<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Rumah Alami Kenaikan Sejak Pandemi, Ini Penyebabnya</title><description>Harga rumah di bawah Rp2 miliar mengalami kenaikan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/15/470/2920826/harga-rumah-alami-kenaikan-sejak-pandemi-ini-penyebabnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/15/470/2920826/harga-rumah-alami-kenaikan-sejak-pandemi-ini-penyebabnya"/><item><title>Harga Rumah Alami Kenaikan Sejak Pandemi, Ini Penyebabnya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/15/470/2920826/harga-rumah-alami-kenaikan-sejak-pandemi-ini-penyebabnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/15/470/2920826/harga-rumah-alami-kenaikan-sejak-pandemi-ini-penyebabnya</guid><pubDate>Rabu 15 November 2023 14:17 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/15/470/2920826/harga-rumah-alami-kenaikan-sejak-pandemi-ini-penyebabnya-JAZiQvx00G.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Harga rumah alami kenaikan sejak pandemi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/15/470/2920826/harga-rumah-alami-kenaikan-sejak-pandemi-ini-penyebabnya-JAZiQvx00G.jpeg</image><title>Harga rumah alami kenaikan sejak pandemi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Harga rumah di bawah Rp2 miliar mengalami kenaikan. Hal ini diungkap lembaga riset milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yakni Housing Finance Center.
Hasil riset merekam harga rumah secara nasional mencatatkan kenaikan tertinggi sejak pandemi pada triwulan III 2023. Rumah di bawah Rp2 miliar menjadi penyumbang terbesar kenaikan tersebut.

BACA JUGA:
Respons OJK soal Rencana BTN Akuisisi Muamalat


Dalam riset yang dirilis Housing Finance Center (HFC) menyebutkan indeks harga rumah (House Price Index/HPI) untuk triwulan III/2023 mencapai sebesar 211,9 atau mengalami pertumbuhan tertinggi setelah pandemi sebesar 8,7% secara tahunan (year-on-year/yoy). Kenaikan didorong oleh rumah dengan ukuran besar atau Tipe 70 dengan harga berkisar Rp500 juta-Rp1 miliar yang mencatatkan kenaikan sebesar 12% yoy pada triwulan III/2023.
Direktur Consumer Bank BTN Hirwandi Gafar mengatakan kenaikan harga rumah tersebut menjadi menjadi refleksi peningkatan permintaan rumah di masyarakat.

BACA JUGA:
Diikuti 12.600 Pelari, BTN Sukses Gelar BTN Jakarta Run 2023!


&amp;ldquo;Kami menilai kondisi ini akan bertahan hingga akhir tahun sejalan dengan insentif PPN DPT dari Pemerintah untuk rumah di bawah Rp2 miliar. Kondisi ini tentunya menjadi momentum pertumbuhan positif bagi Bank BTN,&amp;rdquo; jelas Hirwandi di Jakarta, Rabu (15/11/2023).
Lebih lanjut, riset HFC BTN juga menyebutkan kenaikan harga rumah tersebut juga disumbang oleh rumah ukuran kecil atau tipe 36 dengan harga di bawah Rp350 juta. HFC mencatat harga rumah tipe 36 tumbuh 8,4% yoy.

Sementara itu, berdasarkan data Bank BTN, komposisi penyaluran KPR  untuk harga di bawah Rp2 miliar paling banyak di Provinsi Jawa Barat  atau sekitar 44%. Kemudian, penyaluran KPR terbanyak disusul Provinsi  Jawa Timur, Banten, dan Jawa Tengah.  Untuk luar Pulau Jawa, pada pulau  Sumatera, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan dan Sumatera Utara  menduduki posisi tertinggi untuk penyaluran KPR di Bank BTN.
&amp;ldquo;Untuk provinsi dengan pertumbuhan tertinggi terjadi di luar Pulau  Jawa yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan  Utara, dan Kalimantan Timur,&amp;rdquo; rinci Hirwandi.
Hirwandi menambahkan, selama delapan bulan pertama tahun ini, Bank  BTN juga telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) baik Subsidi  maupun Non-Subsidi sebesar Rp27,5 Triliun atau tumbuh 17,9% yoy.  Kenaikan tersebut tercatat masih berada di atas rata-rata industri.  Berdasarkan data Bank Indonesia, KPR secara nasional tumbuh 12,3% yoy di  September 2023, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya atau per  Juni 2023 sebesar 10.6% yoy.
Adapun, Kresna Hutabarat, analis Mandiri Sekuritas dalam risetnya  mempertahankan rekomendasi beli untuk Bank BTN dengan target price  Rp1.800. Kresna memproyeksikan laba bersih BBTN di tahun 2023 dapat  menyentuh Rp3,37 Triliun atau tumbuh 10,7% dari periode tahun  sebelumnya. Dengan asumsi tersebut, ROAE diperkirakan dapat mencapai 12%  di tahun ini.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMS8wNy80LzE1NjM5OS8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Harga rumah di bawah Rp2 miliar mengalami kenaikan. Hal ini diungkap lembaga riset milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk yakni Housing Finance Center.
Hasil riset merekam harga rumah secara nasional mencatatkan kenaikan tertinggi sejak pandemi pada triwulan III 2023. Rumah di bawah Rp2 miliar menjadi penyumbang terbesar kenaikan tersebut.

BACA JUGA:
Respons OJK soal Rencana BTN Akuisisi Muamalat


Dalam riset yang dirilis Housing Finance Center (HFC) menyebutkan indeks harga rumah (House Price Index/HPI) untuk triwulan III/2023 mencapai sebesar 211,9 atau mengalami pertumbuhan tertinggi setelah pandemi sebesar 8,7% secara tahunan (year-on-year/yoy). Kenaikan didorong oleh rumah dengan ukuran besar atau Tipe 70 dengan harga berkisar Rp500 juta-Rp1 miliar yang mencatatkan kenaikan sebesar 12% yoy pada triwulan III/2023.
Direktur Consumer Bank BTN Hirwandi Gafar mengatakan kenaikan harga rumah tersebut menjadi menjadi refleksi peningkatan permintaan rumah di masyarakat.

BACA JUGA:
Diikuti 12.600 Pelari, BTN Sukses Gelar BTN Jakarta Run 2023!


&amp;ldquo;Kami menilai kondisi ini akan bertahan hingga akhir tahun sejalan dengan insentif PPN DPT dari Pemerintah untuk rumah di bawah Rp2 miliar. Kondisi ini tentunya menjadi momentum pertumbuhan positif bagi Bank BTN,&amp;rdquo; jelas Hirwandi di Jakarta, Rabu (15/11/2023).
Lebih lanjut, riset HFC BTN juga menyebutkan kenaikan harga rumah tersebut juga disumbang oleh rumah ukuran kecil atau tipe 36 dengan harga di bawah Rp350 juta. HFC mencatat harga rumah tipe 36 tumbuh 8,4% yoy.

Sementara itu, berdasarkan data Bank BTN, komposisi penyaluran KPR  untuk harga di bawah Rp2 miliar paling banyak di Provinsi Jawa Barat  atau sekitar 44%. Kemudian, penyaluran KPR terbanyak disusul Provinsi  Jawa Timur, Banten, dan Jawa Tengah.  Untuk luar Pulau Jawa, pada pulau  Sumatera, Provinsi Jambi, Provinsi Sumatera Selatan dan Sumatera Utara  menduduki posisi tertinggi untuk penyaluran KPR di Bank BTN.
&amp;ldquo;Untuk provinsi dengan pertumbuhan tertinggi terjadi di luar Pulau  Jawa yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan  Utara, dan Kalimantan Timur,&amp;rdquo; rinci Hirwandi.
Hirwandi menambahkan, selama delapan bulan pertama tahun ini, Bank  BTN juga telah menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) baik Subsidi  maupun Non-Subsidi sebesar Rp27,5 Triliun atau tumbuh 17,9% yoy.  Kenaikan tersebut tercatat masih berada di atas rata-rata industri.  Berdasarkan data Bank Indonesia, KPR secara nasional tumbuh 12,3% yoy di  September 2023, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya atau per  Juni 2023 sebesar 10.6% yoy.
Adapun, Kresna Hutabarat, analis Mandiri Sekuritas dalam risetnya  mempertahankan rekomendasi beli untuk Bank BTN dengan target price  Rp1.800. Kresna memproyeksikan laba bersih BBTN di tahun 2023 dapat  menyentuh Rp3,37 Triliun atau tumbuh 10,7% dari periode tahun  sebelumnya. Dengan asumsi tersebut, ROAE diperkirakan dapat mencapai 12%  di tahun ini.</content:encoded></item></channel></rss>
