<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kekeringan Ekstrem, Indonesia Masuk Situasi Gorila El Nino</title><description>Indonesia tengah menghadapi kekeringan ekstrem yang disebut juga Gorila El Nino.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/320/2919607/kekeringan-ekstrem-indonesia-masuk-situasi-gorila-el-nino</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/320/2919607/kekeringan-ekstrem-indonesia-masuk-situasi-gorila-el-nino"/><item><title>Kekeringan Ekstrem, Indonesia Masuk Situasi Gorila El Nino</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/320/2919607/kekeringan-ekstrem-indonesia-masuk-situasi-gorila-el-nino</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/13/320/2919607/kekeringan-ekstrem-indonesia-masuk-situasi-gorila-el-nino</guid><pubDate>Senin 13 November 2023 17:17 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/13/320/2919607/kekeringan-ekstrem-indonesia-masuk-situasi-gorila-el-nino-zvdJwePQjV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indonesia menghadapi Gorila El Nino (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/13/320/2919607/kekeringan-ekstrem-indonesia-masuk-situasi-gorila-el-nino-zvdJwePQjV.jpg</image><title>Indonesia menghadapi Gorila El Nino (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash; Indonesia tengah menghadapi kekeringan ekstrem yang disebut juga Gorila El Nino. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan Gorlia El Nino berdampak buruk yang bakal mengganggu produktivitas pertanian di Indonesia.
Amran menjelaskan fenomena Gorlia El Nino ini bakal membuat suhu muka laut yang menjadi lebih hangat dan bakal berlangsung lebih lama dari fenomena tahunan biasanya.

BACA JUGA:
7 Fakta Bansos Beras 10 Kg dan BLT El Nino Terus Dicairkan sampai Desember 2023

&quot;El Nino bukan lagi El Nino biasa, bukan lagi super, tapi sudah masuk Gorila El Nino, dan ini terbesar. Ini ke depan (bisa terjadi) sampai Februari 2024,&quot; ujar Mentan di Gedung DPR RI, Senin (13/11/2023).
El Nino akan menyebabkan pembentukan awan terutama di Indonesia bakal terhambat. Sehingga intensitas hujan lebih rendah meski secara periodik Indonesia saat ini sudah memasuki musim penghujan. Hal itu yang bakal membuat sektor pertanian terutama produksi padi bakal terhambat akibat ketersediaan air berkurang.

BACA JUGA:
Data Penerima BLT El Nino Berbeda, Begini Penjelasan Wapres

Di satu sisi, Amran menggambarkan kondisi Gorlia El Nino ini membuat nasib ketahanan pangan nasional juga jadi terancam. Karena ketika produksi pertanian nasional menurun akibat El Nino, kondisi konflik antar negara juga bakal menyeret pada terhambatnya rantai pasok.
&quot;Gorila El Nino ini mengerikan, satu sisi juga ada pembatasan ekspor (pangan) negara lain. Bisa kita bayangkan apa yang terjadi, mau impor (kalau produksi dalam negeri kurang) tidak ada,&quot; lanjut Amran.Oleh karena itu, langkah yang perlu diambil Pemerintah segera adalah  meningkatkan produksi dalam negeri untuk memperkuat ketahanan pangan  nasional. Sehingga kemandirian pangan terutama untuk komoditas yang  menjadi bahan pokok bisa kokoh menghadapi fenomena alam dan konflik yang  saat ini tengah terjadi.
&quot;Solusi terbaik sekarang kita gandengan tangan tingkatkan produksi,  tidak ada jalan lain. Sudah ada 22 negara batasi (ekspor) termasuk  India, (Indonesia) mau impor tapi sampai saat ini belum ada kepastian,&quot;  kata Amran.
&quot;Tantangan yang kompleks seperti El Nino berdampak ke penurunan  produksi, konflik geopolitik menyebabkan terganggu distribusi pangan,  dan adanya restriksi ekspor produsen pangan,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash; Indonesia tengah menghadapi kekeringan ekstrem yang disebut juga Gorila El Nino. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan Gorlia El Nino berdampak buruk yang bakal mengganggu produktivitas pertanian di Indonesia.
Amran menjelaskan fenomena Gorlia El Nino ini bakal membuat suhu muka laut yang menjadi lebih hangat dan bakal berlangsung lebih lama dari fenomena tahunan biasanya.

BACA JUGA:
7 Fakta Bansos Beras 10 Kg dan BLT El Nino Terus Dicairkan sampai Desember 2023

&quot;El Nino bukan lagi El Nino biasa, bukan lagi super, tapi sudah masuk Gorila El Nino, dan ini terbesar. Ini ke depan (bisa terjadi) sampai Februari 2024,&quot; ujar Mentan di Gedung DPR RI, Senin (13/11/2023).
El Nino akan menyebabkan pembentukan awan terutama di Indonesia bakal terhambat. Sehingga intensitas hujan lebih rendah meski secara periodik Indonesia saat ini sudah memasuki musim penghujan. Hal itu yang bakal membuat sektor pertanian terutama produksi padi bakal terhambat akibat ketersediaan air berkurang.

BACA JUGA:
Data Penerima BLT El Nino Berbeda, Begini Penjelasan Wapres

Di satu sisi, Amran menggambarkan kondisi Gorlia El Nino ini membuat nasib ketahanan pangan nasional juga jadi terancam. Karena ketika produksi pertanian nasional menurun akibat El Nino, kondisi konflik antar negara juga bakal menyeret pada terhambatnya rantai pasok.
&quot;Gorila El Nino ini mengerikan, satu sisi juga ada pembatasan ekspor (pangan) negara lain. Bisa kita bayangkan apa yang terjadi, mau impor (kalau produksi dalam negeri kurang) tidak ada,&quot; lanjut Amran.Oleh karena itu, langkah yang perlu diambil Pemerintah segera adalah  meningkatkan produksi dalam negeri untuk memperkuat ketahanan pangan  nasional. Sehingga kemandirian pangan terutama untuk komoditas yang  menjadi bahan pokok bisa kokoh menghadapi fenomena alam dan konflik yang  saat ini tengah terjadi.
&quot;Solusi terbaik sekarang kita gandengan tangan tingkatkan produksi,  tidak ada jalan lain. Sudah ada 22 negara batasi (ekspor) termasuk  India, (Indonesia) mau impor tapi sampai saat ini belum ada kepastian,&quot;  kata Amran.
&quot;Tantangan yang kompleks seperti El Nino berdampak ke penurunan  produksi, konflik geopolitik menyebabkan terganggu distribusi pangan,  dan adanya restriksi ekspor produsen pangan,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
