pungkas Yerry.</content:encoded></item></channel></rss>
