<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Konsumsi Baja RI Tembus 15 Juta Ton per Tahun</title><description>Konsumsi baja di Indonesia mengalami kenaikan setiap tahun. Konsumsi baja RI tembus 15 juta ton per tahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/16/320/2921502/konsumsi-baja-ri-tembus-15-juta-ton-per-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/16/320/2921502/konsumsi-baja-ri-tembus-15-juta-ton-per-tahun"/><item><title>Konsumsi Baja RI Tembus 15 Juta Ton per Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/16/320/2921502/konsumsi-baja-ri-tembus-15-juta-ton-per-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/16/320/2921502/konsumsi-baja-ri-tembus-15-juta-ton-per-tahun</guid><pubDate>Kamis 16 November 2023 14:03 WIB</pubDate><dc:creator> Ikhsan Permana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/16/320/2921502/konsumsi-baja-ri-tembus-15-juta-ton-per-tahun-DrlCdU9m0e.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Konsumsi industri besi dan baja meningkat (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/16/320/2921502/konsumsi-baja-ri-tembus-15-juta-ton-per-tahun-DrlCdU9m0e.jpeg</image><title>Konsumsi industri besi dan baja meningkat (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMC80LzE3MjkzNi81L3g4cDc5MXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Konsumsi baja di Indonesia mengalami kenaikan setiap tahun. Konsumsi baja RI tembus 15 juta ton per tahun.
The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) mengungkapkan bahwa industri baja pasca covid-19 terus mengalami perkembangan yang cukup baik. Ketua Umum IISIA Purwono Widodo mengatakan bahwa konsumsi baja di Indonesia sudah kembali pada level sebelum pandemi covid-19.

BACA JUGA:
Ekspor Baja RI Capai Rp446 Triliun, Menko Airlangga: Tumbuh Signifikan


&quot;Untuk demand atau konsumsi, kita sudah kembali menyentuh di angka 15 juta ton per tahun jadi sekarang ini kita di angka antara 15-17 juta ton per tahun setelah sempat waktu covid kita jatuh di angka 12-13 juta ton, tapi sekarang sudah kembali,&quot; ungkap Purwono dalam siaran Market Review di IDX Channel, Kamis (16/11/2023).
Dari sisi produksi, dia juga menyebut bahwa saat ini sudah mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan masa pandemi covid-19.

BACA JUGA:
Pak Bas: Pembangunan Infrastruktur Tak Hanya Rangkai Beton dan Baja


&quot;Dihitung dari utilisasi pada masa covid tergerus di bawah 50%, sedangkan sekarang kita sudah merangkak di atas 50% kira-kira di 60-70%,&quot; bebernya.
&quot;Ini juga dibarengi dengan angka ekspor yang juga meningkat dari tahun ke tahun,&quot; sambungnya.
Namun menurutnya masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus  diselesaikan, salah satunya nilai impor baja Indonesia masih cukup  besar.
Dia tidak menampik di beberapa sektor, Indonesia memang masih  membutuhkan impor baja, sehingga perlu adanya penyeimbangan agar tidak  menggerus industri baja lokal.
&quot;Kita sebetulnya butuh impor, karena di dalam struktur neraca  industri baja di Indonesia itu memang dalam capacity antar hulu kemudian  intermediate itu belum balance, sehingga kita tidak bisa bicara impor  itu hanya satu gelondongan,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8zMC80LzE3MjkzNi81L3g4cDc5MXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Konsumsi baja di Indonesia mengalami kenaikan setiap tahun. Konsumsi baja RI tembus 15 juta ton per tahun.
The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) mengungkapkan bahwa industri baja pasca covid-19 terus mengalami perkembangan yang cukup baik. Ketua Umum IISIA Purwono Widodo mengatakan bahwa konsumsi baja di Indonesia sudah kembali pada level sebelum pandemi covid-19.

BACA JUGA:
Ekspor Baja RI Capai Rp446 Triliun, Menko Airlangga: Tumbuh Signifikan


&quot;Untuk demand atau konsumsi, kita sudah kembali menyentuh di angka 15 juta ton per tahun jadi sekarang ini kita di angka antara 15-17 juta ton per tahun setelah sempat waktu covid kita jatuh di angka 12-13 juta ton, tapi sekarang sudah kembali,&quot; ungkap Purwono dalam siaran Market Review di IDX Channel, Kamis (16/11/2023).
Dari sisi produksi, dia juga menyebut bahwa saat ini sudah mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan masa pandemi covid-19.

BACA JUGA:
Pak Bas: Pembangunan Infrastruktur Tak Hanya Rangkai Beton dan Baja


&quot;Dihitung dari utilisasi pada masa covid tergerus di bawah 50%, sedangkan sekarang kita sudah merangkak di atas 50% kira-kira di 60-70%,&quot; bebernya.
&quot;Ini juga dibarengi dengan angka ekspor yang juga meningkat dari tahun ke tahun,&quot; sambungnya.
Namun menurutnya masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus  diselesaikan, salah satunya nilai impor baja Indonesia masih cukup  besar.
Dia tidak menampik di beberapa sektor, Indonesia memang masih  membutuhkan impor baja, sehingga perlu adanya penyeimbangan agar tidak  menggerus industri baja lokal.
&quot;Kita sebetulnya butuh impor, karena di dalam struktur neraca  industri baja di Indonesia itu memang dalam capacity antar hulu kemudian  intermediate itu belum balance, sehingga kita tidak bisa bicara impor  itu hanya satu gelondongan,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
