<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bea Cukai Musnahkan Obat hingga Elektronik Ilegal Senilai Rp2,3 Miliar</title><description>Bea Cukai di wilayah Sumatera Utara melaksanakan pemusnahan terhadap barang menjadi milik negara hasil penindakan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/17/320/2922369/bea-cukai-musnahkan-obat-hingga-elektronik-ilegal-senilai-rp2-3-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/17/320/2922369/bea-cukai-musnahkan-obat-hingga-elektronik-ilegal-senilai-rp2-3-miliar"/><item><title>Bea Cukai Musnahkan Obat hingga Elektronik Ilegal Senilai Rp2,3 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/17/320/2922369/bea-cukai-musnahkan-obat-hingga-elektronik-ilegal-senilai-rp2-3-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/17/320/2922369/bea-cukai-musnahkan-obat-hingga-elektronik-ilegal-senilai-rp2-3-miliar</guid><pubDate>Jum'at 17 November 2023 17:18 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/17/320/2922369/bea-cukai-musnahkan-obat-hingga-elektronik-ilegal-senilai-rp2-3-miliar-HHAG8hCT4E.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bea Cukai lakukan pemusnahan barang ilegal (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/17/320/2922369/bea-cukai-musnahkan-obat-hingga-elektronik-ilegal-senilai-rp2-3-miliar-HHAG8hCT4E.jpg</image><title>Bea Cukai lakukan pemusnahan barang ilegal (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xMC8xLzE3MzUzMi81L3g4cGlzajY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bea Cukai di wilayah Sumatera Utara melaksanakan pemusnahan terhadap barang menjadi milik negara hasil penindakan kepabeanan dan cukai sepanjang tahun 2022-2023. Total perkiraan nilai barang mencapai Rp2,376 miliar dengan potensi kerugian negara yang ditimbulkan karena tidak dipungutnya cukai, bea masuk, dan pajak dalam rangka impor sekitar Rp1,649 miliar.

BACA JUGA:
Bea Cukai Soekarno Hatta Gagalkan Penyelundupan Sabu dalam Gulungan Senar Pancing


Pemusnahan barang tersebut merupakan hasil penindakan di bidang impor yaitu penindakan terhadap barang impor yang terkena peraturan barang pembatasan oleh instansi terkait seperti obat-obatan, makanan, sparepart, barang pornografi, hasil alam, alkes, elektronik, tekstil dan produk tekstil, tas/kemasan dan bahan kimia.
&amp;ldquo;Keseluruhannya merupakan barang impor yang tidak dapat memenuhi perizinan impor dari instansi terkait, seperti perizinan yang mengganggu keamanan negara harus mendapat perizinan dari kepolisian, yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat harus mendapat izin dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan dan lain sebagainya,&amp;rdquo; ungkap Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Utara, Parjiya di Medan, Jumat (17/11/2023).

BACA JUGA:
Bea Cukai Bogor Musnahkan 4,6 Juta Batang Rokok dan Minol Senilai Rp1,2 Miliar


Tidak hanya di bidang impor, Bea Cukai di Wilayah Sumatera Utara juga melakukan pemusnahan terhadap barang hasil penindakan di bidang cukai, seperti rokok ilegal dan minuman keras ilegal.
Peredaran barang kena cukai ilegal berdampak pada menurunnya penerimaan negara dari sektor cukai, menyebabkan pabrik rokok resmi mengalami penurunan penjualan dan bahkan dapat berakibat pada PHK karyawan pabrik rokok tersebut serta membahayakan kesehatan masyarakat karena barang kena cukai ilegal diproduksi secara ilegal tanpa pengawasan pemerintah.
Dalam upaya penegakan hukum, pada tahun 2022-November 2023  kantor-kantor Bea Cukai di wilayah Sumatera Utara telah melakukan  penyidikan terhadap pelanggaran kepabeanan maupun cukai sebanyak 36  kasus dengan total kerugian negara yang telah diselamatkan sebesar  Rp28,849 miliar.
Di Provinsi Sumatera Utara, penyelundupan barang masih berpotensi  terjadi, sehingga saat ini Bea Cukai secara konsisten bersinergi dengan  TNI, POLRI, Kejaksaan, BNN, Pemda/Pemprov dan instansi lain serta  masyarakat, untuk terus berkomitmen melakukan penertiban secara  berkesinambungan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xMC8xLzE3MzUzMi81L3g4cGlzajY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bea Cukai di wilayah Sumatera Utara melaksanakan pemusnahan terhadap barang menjadi milik negara hasil penindakan kepabeanan dan cukai sepanjang tahun 2022-2023. Total perkiraan nilai barang mencapai Rp2,376 miliar dengan potensi kerugian negara yang ditimbulkan karena tidak dipungutnya cukai, bea masuk, dan pajak dalam rangka impor sekitar Rp1,649 miliar.

BACA JUGA:
Bea Cukai Soekarno Hatta Gagalkan Penyelundupan Sabu dalam Gulungan Senar Pancing


Pemusnahan barang tersebut merupakan hasil penindakan di bidang impor yaitu penindakan terhadap barang impor yang terkena peraturan barang pembatasan oleh instansi terkait seperti obat-obatan, makanan, sparepart, barang pornografi, hasil alam, alkes, elektronik, tekstil dan produk tekstil, tas/kemasan dan bahan kimia.
&amp;ldquo;Keseluruhannya merupakan barang impor yang tidak dapat memenuhi perizinan impor dari instansi terkait, seperti perizinan yang mengganggu keamanan negara harus mendapat perizinan dari kepolisian, yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat harus mendapat izin dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Perdagangan dan lain sebagainya,&amp;rdquo; ungkap Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Utara, Parjiya di Medan, Jumat (17/11/2023).

BACA JUGA:
Bea Cukai Bogor Musnahkan 4,6 Juta Batang Rokok dan Minol Senilai Rp1,2 Miliar


Tidak hanya di bidang impor, Bea Cukai di Wilayah Sumatera Utara juga melakukan pemusnahan terhadap barang hasil penindakan di bidang cukai, seperti rokok ilegal dan minuman keras ilegal.
Peredaran barang kena cukai ilegal berdampak pada menurunnya penerimaan negara dari sektor cukai, menyebabkan pabrik rokok resmi mengalami penurunan penjualan dan bahkan dapat berakibat pada PHK karyawan pabrik rokok tersebut serta membahayakan kesehatan masyarakat karena barang kena cukai ilegal diproduksi secara ilegal tanpa pengawasan pemerintah.
Dalam upaya penegakan hukum, pada tahun 2022-November 2023  kantor-kantor Bea Cukai di wilayah Sumatera Utara telah melakukan  penyidikan terhadap pelanggaran kepabeanan maupun cukai sebanyak 36  kasus dengan total kerugian negara yang telah diselamatkan sebesar  Rp28,849 miliar.
Di Provinsi Sumatera Utara, penyelundupan barang masih berpotensi  terjadi, sehingga saat ini Bea Cukai secara konsisten bersinergi dengan  TNI, POLRI, Kejaksaan, BNN, Pemda/Pemprov dan instansi lain serta  masyarakat, untuk terus berkomitmen melakukan penertiban secara  berkesinambungan.</content:encoded></item></channel></rss>
