<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi-Biden Bahas Penguatan Kerja Sama Perdagangan RI-Amerika</title><description>Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Gedung Putih, Washington DC.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/15/320/2920577/jokowi-biden-bahas-penguatan-kerja-sama-perdagangan-ri-amerika</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/15/320/2920577/jokowi-biden-bahas-penguatan-kerja-sama-perdagangan-ri-amerika"/><item><title>Jokowi-Biden Bahas Penguatan Kerja Sama Perdagangan RI-Amerika</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/15/320/2920577/jokowi-biden-bahas-penguatan-kerja-sama-perdagangan-ri-amerika</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/15/320/2920577/jokowi-biden-bahas-penguatan-kerja-sama-perdagangan-ri-amerika</guid><pubDate>Rabu 15 November 2023 07:52 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/15/320/2920577/jokowi-biden-bahas-penguatan-kerja-sama-perdagangan-ri-amerika-96YoXjJmZR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden AS Joe Biden (Foto: Setpres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/15/320/2920577/jokowi-biden-bahas-penguatan-kerja-sama-perdagangan-ri-amerika-96YoXjJmZR.jpg</image><title>Presiden Jokowi bertemu dengan Presiden AS Joe Biden (Foto: Setpres)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNS8xLzE3MzY5My81L3g4cG4zamk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, pada Senin, 13 November 2023.
Presiden Jokowi menyambut baik kesepakatan dalam meningkatkan status kemitraan Indonesia-Amerika Serikat menjadi Comprehensive Strategic Partnership (CSP).

BACA JUGA:
Jokowi Hadiri KTT APEC di San Francisco


&amp;ldquo;Saya senang, kita telah sepakat untuk tingkatkan status kemitraan menjadi Comprehensive Strategic Partnership, dan penting untuk pastikan CSP Indonesia dan Amerika Serikat bermanfaat bagi rakyat dan berkontribusi bagi kawasan dan dunia,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi kepada Presiden Biden.
Presiden Jokowi pun memaparkan sejumlah CSP yang akan dilakukan antarkedua negara tersebut dalam sejumlah bidang, salah satunya adalah dalam kerja sama perdagangan. Presiden menilai kedua negara perlu menciptakan pembaharuan untuk meningkatkan perdagangan antarkedua negara, salah satunya melalui perpanjangan fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) kepada Indonesia.

BACA JUGA:
Usai Bertemu Joe Biden di Washington, Jokowi Bertolak ke San Francisco


&amp;ldquo;Ini penting bagi rantai pasok dan kurangi ketergantungan Amerika Serikat terhadap impor RRT, mohon dukungan Presiden Biden untuk terus dorong Kongres AS percepat pengesahan GSP,&amp;rdquo; ungkap Presiden Jokowi.
Selain itu, Presiden Jokowi pun menekankan kembali mengenai pentingnya akses pasar yang lebih luas dan inklusif melalui Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) yang diharapkan dapat memfasilitasi kepentingan negara berkembang.
&amp;ldquo;Saya harap IPEF dapat mengakomodir kepentingan negara berkembang  termasuk pemanfaatan subsidi hijau dari Inflation Reduction Act,&amp;rdquo; kata  Presiden Jokowi.
Selanjutnya, dalam hal kerja sama investasi dan pembangunan, Kepala  Negara menyambut baik minat para investor dari Amerika Serikat dalam  pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Presiden pun mendorong agar para  investor juga dapat membantu mendorong realisasi sejumlah proyek  strategis Indonesia lainnya.
&amp;ldquo;Saya sambut baik minat investor Amerika Serikat untuk kembangkan IKN  Nusantara dan saya ingin dorong realisasi proyek strategis. Investasi  kilang petrokimia di Jawa Barat, pengembangan carbon capture storage di  Laut Jawa, pengolahan nikel baterai EV dan operasional smelter di  Sulawesi Selatan dan Gresik, serta Pembangunan panel dan modul surya di  Batang,&amp;rdquo; ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga turut mengapresiasi  pencabutan sanksi Amerika Serikat terhadap Venezuela. Presiden menilai  hal tersebut mampu mengoperasikan kembali perusahaan afiliasi Pertamina  di Venezuela.
&amp;ldquo;Memungkinkan Pertamina, melalui perusahaan afiliasinya di Venezuela Maurel et Prom, untuk kembali beroperasi,&amp;rdquo; tandasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNS8xLzE3MzY5My81L3g4cG4zamk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, pada Senin, 13 November 2023.
Presiden Jokowi menyambut baik kesepakatan dalam meningkatkan status kemitraan Indonesia-Amerika Serikat menjadi Comprehensive Strategic Partnership (CSP).

BACA JUGA:
Jokowi Hadiri KTT APEC di San Francisco


&amp;ldquo;Saya senang, kita telah sepakat untuk tingkatkan status kemitraan menjadi Comprehensive Strategic Partnership, dan penting untuk pastikan CSP Indonesia dan Amerika Serikat bermanfaat bagi rakyat dan berkontribusi bagi kawasan dan dunia,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi kepada Presiden Biden.
Presiden Jokowi pun memaparkan sejumlah CSP yang akan dilakukan antarkedua negara tersebut dalam sejumlah bidang, salah satunya adalah dalam kerja sama perdagangan. Presiden menilai kedua negara perlu menciptakan pembaharuan untuk meningkatkan perdagangan antarkedua negara, salah satunya melalui perpanjangan fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) kepada Indonesia.

BACA JUGA:
Usai Bertemu Joe Biden di Washington, Jokowi Bertolak ke San Francisco


&amp;ldquo;Ini penting bagi rantai pasok dan kurangi ketergantungan Amerika Serikat terhadap impor RRT, mohon dukungan Presiden Biden untuk terus dorong Kongres AS percepat pengesahan GSP,&amp;rdquo; ungkap Presiden Jokowi.
Selain itu, Presiden Jokowi pun menekankan kembali mengenai pentingnya akses pasar yang lebih luas dan inklusif melalui Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) yang diharapkan dapat memfasilitasi kepentingan negara berkembang.
&amp;ldquo;Saya harap IPEF dapat mengakomodir kepentingan negara berkembang  termasuk pemanfaatan subsidi hijau dari Inflation Reduction Act,&amp;rdquo; kata  Presiden Jokowi.
Selanjutnya, dalam hal kerja sama investasi dan pembangunan, Kepala  Negara menyambut baik minat para investor dari Amerika Serikat dalam  pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Presiden pun mendorong agar para  investor juga dapat membantu mendorong realisasi sejumlah proyek  strategis Indonesia lainnya.
&amp;ldquo;Saya sambut baik minat investor Amerika Serikat untuk kembangkan IKN  Nusantara dan saya ingin dorong realisasi proyek strategis. Investasi  kilang petrokimia di Jawa Barat, pengembangan carbon capture storage di  Laut Jawa, pengolahan nikel baterai EV dan operasional smelter di  Sulawesi Selatan dan Gresik, serta Pembangunan panel dan modul surya di  Batang,&amp;rdquo; ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga turut mengapresiasi  pencabutan sanksi Amerika Serikat terhadap Venezuela. Presiden menilai  hal tersebut mampu mengoperasikan kembali perusahaan afiliasi Pertamina  di Venezuela.
&amp;ldquo;Memungkinkan Pertamina, melalui perusahaan afiliasinya di Venezuela Maurel et Prom, untuk kembali beroperasi,&amp;rdquo; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
