<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ramai Boikot Produk Israel, Pengusaha Ritel Singgung Hak Konsumen</title><description>Seruan aksi boikot terhadap produk Israel atau yang dianggap pro Israel jangan sampai mengabaikan hak-hak konsumen.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/15/320/2920989/ramai-boikot-produk-israel-pengusaha-ritel-singgung-hak-konsumen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/15/320/2920989/ramai-boikot-produk-israel-pengusaha-ritel-singgung-hak-konsumen"/><item><title>Ramai Boikot Produk Israel, Pengusaha Ritel Singgung Hak Konsumen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/15/320/2920989/ramai-boikot-produk-israel-pengusaha-ritel-singgung-hak-konsumen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/15/320/2920989/ramai-boikot-produk-israel-pengusaha-ritel-singgung-hak-konsumen</guid><pubDate>Rabu 15 November 2023 17:29 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/15/320/2920989/ramai-boikot-produk-israel-pengusaha-ritel-singgung-hak-konsumen-OOj5tH8FGW.png" expression="full" type="image/jpeg">Aprindo soal Marak Boikot Produk Israel (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/15/320/2920989/ramai-boikot-produk-israel-pengusaha-ritel-singgung-hak-konsumen-OOj5tH8FGW.png</image><title>Aprindo soal Marak Boikot Produk Israel (Foto: MPI)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengatakan, seruan aksi boikot terhadap produk Israel atau yang dianggap pro Israel jangan sampai mengabaikan hak-hak konsumen.

Menurutnya, konsumen punya hak untuk memilih dan membeli produk, jangan sampai dengan adanya aksi boikot dan dorongan-dorongan lainnya yang saat ini dilakukan justru menggerus hak itu.

&quot;Jadi hak konsumen itu kan memilih, membeli dan mendapatkan produk. Nah ketika hak itu tidak tercapai lalu mereka bagaimana?&quot; kata Roy dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/11/2023).

BACA JUGA:Pengusaha Ritel Khawatir Fatwa Haram Produk Israel Sebabkan PHK&amp;nbsp;


Dia menjelaskan, saat konsumen berbelanja tentu akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, karena konsumsi rumah tangga di Tanah Air mencapai 51,8%.

&quot;Bahkan berbelanja apapun makan dan minum 278 juta makan dan minum penduduk Indonesia itulah mengkontribusi ekonomi kita sehingga bisa di angka 5%,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat, Aprindo: Tidak Ada Kepanikan Belanja&amp;nbsp;


Kendati demikian, dia mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi aksi-aksi perdamaian yang terus digaungkan, namun perekonomian juga harus tetap dijaga.

&quot;Kami menghargai keputusan konsumen, menghargai fatwa MUI, di sini kami hanya mengingatkan dan jangan sampai nanti ada hal-hal yang tidak diinginkan,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey mengatakan, seruan aksi boikot terhadap produk Israel atau yang dianggap pro Israel jangan sampai mengabaikan hak-hak konsumen.

Menurutnya, konsumen punya hak untuk memilih dan membeli produk, jangan sampai dengan adanya aksi boikot dan dorongan-dorongan lainnya yang saat ini dilakukan justru menggerus hak itu.

&quot;Jadi hak konsumen itu kan memilih, membeli dan mendapatkan produk. Nah ketika hak itu tidak tercapai lalu mereka bagaimana?&quot; kata Roy dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/11/2023).

BACA JUGA:Pengusaha Ritel Khawatir Fatwa Haram Produk Israel Sebabkan PHK&amp;nbsp;


Dia menjelaskan, saat konsumen berbelanja tentu akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, karena konsumsi rumah tangga di Tanah Air mencapai 51,8%.

&quot;Bahkan berbelanja apapun makan dan minum 278 juta makan dan minum penduduk Indonesia itulah mengkontribusi ekonomi kita sehingga bisa di angka 5%,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:Harga Mi Instan Bakal Naik 3 Kali Lipat, Aprindo: Tidak Ada Kepanikan Belanja&amp;nbsp;


Kendati demikian, dia mengatakan bahwa pihaknya sangat mendukung dan mengapresiasi aksi-aksi perdamaian yang terus digaungkan, namun perekonomian juga harus tetap dijaga.

&quot;Kami menghargai keputusan konsumen, menghargai fatwa MUI, di sini kami hanya mengingatkan dan jangan sampai nanti ada hal-hal yang tidak diinginkan,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
