<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pertemuan Jokowi-Joe Biden Hasilkan Investasi Jumbo AS di Indonesia   </title><description>Presiden Amerika Serikat (AS) menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di White House, Washington DC</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/14/320/2920296/pertemuan-jokowi-joe-biden-hasilkan-investasi-jumbo-as-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/14/320/2920296/pertemuan-jokowi-joe-biden-hasilkan-investasi-jumbo-as-di-indonesia"/><item><title>Pertemuan Jokowi-Joe Biden Hasilkan Investasi Jumbo AS di Indonesia   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/14/320/2920296/pertemuan-jokowi-joe-biden-hasilkan-investasi-jumbo-as-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/14/320/2920296/pertemuan-jokowi-joe-biden-hasilkan-investasi-jumbo-as-di-indonesia</guid><pubDate>Selasa 14 November 2023 17:28 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/14/320/2920296/pertemuan-jokowi-joe-biden-hasilkan-investasi-jumbo-as-di-indonesia-4J2NCkEmn0.png" expression="full" type="image/jpeg">Pertemuan Jokowi dengan Joe Biden. (Foto: Okezone.com/Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/14/320/2920296/pertemuan-jokowi-joe-biden-hasilkan-investasi-jumbo-as-di-indonesia-4J2NCkEmn0.png</image><title>Pertemuan Jokowi dengan Joe Biden. (Foto: Okezone.com/Setpres)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di White House, Washington DC, hari ini. Pertemuan dua kepala negara menghasilkan sejumlah komitmen dan program investasi untuk memajukan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia.
&quot;Hal ini akan menandai era baru antara kita, dalam hubungan antara Amerika Serikat dan Indonesia secara keseluruhan, yang akan mempengaruhi segalanya. Hal ini mencakup peningkatan kerja sama keamanan, khususnya keamanan maritim. Hal ini juga mencakup perluasan kerjasama kita untuk membangun rantai pasokan yang aman dan tangguh. Hal ini termasuk memperdalam kolaborasi kita untuk memerangi krisis iklim,&quot; ujar Biden.

BACA JUGA:
Jokowi Minta Biden Hentikan Kekejaman Israel di Gaza

Berdasarkan lembaran fakta resmi dari website White House (whitehouse.gov), berikut adalah komitmen investasi AS ke perusahaan-perusahaan berkembang RI demi memajukan kesejahteraan.
1. Development Finance Corporation (DFC)
Lembaga DFC akan menyediakan pendanaan baru sebesar USD131 juta atau Rp2 triliun dengan perhitungan kurs Rp15.700 per dolar AS. Pendanaan ini akan digunakan untuk dua tujuan, yaitu:
a. Meningkatkan inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi melalui penjaminan pinjaman kepada Bank Sampoerna untuk mendukung pinjamannya kepada usaha mikro, kecil, dan menengah;

BACA JUGA:
 Presiden Jokowi Ajak Joe Biden Hentikan Konflik dan Kekejaman di Gaza&amp;nbsp; &amp;nbsp;

b. Memberikan pinjaman langsung untuk memperluas pinjaman keuangan mikro Amartha Nusantara Raya kepada pengusaha di pedesaan di Indonesia, yang secara khusus ditargetkan pada bisnis yang dimiliki dan dijalankan oleh perempuan.
2. ExxonMobil
Pemerintah Indonesia berencana untuk menggandeng ExxonMobil dalam investasi yang mencapai USD15 miliar untuk meningkatkan pertumbuhan industri dan mendorong dekarbonisasi di Indonesia dan berpotensi di seluruh Indo-Pasifik, termasuk penilaian bersama oleh ExxonMobil dan Pertamina mengenai potensi pusat penyerapan karbon jauh di bawah tanah di Laut Jawa, yang dapat menampung setidaknya tiga miliar metrik ton karbon dioksida.3. The U.S. Trade and Development Agency (USTDA)
USTDA akan mendukung hibah kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menilai kelayakan komersial dan teknis penerapan teknologi jaringan akses radio terbuka (Open RAN) untuk menyediakan konektivitas digital bagi sekitar 1.621 desa yang belum terlayani di seluruh Indonesia.
Dalam pernyataan resmi tersebut, AS dan Indonesia bermaksud bermitra untuk menciptakan rantai nilai semikonduktor global yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan, dimulai dengan peninjauan terhadap ekosistem semikonduktor Indonesia saat ini, kerangka peraturan, serta kebutuhan tenaga kerja dan infrastruktur untuk mendasari kolaborasi kita dalam mengembangkan sektor penting ini AS juga bermaksud bermitra dengan asosiasi industri untuk memimpin delegasi perdagangan perusahaan semikonduktor AS ke Indonesia.
Selain itu, Departemen Perdagangan AS bermaksud untuk bermitra dengan Indonesia dalam sebuah inisiatif baru dengan para pemangku kepentingan pariwisata untuk lebih memperkuat perjalanan dan pariwisata antara kedua negara, terutama di bidang bisnis, pendidikan, dan rekreasi.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) menyambut kedatangan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di White House, Washington DC, hari ini. Pertemuan dua kepala negara menghasilkan sejumlah komitmen dan program investasi untuk memajukan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia.
&quot;Hal ini akan menandai era baru antara kita, dalam hubungan antara Amerika Serikat dan Indonesia secara keseluruhan, yang akan mempengaruhi segalanya. Hal ini mencakup peningkatan kerja sama keamanan, khususnya keamanan maritim. Hal ini juga mencakup perluasan kerjasama kita untuk membangun rantai pasokan yang aman dan tangguh. Hal ini termasuk memperdalam kolaborasi kita untuk memerangi krisis iklim,&quot; ujar Biden.

BACA JUGA:
Jokowi Minta Biden Hentikan Kekejaman Israel di Gaza

Berdasarkan lembaran fakta resmi dari website White House (whitehouse.gov), berikut adalah komitmen investasi AS ke perusahaan-perusahaan berkembang RI demi memajukan kesejahteraan.
1. Development Finance Corporation (DFC)
Lembaga DFC akan menyediakan pendanaan baru sebesar USD131 juta atau Rp2 triliun dengan perhitungan kurs Rp15.700 per dolar AS. Pendanaan ini akan digunakan untuk dua tujuan, yaitu:
a. Meningkatkan inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi melalui penjaminan pinjaman kepada Bank Sampoerna untuk mendukung pinjamannya kepada usaha mikro, kecil, dan menengah;

BACA JUGA:
 Presiden Jokowi Ajak Joe Biden Hentikan Konflik dan Kekejaman di Gaza&amp;nbsp; &amp;nbsp;

b. Memberikan pinjaman langsung untuk memperluas pinjaman keuangan mikro Amartha Nusantara Raya kepada pengusaha di pedesaan di Indonesia, yang secara khusus ditargetkan pada bisnis yang dimiliki dan dijalankan oleh perempuan.
2. ExxonMobil
Pemerintah Indonesia berencana untuk menggandeng ExxonMobil dalam investasi yang mencapai USD15 miliar untuk meningkatkan pertumbuhan industri dan mendorong dekarbonisasi di Indonesia dan berpotensi di seluruh Indo-Pasifik, termasuk penilaian bersama oleh ExxonMobil dan Pertamina mengenai potensi pusat penyerapan karbon jauh di bawah tanah di Laut Jawa, yang dapat menampung setidaknya tiga miliar metrik ton karbon dioksida.3. The U.S. Trade and Development Agency (USTDA)
USTDA akan mendukung hibah kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menilai kelayakan komersial dan teknis penerapan teknologi jaringan akses radio terbuka (Open RAN) untuk menyediakan konektivitas digital bagi sekitar 1.621 desa yang belum terlayani di seluruh Indonesia.
Dalam pernyataan resmi tersebut, AS dan Indonesia bermaksud bermitra untuk menciptakan rantai nilai semikonduktor global yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan, dimulai dengan peninjauan terhadap ekosistem semikonduktor Indonesia saat ini, kerangka peraturan, serta kebutuhan tenaga kerja dan infrastruktur untuk mendasari kolaborasi kita dalam mengembangkan sektor penting ini AS juga bermaksud bermitra dengan asosiasi industri untuk memimpin delegasi perdagangan perusahaan semikonduktor AS ke Indonesia.
Selain itu, Departemen Perdagangan AS bermaksud untuk bermitra dengan Indonesia dalam sebuah inisiatif baru dengan para pemangku kepentingan pariwisata untuk lebih memperkuat perjalanan dan pariwisata antara kedua negara, terutama di bidang bisnis, pendidikan, dan rekreasi.</content:encoded></item></channel></rss>
