<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>200 Ha Lahan Rawa Mulai Ditanami, Siap Tambah Produksi Beras 1 juta Ton</title><description>Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mulai melakukan penanaman komoditas pertanian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/16/320/2921512/200-ha-lahan-rawa-mulai-ditanami-siap-tambah-produksi-beras-1-juta-ton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/16/320/2921512/200-ha-lahan-rawa-mulai-ditanami-siap-tambah-produksi-beras-1-juta-ton"/><item><title>200 Ha Lahan Rawa Mulai Ditanami, Siap Tambah Produksi Beras 1 juta Ton</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/16/320/2921512/200-ha-lahan-rawa-mulai-ditanami-siap-tambah-produksi-beras-1-juta-ton</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/16/320/2921512/200-ha-lahan-rawa-mulai-ditanami-siap-tambah-produksi-beras-1-juta-ton</guid><pubDate>Kamis 16 November 2023 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/16/320/2921512/200-ha-lahan-rawa-mulai-ditanami-siap-tambah-produksi-beras-1-juta-ton-OljgdsYZil.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tambahan lahan produksi beras (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/16/320/2921512/200-ha-lahan-rawa-mulai-ditanami-siap-tambah-produksi-beras-1-juta-ton-OljgdsYZil.jpg</image><title>Tambahan lahan produksi beras (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNC8xLzE3MzY1MS81L3g4cG0zcGU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mulai melakukan penanaman komoditas pertanian di atas lahan rawa di Kalimantan Selatan (Kalsel). Pemanfaatan lahan rawa ini dipercaya mampu mendongkrak produksi pangan nasional.


BACA JUGA:
Warga Antre Panjang demi Bansos Beras 10 Kg, Cuma Pakai KTP

Amran menjelaskan, pihaknya akan mengoptimalkan lahan rawa di Kalimantan Selatan seluas 200 ribu hektar, atau paling minimal 150 ribu hektar. Potensi lahan rawa di Kalimantan Selatan seluas 200 ribu hektar itu jika dikelola dengan optimal, dapat menghasilkan beras sebesar 1 juta ton.
&quot;Kalimantan Selatan adalah penopang pangan Indonesia sehingga Kementerian Pertanian akan merancang Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan menjadi penopang pangan nasional,&quot; kata Amran dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/11/2023).


BACA JUGA:
Cuma Pakai KTP, Warga Antre Panjang demi Bansos Beras 10 Kg

Lebih lanjut, Amran menyebutkan upaya yang dilakukan dalam optimasi lahan rawa yakni melalui rehabilisasi dan selebihnya dibangun menjadi lahan sawah.
&quot;Indeks Pertanaman lahan sawah rawa di sini 1 kali setahun, kita akan naikan menjadi 2 kali. Maka kita akan membangun tanggul sepanjang sungai, agar tersedia air dan tidak terjadi banjir,&quot; lanjutnya

Amran optimis dapat membangun dan mengoptimalkan lahan rawa di Kalimantan Selatan khususnya Kabupaten Tanah Laut. Pasalnya, Program Serasi (Selamatkan Lahan Rawa Sejahterakan Petani) berjalan baik. Bahkan penyaluran pupuk di Kabupaten Tanah Laut pun terbaik, yakni tidak ada satu pun petani yang mengeluh pupuk karena sudah menerapkan KTP untuk menebus mendapatkan pupuk subsidi.

&quot;Benih padi yang digunakan pada lahan rawa ini yakni bibit unggul,  sesuai keinginan petani bukan pemerintah pusat. Dulu kami dengar ada  bantuan benih yang ditolak petani, kami minta Dirjen itu distop. Karena  petani yang tanam, banyak petani yang tidak mau tanam benih bantuan  karena produksinya rendah. Sekarang benih yang diminta petani di seluruh  Indonesia itu yang kami siapkan,&quot; tutur Amran.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Ali Jamil menambahkan dalam  mengelola lahan rawa, tata kelola air yang efisien dan perbaikan  infrastruktur irigasi menjadi krusial. Petani-petani di Tanah Laut ini  tidak hanya mengubah lahan rawa tadah hujan menjadi ladang yang  produktif, tetapi juga dengan gigih menciptakan jaringan saluran  drainase yang menjaga tanah tetap subur.

&quot;Sebelum program Serasi pada 2019, lokasi Kabupaten Tanah Laut ini  mengalami kendala yang menghambat pertanaman. Dengan adanya program  Serasi, manajemen air ditingkatkan, memungkinkan pertanaman pada musim  hujan, yang sebelumnya sulit karena risiko banjir,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNC8xLzE3MzY1MS81L3g4cG0zcGU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mulai melakukan penanaman komoditas pertanian di atas lahan rawa di Kalimantan Selatan (Kalsel). Pemanfaatan lahan rawa ini dipercaya mampu mendongkrak produksi pangan nasional.


BACA JUGA:
Warga Antre Panjang demi Bansos Beras 10 Kg, Cuma Pakai KTP

Amran menjelaskan, pihaknya akan mengoptimalkan lahan rawa di Kalimantan Selatan seluas 200 ribu hektar, atau paling minimal 150 ribu hektar. Potensi lahan rawa di Kalimantan Selatan seluas 200 ribu hektar itu jika dikelola dengan optimal, dapat menghasilkan beras sebesar 1 juta ton.
&quot;Kalimantan Selatan adalah penopang pangan Indonesia sehingga Kementerian Pertanian akan merancang Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Sulawesi Selatan menjadi penopang pangan nasional,&quot; kata Amran dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/11/2023).


BACA JUGA:
Cuma Pakai KTP, Warga Antre Panjang demi Bansos Beras 10 Kg

Lebih lanjut, Amran menyebutkan upaya yang dilakukan dalam optimasi lahan rawa yakni melalui rehabilisasi dan selebihnya dibangun menjadi lahan sawah.
&quot;Indeks Pertanaman lahan sawah rawa di sini 1 kali setahun, kita akan naikan menjadi 2 kali. Maka kita akan membangun tanggul sepanjang sungai, agar tersedia air dan tidak terjadi banjir,&quot; lanjutnya

Amran optimis dapat membangun dan mengoptimalkan lahan rawa di Kalimantan Selatan khususnya Kabupaten Tanah Laut. Pasalnya, Program Serasi (Selamatkan Lahan Rawa Sejahterakan Petani) berjalan baik. Bahkan penyaluran pupuk di Kabupaten Tanah Laut pun terbaik, yakni tidak ada satu pun petani yang mengeluh pupuk karena sudah menerapkan KTP untuk menebus mendapatkan pupuk subsidi.

&quot;Benih padi yang digunakan pada lahan rawa ini yakni bibit unggul,  sesuai keinginan petani bukan pemerintah pusat. Dulu kami dengar ada  bantuan benih yang ditolak petani, kami minta Dirjen itu distop. Karena  petani yang tanam, banyak petani yang tidak mau tanam benih bantuan  karena produksinya rendah. Sekarang benih yang diminta petani di seluruh  Indonesia itu yang kami siapkan,&quot; tutur Amran.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Ali Jamil menambahkan dalam  mengelola lahan rawa, tata kelola air yang efisien dan perbaikan  infrastruktur irigasi menjadi krusial. Petani-petani di Tanah Laut ini  tidak hanya mengubah lahan rawa tadah hujan menjadi ladang yang  produktif, tetapi juga dengan gigih menciptakan jaringan saluran  drainase yang menjaga tanah tetap subur.

&quot;Sebelum program Serasi pada 2019, lokasi Kabupaten Tanah Laut ini  mengalami kendala yang menghambat pertanaman. Dengan adanya program  Serasi, manajemen air ditingkatkan, memungkinkan pertanaman pada musim  hujan, yang sebelumnya sulit karena risiko banjir,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
