<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Panen Raya 2024 Molor, Bagaimana Harga Beras Tahun Depan?</title><description>Musim panen raya 2024 diproyeksi molor. Hal ini dikhawatirkan akan membuat harga beras menjadi mahal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/320/2919495/panen-raya-2024-molor-bagaimana-harga-beras-tahun-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/320/2919495/panen-raya-2024-molor-bagaimana-harga-beras-tahun-depan"/><item><title>Panen Raya 2024 Molor, Bagaimana Harga Beras Tahun Depan?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/320/2919495/panen-raya-2024-molor-bagaimana-harga-beras-tahun-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/320/2919495/panen-raya-2024-molor-bagaimana-harga-beras-tahun-depan</guid><pubDate>Senin 13 November 2023 14:41 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/13/320/2919495/panen-raya-2024-molor-bagaimana-harga-beras-tahun-depan-9chHBb66yr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Musim panen 2024 diproyeksi mundur (Foto: okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/13/320/2919495/panen-raya-2024-molor-bagaimana-harga-beras-tahun-depan-9chHBb66yr.jpg</image><title>Musim panen 2024 diproyeksi mundur (Foto: okezone)</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash; Musim panen raya 2024 diproyeksi molor. Hal ini dikhawatirkan akan membuat harga beras menjadi mahal.
Pengamat Pangan Institut Pertanian Bogor, Dwi Andreas mundurnya musim panen disebabkan oleh mundurnya masa tanam karena baru masuknya musim penghujan pada awal November ini.

BACA JUGA:
Harga Beras dan Cabai Belum Turun, Partai Perindo Minta Pemerintah Fokus Kendalikan Gejolak Komoditas Pangan

Dwi Andreas menjelaskan dengan masuknya musim penghujan pada awal November ini, kemungkinan masa tanam padi baru bisa serempak dilakukan pada bulan awal Desember mendatang. Hal itu menunggu kondisi tanah yang basah terlebih dahulu setelah diguyur hujan.
&quot;Kalau Oktober sudah hujan biasanya mereka baru tanam bulan November, kenapa demikian, karena baru hujan itu tidak bisa tanam padi, perlu lahan tersebut yang mula kering terisi air dahulu sampai bisa menggenang, kemungkinan mereka baru tanam itu sekitar bulan November,&quot; ujar Dwi Andreas saat dihubungi MNC Portal, Senin (13/11/2023).

BACA JUGA:
Harga Beras dan Gula Naik, Pedagang-Pembeli Teriak

&quot;Sehingga kalau kita kita hitung Desember, Januari, Februari, Maret sudah mulai panen, puncaknya di Maret, biasannya seperti itu, panen puncak di bulan Maret,&quot; sambungnya.
Sehingga menurutnya mundurnya musim tanam pada tahun ini bakal berimbas pada musim panen pada tahun 2024 mendatang yang juga mengalami kemunduran. Berdasarkan proyeksinya, kemungkinan musim panen raya bakal bergeser sekitar 2-3 minggu kemudian.&quot;Karena musim hujan baru di November kemungkinan terlambat sekitar  20-an hari, karena baru November kira-kira nanti tanam serempaknya  perhitungan saya di Desember, tanam dalam luasan besar,&quot; lanjut Dwi  Andreas.
Namun demikian, Dwi Andreas menilai kemunduran musim panen raya itu  tidak berdampak banyak terhadap pembentukan harga beras di pasar. Sebab  antisipasi Pemerintah dengan melakukan importasi beras yang masif bakal  membentuk harga beras di pasar.
&quot;Seharusnya seperti itu (harga beras naik), tapi yang terjadi saat  ini anomali, saya melihat dari survey AP2TI, harga gabah di tingkat  usaha tani saat ini mulai turun, padahal gabah di tingkat petani jarang,  kalau turun saya pastikan harga beras akan turun,&quot; pungkasnya.
Sekedar informasi tambahan, Pemerintah saat ini telah kembali  menugaskan BUMN pangan Bulog untuk menambah kuota impor sebanyak 2 juta  ton pada awal tahun 2024 mendatang. Hal itu bertujuan untuk menekan  harga beras di pasar antisipasi mengalami kenaikan apabila produksi padi  petani turun.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash; Musim panen raya 2024 diproyeksi molor. Hal ini dikhawatirkan akan membuat harga beras menjadi mahal.
Pengamat Pangan Institut Pertanian Bogor, Dwi Andreas mundurnya musim panen disebabkan oleh mundurnya masa tanam karena baru masuknya musim penghujan pada awal November ini.

BACA JUGA:
Harga Beras dan Cabai Belum Turun, Partai Perindo Minta Pemerintah Fokus Kendalikan Gejolak Komoditas Pangan

Dwi Andreas menjelaskan dengan masuknya musim penghujan pada awal November ini, kemungkinan masa tanam padi baru bisa serempak dilakukan pada bulan awal Desember mendatang. Hal itu menunggu kondisi tanah yang basah terlebih dahulu setelah diguyur hujan.
&quot;Kalau Oktober sudah hujan biasanya mereka baru tanam bulan November, kenapa demikian, karena baru hujan itu tidak bisa tanam padi, perlu lahan tersebut yang mula kering terisi air dahulu sampai bisa menggenang, kemungkinan mereka baru tanam itu sekitar bulan November,&quot; ujar Dwi Andreas saat dihubungi MNC Portal, Senin (13/11/2023).

BACA JUGA:
Harga Beras dan Gula Naik, Pedagang-Pembeli Teriak

&quot;Sehingga kalau kita kita hitung Desember, Januari, Februari, Maret sudah mulai panen, puncaknya di Maret, biasannya seperti itu, panen puncak di bulan Maret,&quot; sambungnya.
Sehingga menurutnya mundurnya musim tanam pada tahun ini bakal berimbas pada musim panen pada tahun 2024 mendatang yang juga mengalami kemunduran. Berdasarkan proyeksinya, kemungkinan musim panen raya bakal bergeser sekitar 2-3 minggu kemudian.&quot;Karena musim hujan baru di November kemungkinan terlambat sekitar  20-an hari, karena baru November kira-kira nanti tanam serempaknya  perhitungan saya di Desember, tanam dalam luasan besar,&quot; lanjut Dwi  Andreas.
Namun demikian, Dwi Andreas menilai kemunduran musim panen raya itu  tidak berdampak banyak terhadap pembentukan harga beras di pasar. Sebab  antisipasi Pemerintah dengan melakukan importasi beras yang masif bakal  membentuk harga beras di pasar.
&quot;Seharusnya seperti itu (harga beras naik), tapi yang terjadi saat  ini anomali, saya melihat dari survey AP2TI, harga gabah di tingkat  usaha tani saat ini mulai turun, padahal gabah di tingkat petani jarang,  kalau turun saya pastikan harga beras akan turun,&quot; pungkasnya.
Sekedar informasi tambahan, Pemerintah saat ini telah kembali  menugaskan BUMN pangan Bulog untuk menambah kuota impor sebanyak 2 juta  ton pada awal tahun 2024 mendatang. Hal itu bertujuan untuk menekan  harga beras di pasar antisipasi mengalami kenaikan apabila produksi padi  petani turun.</content:encoded></item></channel></rss>
