<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Cara Pertamina Geothermal Energy Percepat Transisi Energi ke Panas Bumi</title><description>PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) melakukan sejumlah upaya untuk mengubah penggunaan batu bara menjadi energi geothermal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/16/320/2921425/ini-cara-pertamina-geothermal-energy-percepat-transisi-energi-ke-panas-bumi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/16/320/2921425/ini-cara-pertamina-geothermal-energy-percepat-transisi-energi-ke-panas-bumi"/><item><title>Ini Cara Pertamina Geothermal Energy Percepat Transisi Energi ke Panas Bumi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/16/320/2921425/ini-cara-pertamina-geothermal-energy-percepat-transisi-energi-ke-panas-bumi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/16/320/2921425/ini-cara-pertamina-geothermal-energy-percepat-transisi-energi-ke-panas-bumi</guid><pubDate>Kamis 16 November 2023 12:20 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://e.okezone.com/error.png" expression="full" type="image/jpeg"></media:content><images><thumb></thumb><image>https://e.okezone.com/error.png</image><title></title></images><description>
JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) melakukan sejumlah upaya untuk mengubah penggunaan batu bara menjadi energi geothermal.

Direktur Utama PGEO sekaligus Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia Julfi Hadi mengatakan tengah menekan biaya dari geothermal, menciptakan value, serta memperbanyak value dari energi panas bumi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Masa Transisi Energi, Kilang Pertamina Internasional Jaga Pasokan BBM dan LPG

&amp;ldquo;Kita punya scale dan volume dari resource itu untuk make a different untuk memajukan geothermal ini,&amp;rdquo; kata Julfi dalam Chief Talk Okezone di Jakarta.
Dia mengungkapkan, bahwa dulu geothermal hanya menggunakan temperatur tinggi dari panas bawah gunung mencapai 220 derajat lebih.
Kini, pihaknya diharuskan memakai temperatur rendah hingga sedang.

BACA JUGA:
Masa Transisi Energi, Kilang Pertamina Internasional Jaga Pasokan BBM dan LPG

&amp;ldquo;Jadi mengcreate value di mana dulu CODnya tujuh sampai delapan tahun. Sekarang, menjadi tiga sampai empat tahun,&amp;rdquo; ujar Julfi.
Dirut PGE Julfi Hadi menambahkan bahwa formula kedua dan ketiga adalah secondary product yang tengah menarik di dunia seperti green hidrogen, green metanol, silica, dan karbon.
&amp;ldquo;Itu akan membuat commerciality dari project geothermal ini lebih attractive. Dengan new formula yang tetap dibicarakan dengan pemerintah bahwa ini harus diakselerasi dengan insentif-insentif yang benar,&amp;rdquo; tegasnya.Julfi kembali menjelaskan, bahwa terdapat kolaborasi dari beberapa stakeholder terkait.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Luhut Ungkap Peran AS Bebaskan Duit Pertamina Rp4,7 Triliun yang Mengendap di Venezuela

Mulai dari Asosiasi Panas Bumi Indonesia, PGE, IPP, PLN, serta pemerintah agar dapat mengakselerasi geothermal.
Di samping itu, Julfi menuturkan, bahwa negara Kenya sudah dapat mengakselerasi geothermal lebih cepat karena masyarakatnya menyadari bahwa Kenya adalah negara geothermal.
Hal serupa terjadi dengan Turki, negara tersebut memberikan tarif yang double digit untuk 12 hingga 15 tahun supaya bisa dikomersialkan.</description><content:encoded>
JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) melakukan sejumlah upaya untuk mengubah penggunaan batu bara menjadi energi geothermal.

Direktur Utama PGEO sekaligus Ketua Asosiasi Panas Bumi Indonesia Julfi Hadi mengatakan tengah menekan biaya dari geothermal, menciptakan value, serta memperbanyak value dari energi panas bumi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Masa Transisi Energi, Kilang Pertamina Internasional Jaga Pasokan BBM dan LPG

&amp;ldquo;Kita punya scale dan volume dari resource itu untuk make a different untuk memajukan geothermal ini,&amp;rdquo; kata Julfi dalam Chief Talk Okezone di Jakarta.
Dia mengungkapkan, bahwa dulu geothermal hanya menggunakan temperatur tinggi dari panas bawah gunung mencapai 220 derajat lebih.
Kini, pihaknya diharuskan memakai temperatur rendah hingga sedang.

BACA JUGA:
Masa Transisi Energi, Kilang Pertamina Internasional Jaga Pasokan BBM dan LPG

&amp;ldquo;Jadi mengcreate value di mana dulu CODnya tujuh sampai delapan tahun. Sekarang, menjadi tiga sampai empat tahun,&amp;rdquo; ujar Julfi.
Dirut PGE Julfi Hadi menambahkan bahwa formula kedua dan ketiga adalah secondary product yang tengah menarik di dunia seperti green hidrogen, green metanol, silica, dan karbon.
&amp;ldquo;Itu akan membuat commerciality dari project geothermal ini lebih attractive. Dengan new formula yang tetap dibicarakan dengan pemerintah bahwa ini harus diakselerasi dengan insentif-insentif yang benar,&amp;rdquo; tegasnya.Julfi kembali menjelaskan, bahwa terdapat kolaborasi dari beberapa stakeholder terkait.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Luhut Ungkap Peran AS Bebaskan Duit Pertamina Rp4,7 Triliun yang Mengendap di Venezuela

Mulai dari Asosiasi Panas Bumi Indonesia, PGE, IPP, PLN, serta pemerintah agar dapat mengakselerasi geothermal.
Di samping itu, Julfi menuturkan, bahwa negara Kenya sudah dapat mengakselerasi geothermal lebih cepat karena masyarakatnya menyadari bahwa Kenya adalah negara geothermal.
Hal serupa terjadi dengan Turki, negara tersebut memberikan tarif yang double digit untuk 12 hingga 15 tahun supaya bisa dikomersialkan.</content:encoded></item></channel></rss>
