<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rencana Jangka Panjang Pertamina Geothermal Energy dalam Transisi Energi Hijau di RI</title><description>PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memiliki rencana jangka pendek serta panjang dalam mengelola sumber daya panas bumi di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/16/320/2921532/rencana-jangka-panjang-pertamina-geothermal-energy-dalam-transisi-energi-hijau-di-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/16/320/2921532/rencana-jangka-panjang-pertamina-geothermal-energy-dalam-transisi-energi-hijau-di-ri"/><item><title>Rencana Jangka Panjang Pertamina Geothermal Energy dalam Transisi Energi Hijau di RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/16/320/2921532/rencana-jangka-panjang-pertamina-geothermal-energy-dalam-transisi-energi-hijau-di-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/16/320/2921532/rencana-jangka-panjang-pertamina-geothermal-energy-dalam-transisi-energi-hijau-di-ri</guid><pubDate>Kamis 16 November 2023 17:08 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/16/320/2921532/rencana-jangka-panjang-pertamina-geothermal-energy-dalam-transisi-energi-hijau-di-ri-oEuU6ThuHg.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Dirut Pertamina Geothermal Energy, Julfi Hadi dalam Chief Talk Okezone. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/16/320/2921532/rencana-jangka-panjang-pertamina-geothermal-energy-dalam-transisi-energi-hijau-di-ri-oEuU6ThuHg.JPG</image><title>Dirut Pertamina Geothermal Energy, Julfi Hadi dalam Chief Talk Okezone. (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNy8xLzE3MjgxNS81L3g4cDRxdnk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memiliki rencana jangka pendek serta panjang dalam mengelola sumber daya panas bumi di Indonesia.

Hal ini dilakukan agar Indonesia bisa beralih ke energi hijau.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tahan Laju Penurunan, Pertamina Hulu Mahakam Cetak Produksi Minyak 26 Ribu Barel/Hari&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Direktur PGEO Julfi Hadi mengatakan tengah menjalani kapasitas sekitar 700 dan 672 megawatt serta akan menyimpan sekitar 700 megawatt lagi.

&amp;ldquo;Mungkin kita baru renew lagi mungkin lebih dari 700, mungkin bisa 1000 megawatt. Kalau dihitung sudah hampir 1700 megawatt yang harus kita jalani,&amp;rdquo; kata Julfi dalam Chief Talk Okezone di Jakarta.

Julfi melanjutkan, bahwa akan dibuat dalam beberapa tahap, yaitu menjadikan satu gigawatt company dalam dua tahun dengan menggunakan teknologi.

Menurutnya, hal tersebut membuat PGE tidak harus melakukan pengeboran lagi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pertamina-ExxonMobil Menjajaki Pengembangan Carbon Capture Storage Hub

Lantaran beberapa hasil pengeboran di atas akan disuntikkan kembali untuk dilakukan optimisasi menjadi lower temperature geothermal yang bisa menghasilkan listrik.

&amp;ldquo;Yang tadinya geothermal dengan pressure yang rendah karena pas diangkat ada yang up pressure dan low pressure itu sekarang bisa dibuat listrik. Jadi, kalau dikumpulin 210 megawatt, kita akan menjadi satu gigawatt company ini two years,&amp;rdquo; jelas Julfi.
&amp;ldquo;Berikutnya, yang lebih effort cuma masih gampang adalah mengenai extension-extension. Project-project yang lagi jalan, itu mempunyai extension. Ternyata setelah kita drilling ini lebih besar dari antisipasi,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Cara Pertamina Geothermal Energy Percepat Transisi Energi ke Panas Bumi



Dirut PGEO itu menambahkan, bahwa pihaknya mempunyai sumber daya yang besar dan program yang clear.



&amp;ldquo;Mungkin sampai 1,5 giga di enam tahun dan bisa saja mencapai plus plus,&amp;rdquo; ungkap Julfi.



Julfi pun optimis Indonesia akan mempunyai perusahaan world leader di sumber daya geothermal guna mewujudkan transisi ke energi hijau.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8yNy8xLzE3MjgxNS81L3g4cDRxdnk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memiliki rencana jangka pendek serta panjang dalam mengelola sumber daya panas bumi di Indonesia.

Hal ini dilakukan agar Indonesia bisa beralih ke energi hijau.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tahan Laju Penurunan, Pertamina Hulu Mahakam Cetak Produksi Minyak 26 Ribu Barel/Hari&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Direktur PGEO Julfi Hadi mengatakan tengah menjalani kapasitas sekitar 700 dan 672 megawatt serta akan menyimpan sekitar 700 megawatt lagi.

&amp;ldquo;Mungkin kita baru renew lagi mungkin lebih dari 700, mungkin bisa 1000 megawatt. Kalau dihitung sudah hampir 1700 megawatt yang harus kita jalani,&amp;rdquo; kata Julfi dalam Chief Talk Okezone di Jakarta.

Julfi melanjutkan, bahwa akan dibuat dalam beberapa tahap, yaitu menjadikan satu gigawatt company dalam dua tahun dengan menggunakan teknologi.

Menurutnya, hal tersebut membuat PGE tidak harus melakukan pengeboran lagi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pertamina-ExxonMobil Menjajaki Pengembangan Carbon Capture Storage Hub

Lantaran beberapa hasil pengeboran di atas akan disuntikkan kembali untuk dilakukan optimisasi menjadi lower temperature geothermal yang bisa menghasilkan listrik.

&amp;ldquo;Yang tadinya geothermal dengan pressure yang rendah karena pas diangkat ada yang up pressure dan low pressure itu sekarang bisa dibuat listrik. Jadi, kalau dikumpulin 210 megawatt, kita akan menjadi satu gigawatt company ini two years,&amp;rdquo; jelas Julfi.
&amp;ldquo;Berikutnya, yang lebih effort cuma masih gampang adalah mengenai extension-extension. Project-project yang lagi jalan, itu mempunyai extension. Ternyata setelah kita drilling ini lebih besar dari antisipasi,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Ini Cara Pertamina Geothermal Energy Percepat Transisi Energi ke Panas Bumi



Dirut PGEO itu menambahkan, bahwa pihaknya mempunyai sumber daya yang besar dan program yang clear.



&amp;ldquo;Mungkin sampai 1,5 giga di enam tahun dan bisa saja mencapai plus plus,&amp;rdquo; ungkap Julfi.



Julfi pun optimis Indonesia akan mempunyai perusahaan world leader di sumber daya geothermal guna mewujudkan transisi ke energi hijau.</content:encoded></item></channel></rss>
