<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Kriteria Hunian yang Layak Huni Disimak Ya!</title><description>Kebutuhan akan hunian layak huni masih menjadi persoalan yang perlu diperhatikan oleh setiap stakeholder.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/16/470/2921844/ini-kriteria-hunian-yang-layak-huni-disimak-ya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/16/470/2921844/ini-kriteria-hunian-yang-layak-huni-disimak-ya"/><item><title>Ini Kriteria Hunian yang Layak Huni Disimak Ya!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/16/470/2921844/ini-kriteria-hunian-yang-layak-huni-disimak-ya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/16/470/2921844/ini-kriteria-hunian-yang-layak-huni-disimak-ya</guid><pubDate>Kamis 16 November 2023 21:38 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/16/470/2921844/ini-kriteria-kawasan-yang-layak-huni-disimak-ya-ZU0hZuyuVN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hunian yang Layak Saat Ini (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/16/470/2921844/ini-kriteria-kawasan-yang-layak-huni-disimak-ya-ZU0hZuyuVN.jpg</image><title>Hunian yang Layak Saat Ini (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash; Kebutuhan akan hunian layak huni masih menjadi persoalan yang perlu diperhatikan oleh setiap stakeholder Perumahan.
Menurut data dari Kementerian PUPR, angka backlog kepemilikan hunian di Indonesia mencapai 11 juta, di mana mayoritas tersebar di kota-kota besar pada tahun 2022. Adanya kepadatan penduduk ditambah terbatasnya ketersediaan lahan menjadi salah satu sumbu utama dari permasalahan tersebut.

BACA JUGA:
Harga Rumah Alami Kenaikan Sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

&amp;ldquo;Sekarang total penduduk di perkotaan adalah 56,7% sedangkan di pedesaan 43,3%, artinya tentu wilayah perkotaan akan semakin padat dan menantang dalam mengatur transportasi dan hunian untuk masyarakat,&amp;rdquo; ujar Menteri BUMN, Erick Thohir, Kamis (17/11/2023).
Menindaklanjuti hal tersebut serta melihat persoalan yang ada, maka diperlukan strategi pembangunan yang tidak hanya mengatasi masalah ketersediaan hunian, melainkan juga masalah lainnya yang berkaitan, yaitu lingkungan dan kemacetan.

BACA JUGA:
Segini Harga Helm pembalap MotoGP, Ternyata Ada Seharga Rumah

Perumnas pengembang perumahan pun kemudian berinovasi mengembangkan hunian TOD yang dapat menjadi one-stop solution dari permasalahan ketersediaan hunian di kota-kota besar.&amp;ldquo;Hunian TOD merupakan bukti komitmen Perumnas dalam menghadirkan inovasi dan mengembangkan hunian layak huni secara berkesinambungan. Kami meyakini bahwa hunian TOD ini dapat menjadi solusi atas berbagai permasalahan hunian di kota-kota besar,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro.
&amp;ldquo;Konsep hunian yang mengedepankan adanya integrasi transportasi, akan semakin mendukung tingkat produktivitas dan mobilitas penghuni menuju area yang dituju juga penggunaan transportasi publik yang tentunya dapat menurunkan emisi karbon dan ramah lingkungan, Hunian TOD merupakan hasil kolaborasi Perumnas bersama beberapa BUMN,&amp;rdquo; tambahnya.
Dengan terorientasinya hunian dengan transportasi umum, menjadikan hunian berkonsep TOD ramah lingkungan.
&amp;ldquo;Konsep TOD ini kami rancang agar aksesibilitasnya tinggi supaya menjadi lebih pedestrian friendly dan eco friendly yang nantinya bisa membuat penghuni maupun masyarakat sekitar merasa lebih nyaman untuk menggunakan transportasi umum,&amp;rdquo; kata Direktur Produksi Perum Perumnas Tri Hartanto.
Konektivitas tanpa batas yang dikombinasikan dengan kenyamanan, estetika dan keterjangkauan menjadi added value yang dikedepankan Perumnas pada hunian TOD mereka.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash; Kebutuhan akan hunian layak huni masih menjadi persoalan yang perlu diperhatikan oleh setiap stakeholder Perumahan.
Menurut data dari Kementerian PUPR, angka backlog kepemilikan hunian di Indonesia mencapai 11 juta, di mana mayoritas tersebar di kota-kota besar pada tahun 2022. Adanya kepadatan penduduk ditambah terbatasnya ketersediaan lahan menjadi salah satu sumbu utama dari permasalahan tersebut.

BACA JUGA:
Harga Rumah Alami Kenaikan Sejak Pandemi, Ini Penyebabnya

&amp;ldquo;Sekarang total penduduk di perkotaan adalah 56,7% sedangkan di pedesaan 43,3%, artinya tentu wilayah perkotaan akan semakin padat dan menantang dalam mengatur transportasi dan hunian untuk masyarakat,&amp;rdquo; ujar Menteri BUMN, Erick Thohir, Kamis (17/11/2023).
Menindaklanjuti hal tersebut serta melihat persoalan yang ada, maka diperlukan strategi pembangunan yang tidak hanya mengatasi masalah ketersediaan hunian, melainkan juga masalah lainnya yang berkaitan, yaitu lingkungan dan kemacetan.

BACA JUGA:
Segini Harga Helm pembalap MotoGP, Ternyata Ada Seharga Rumah

Perumnas pengembang perumahan pun kemudian berinovasi mengembangkan hunian TOD yang dapat menjadi one-stop solution dari permasalahan ketersediaan hunian di kota-kota besar.&amp;ldquo;Hunian TOD merupakan bukti komitmen Perumnas dalam menghadirkan inovasi dan mengembangkan hunian layak huni secara berkesinambungan. Kami meyakini bahwa hunian TOD ini dapat menjadi solusi atas berbagai permasalahan hunian di kota-kota besar,&amp;rdquo; ujar Direktur Utama Perum Perumnas Budi Saddewa Soediro.
&amp;ldquo;Konsep hunian yang mengedepankan adanya integrasi transportasi, akan semakin mendukung tingkat produktivitas dan mobilitas penghuni menuju area yang dituju juga penggunaan transportasi publik yang tentunya dapat menurunkan emisi karbon dan ramah lingkungan, Hunian TOD merupakan hasil kolaborasi Perumnas bersama beberapa BUMN,&amp;rdquo; tambahnya.
Dengan terorientasinya hunian dengan transportasi umum, menjadikan hunian berkonsep TOD ramah lingkungan.
&amp;ldquo;Konsep TOD ini kami rancang agar aksesibilitasnya tinggi supaya menjadi lebih pedestrian friendly dan eco friendly yang nantinya bisa membuat penghuni maupun masyarakat sekitar merasa lebih nyaman untuk menggunakan transportasi umum,&amp;rdquo; kata Direktur Produksi Perum Perumnas Tri Hartanto.
Konektivitas tanpa batas yang dikombinasikan dengan kenyamanan, estetika dan keterjangkauan menjadi added value yang dikedepankan Perumnas pada hunian TOD mereka.</content:encoded></item></channel></rss>
