<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Stanford Bangun Pusat Riset di IKN Nusantara Seluas 3 Ha</title><description>Stanford University bakal membangun pusat riset di IKN Nusantara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/17/470/2922150/stanford-bangun-pusat-riset-di-ikn-nusantara-seluas-3-ha</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/17/470/2922150/stanford-bangun-pusat-riset-di-ikn-nusantara-seluas-3-ha"/><item><title>Stanford Bangun Pusat Riset di IKN Nusantara Seluas 3 Ha</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/17/470/2922150/stanford-bangun-pusat-riset-di-ikn-nusantara-seluas-3-ha</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/17/470/2922150/stanford-bangun-pusat-riset-di-ikn-nusantara-seluas-3-ha</guid><pubDate>Jum'at 17 November 2023 13:19 WIB</pubDate><dc:creator>Iqbal Dwi Purnama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/17/470/2922150/stanford-bangun-pusat-riset-di-ikn-nusantara-seluas-3-ha-sHNyLG4zMh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Standford bangun pusat riset di IKN (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/17/470/2922150/stanford-bangun-pusat-riset-di-ikn-nusantara-seluas-3-ha-sHNyLG4zMh.jpg</image><title>Standford bangun pusat riset di IKN (Foto: Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Stanford University bakal membangun pusat riset di IKN Nusantara. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dengan Stanford Doerr School of Sustainability, Standford University, California, Amerika Serikat.
Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono mengatakan dengan MoU ini Stanford dan para alumninya asal Indonesia berkomitmen membangun pusat riset dengan kualitas kelas dunia di IKN.

BACA JUGA:
Dukung Infrastruktur IKN, Pertamina Patra Niaga Siap Penuhi Kebutuhan Bahan Bakar Kementerian PUPR

Adapun riset yang akan dilakukan antara lain terkait pengelolaan air, sustainable urban development dan robotic serta berbagai hal relevan lainnya.
Pembangunan pusat riset itu sendiri direncanakan akan dilakukan sekitar Januari atau Februari 2024 di kawasan inti IKN. Hasilnya nanti akan menjadi bekal IKN dalam pengembangan kota Nusantara sebagai kota cerdas yang hijau dan berkelanjutan serta menghargai berbagai upaya yang melibatkan para pemangku kepentingan.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi: Sampai saat Ini Belum Ada Investasi Asing Masuk ke IKN

Bambang mengatakan otorita IKN menyediakan lahan seluas 3 hektare di kasawan inti IKN. Para alumni Stanford di Indonesia yang akan membangun gedung pusat riset tersebut. Stanford kemudian yang mengisinya dengan aktivitas riset di sana.
&amp;ldquo;Baik peneliti dari Indonesia maupun peneliti dari Stanford nanti akan berinteraksi meneliti di sana,&amp;rdquo; ujar Bambang.Selain pusat riset Stanford, tiga universitas asal Belanda yakni  Delft University, Erasmus University, dan salah satu kampus di Roterdam  juga akan bekerja sama membangun pusat riset di sana. Dari dalam negeri,  6 kampus negeri juga sudah berkomitmen membangun pusat riset.
Deputi Teknologi Hijau dan Digital OIKN, Prof Ali Berawi menegaskan  bahwa dengan banyaknya riset di IKN, diharapkan pengembangan Nusantara  akan bisa dari berbagai aspek. Misalnya dari sisi sosiologis masyarakat  di IKN dan pengembangan kualitas sumber daya manusianya.
&quot;Ada tiga hal dalam proses transformasi yang sangat diperhatikan di  Ibu Kota Nusantara, yaitu hardware (perangkat), software (komponen  penunjang) dan brainware (kesiapan pengetahuan orang yang  mengoperasikan). Ibu Kota Nusantara sudah dalam tahap menjalankan ketiga  hal tersebut dan dilakukan secara masif namun tetap secara strategik  dan sesuai dengan standard yang tinggi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Stanford University bakal membangun pusat riset di IKN Nusantara. Hal ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dengan Stanford Doerr School of Sustainability, Standford University, California, Amerika Serikat.
Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono mengatakan dengan MoU ini Stanford dan para alumninya asal Indonesia berkomitmen membangun pusat riset dengan kualitas kelas dunia di IKN.

BACA JUGA:
Dukung Infrastruktur IKN, Pertamina Patra Niaga Siap Penuhi Kebutuhan Bahan Bakar Kementerian PUPR

Adapun riset yang akan dilakukan antara lain terkait pengelolaan air, sustainable urban development dan robotic serta berbagai hal relevan lainnya.
Pembangunan pusat riset itu sendiri direncanakan akan dilakukan sekitar Januari atau Februari 2024 di kawasan inti IKN. Hasilnya nanti akan menjadi bekal IKN dalam pengembangan kota Nusantara sebagai kota cerdas yang hijau dan berkelanjutan serta menghargai berbagai upaya yang melibatkan para pemangku kepentingan.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi: Sampai saat Ini Belum Ada Investasi Asing Masuk ke IKN

Bambang mengatakan otorita IKN menyediakan lahan seluas 3 hektare di kasawan inti IKN. Para alumni Stanford di Indonesia yang akan membangun gedung pusat riset tersebut. Stanford kemudian yang mengisinya dengan aktivitas riset di sana.
&amp;ldquo;Baik peneliti dari Indonesia maupun peneliti dari Stanford nanti akan berinteraksi meneliti di sana,&amp;rdquo; ujar Bambang.Selain pusat riset Stanford, tiga universitas asal Belanda yakni  Delft University, Erasmus University, dan salah satu kampus di Roterdam  juga akan bekerja sama membangun pusat riset di sana. Dari dalam negeri,  6 kampus negeri juga sudah berkomitmen membangun pusat riset.
Deputi Teknologi Hijau dan Digital OIKN, Prof Ali Berawi menegaskan  bahwa dengan banyaknya riset di IKN, diharapkan pengembangan Nusantara  akan bisa dari berbagai aspek. Misalnya dari sisi sosiologis masyarakat  di IKN dan pengembangan kualitas sumber daya manusianya.
&quot;Ada tiga hal dalam proses transformasi yang sangat diperhatikan di  Ibu Kota Nusantara, yaitu hardware (perangkat), software (komponen  penunjang) dan brainware (kesiapan pengetahuan orang yang  mengoperasikan). Ibu Kota Nusantara sudah dalam tahap menjalankan ketiga  hal tersebut dan dilakukan secara masif namun tetap secara strategik  dan sesuai dengan standard yang tinggi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
