<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Pembagian Rice Cooker Gratis, Pengamat Energi: Belum Tentu Tuntaskan Masalah</title><description>Program pembagian rice cooker gratis dari pemerintah kepada masyarakat  dinilai kurang tepat karena belum tentu menuntaskan masalah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/17/320/2922422/soal-pembagian-rice-cooker-gratis-pengamat-energi-belum-tentu-tuntaskan-masalah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/17/320/2922422/soal-pembagian-rice-cooker-gratis-pengamat-energi-belum-tentu-tuntaskan-masalah"/><item><title>Soal Pembagian Rice Cooker Gratis, Pengamat Energi: Belum Tentu Tuntaskan Masalah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/17/320/2922422/soal-pembagian-rice-cooker-gratis-pengamat-energi-belum-tentu-tuntaskan-masalah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/17/320/2922422/soal-pembagian-rice-cooker-gratis-pengamat-energi-belum-tentu-tuntaskan-masalah</guid><pubDate>Jum'at 17 November 2023 18:25 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/17/320/2922422/soal-pembagian-rice-cooker-gratis-pengamat-energi-belum-tentu-tuntaskan-masalah-HhbaFdzWZ4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Program rice cooker gratis (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/17/320/2922422/soal-pembagian-rice-cooker-gratis-pengamat-energi-belum-tentu-tuntaskan-masalah-HhbaFdzWZ4.jpg</image><title>Program rice cooker gratis (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNC8xLzE3MzY1OC81L3g4cG02OWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Program pembagian rice cooker gratis dari pemerintah kepada masyarakat dinilai kurang tepat karena belum tentu menuntaskan masalah. Ditambah, adanya keterbatasan fungsi rice cooker.
Hal tersebut diungkapkan oleh Pengamat Energi Sofyano Zakariya, bahwa pembagian rice cooker bukan kebijakan yang bisa menuntaskan masalah.

BACA JUGA:
Pemerintah Bagi-Bagi Rice Cooker Gratis, Harga Beras Jadi Sorotan


&amp;ldquo;Kan katanya tujuan program itu supaya bisa menjadi salah satu pilihan peralihan dari penggunaan elpiji. Kalau menurut saya itu enggak tepat,&amp;rdquo; ujar Sofyano kepada jurnalis Okezone, Jumat (17/11/2023).
Menurutnya, upaya penghematan serta peralihan gas elpiji menjadi rice cooker tidak akan menimbulkan dampak yang signifikan.

BACA JUGA:
ESDM Sudah Dapat Data 333 Ribu Calon Penerima Rice Cooker Gratis 


&amp;ldquo;Karena kan kita juga harus paham, bahwa penggunaan elpiji kan bukan hanya untuk masak nasi. Dalam satu hari, orang masak nasi cuma satu kali, umumnya. Selebihnya masak air, masak sayur, goreng ikan, dan segala macam,&amp;rdquo; kata Sofyano.
Sofyano menegaskan, bahwa kegiatan-kegiatan tersebut tidak menggunakan rice cooker.
Dia menambahkan, bahwa daya listrik rice cooker yang akan dibagikan  harus memikirkan kapasitas listrik masyarakat menengah ke bawah.
&amp;ldquo;Nah ini juga, apakah rice cooker yang dibagikan itu powernya yang  cuma 300 watt. Karena kalau kita pikir, rakyat kecil adalah pengguna  450, 900, dan 1300 watt. Kalau powernya masih setara dengan itu, ya,  pasti enggak akan masalah,&amp;rdquo; ungkap Sofyano.
Berdasarkan catatan Okezone, pemerintah akan melanjutkan program  pembagian alat masak berupa rice cooker hingga tahun 2024. Di samping  itu, pembagian 500 ribu rice cooker tetap dilakukan pada tahun 2023.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNC8xLzE3MzY1OC81L3g4cG02OWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Program pembagian rice cooker gratis dari pemerintah kepada masyarakat dinilai kurang tepat karena belum tentu menuntaskan masalah. Ditambah, adanya keterbatasan fungsi rice cooker.
Hal tersebut diungkapkan oleh Pengamat Energi Sofyano Zakariya, bahwa pembagian rice cooker bukan kebijakan yang bisa menuntaskan masalah.

BACA JUGA:
Pemerintah Bagi-Bagi Rice Cooker Gratis, Harga Beras Jadi Sorotan


&amp;ldquo;Kan katanya tujuan program itu supaya bisa menjadi salah satu pilihan peralihan dari penggunaan elpiji. Kalau menurut saya itu enggak tepat,&amp;rdquo; ujar Sofyano kepada jurnalis Okezone, Jumat (17/11/2023).
Menurutnya, upaya penghematan serta peralihan gas elpiji menjadi rice cooker tidak akan menimbulkan dampak yang signifikan.

BACA JUGA:
ESDM Sudah Dapat Data 333 Ribu Calon Penerima Rice Cooker Gratis 


&amp;ldquo;Karena kan kita juga harus paham, bahwa penggunaan elpiji kan bukan hanya untuk masak nasi. Dalam satu hari, orang masak nasi cuma satu kali, umumnya. Selebihnya masak air, masak sayur, goreng ikan, dan segala macam,&amp;rdquo; kata Sofyano.
Sofyano menegaskan, bahwa kegiatan-kegiatan tersebut tidak menggunakan rice cooker.
Dia menambahkan, bahwa daya listrik rice cooker yang akan dibagikan  harus memikirkan kapasitas listrik masyarakat menengah ke bawah.
&amp;ldquo;Nah ini juga, apakah rice cooker yang dibagikan itu powernya yang  cuma 300 watt. Karena kalau kita pikir, rakyat kecil adalah pengguna  450, 900, dan 1300 watt. Kalau powernya masih setara dengan itu, ya,  pasti enggak akan masalah,&amp;rdquo; ungkap Sofyano.
Berdasarkan catatan Okezone, pemerintah akan melanjutkan program  pembagian alat masak berupa rice cooker hingga tahun 2024. Di samping  itu, pembagian 500 ribu rice cooker tetap dilakukan pada tahun 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
