<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Presiden Targetkan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Peru Rampung Tahun Depan</title><description>Indonesia dan Peru tengah memperkuat kerja sama bilateral di sektor perdagangan bebas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/18/320/2922877/presiden-targetkan-perjanjian-perdagangan-bebas-indonesia-peru-rampung-tahun-depan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/18/320/2922877/presiden-targetkan-perjanjian-perdagangan-bebas-indonesia-peru-rampung-tahun-depan"/><item><title>Presiden Targetkan Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Peru Rampung Tahun Depan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/18/320/2922877/presiden-targetkan-perjanjian-perdagangan-bebas-indonesia-peru-rampung-tahun-depan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/18/320/2922877/presiden-targetkan-perjanjian-perdagangan-bebas-indonesia-peru-rampung-tahun-depan</guid><pubDate>Sabtu 18 November 2023 18:03 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/18/320/2922877/presiden-targetkan-perjanjian-perdagangan-bebas-indonesia-peru-rampung-tahun-depan-iRoss6PN6J.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Kerjasama perdagangan RI-Peru ditargetkan selesai tahun depan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/18/320/2922877/presiden-targetkan-perjanjian-perdagangan-bebas-indonesia-peru-rampung-tahun-depan-iRoss6PN6J.jpeg</image><title>Kerjasama perdagangan RI-Peru ditargetkan selesai tahun depan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNy80LzE3MzgxMC81L3g4cHA5NWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Indonesia dan Peru tengah memperkuat kerja sama bilateral di sektor perdagangan bebas. Kedua negara pun sepakat membentuk perjanjian perdagangan bebas.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, nilai perdagangan antara Indonesia dan Peru dalam lima tahun terakhir menunjukan progres yang baik.

BACA JUGA:
Singgung Kondisi Gaza di KTT APEC, Jokowi: Jangankan Hak Membangun, Hak Hidup Saja Tidak Dihormati

Oleh karenanya, Kepala Negara meminta dukungan Presiden Peru Dina Boluarte untuk membentuk perjanjian perdagangan bebas agar dapat segera diselesaikan paling lambat pada 2024.
&amp;ldquo;Saya harap perundingan pertama dapat selesai paling lambat akhir 2024 sehingga dapat diumumkan di sela-sela Pertemuan Tingkat Tinggi APEC 2024 di Peru,&amp;rdquo; ujar Jokowi saat pertemuan bilateral dengan Dina Boluarte di San Fransisco, Amerika Serikat, ditulis Sabtu (18/11/2023).

BACA JUGA:
Rampung Hadiri Rangkaian KTT APEC di Amerika Serikat, Presiden Jokowi Bertolak ke Tanah Air

Selain itu, Kepala Negara juga meminta dukungan Presiden Dina Boluarte dalam keberlangsungan Forum Bisnis Indonesia-Amerika Latin dan Karibia (INA-LAC) yang akan digelar pada tahun 2024.
&amp;ldquo;Mohon dukungan Yang Mulia bagi kelancaran INA-LAC 2024 untuk perkuat kemitraan ekonomi antara Indonesia dengan Amerika Latin dan Karibia,&amp;rdquo; tuturnya.Presiden juga mendorong dibangunnya dialog dan kerja sama antar negara penghasil mineral. Tujuannya memastikan ketersediaan dan nilai tambah mineral hingga keberlanjutan rantai pasok global.
&amp;ldquo;Terkait critical minerals, kita perlu membangun dialog dan kerja sama bersama negara penghasil mineral lainnya untuk jamin ketersediaan dan nilai tambah, dorong kemajuan ekonomi, dan pastikan sustainabilitas rantai pasok global,&amp;rdquo; ucap dia.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Peru sepakat mengenai pentingnya kedua negara untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi. Presiden Dina pun mengundang para investor Indonesia untuk berinvestasi di Peru.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNy80LzE3MzgxMC81L3g4cHA5NWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Indonesia dan Peru tengah memperkuat kerja sama bilateral di sektor perdagangan bebas. Kedua negara pun sepakat membentuk perjanjian perdagangan bebas.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, nilai perdagangan antara Indonesia dan Peru dalam lima tahun terakhir menunjukan progres yang baik.

BACA JUGA:
Singgung Kondisi Gaza di KTT APEC, Jokowi: Jangankan Hak Membangun, Hak Hidup Saja Tidak Dihormati

Oleh karenanya, Kepala Negara meminta dukungan Presiden Peru Dina Boluarte untuk membentuk perjanjian perdagangan bebas agar dapat segera diselesaikan paling lambat pada 2024.
&amp;ldquo;Saya harap perundingan pertama dapat selesai paling lambat akhir 2024 sehingga dapat diumumkan di sela-sela Pertemuan Tingkat Tinggi APEC 2024 di Peru,&amp;rdquo; ujar Jokowi saat pertemuan bilateral dengan Dina Boluarte di San Fransisco, Amerika Serikat, ditulis Sabtu (18/11/2023).

BACA JUGA:
Rampung Hadiri Rangkaian KTT APEC di Amerika Serikat, Presiden Jokowi Bertolak ke Tanah Air

Selain itu, Kepala Negara juga meminta dukungan Presiden Dina Boluarte dalam keberlangsungan Forum Bisnis Indonesia-Amerika Latin dan Karibia (INA-LAC) yang akan digelar pada tahun 2024.
&amp;ldquo;Mohon dukungan Yang Mulia bagi kelancaran INA-LAC 2024 untuk perkuat kemitraan ekonomi antara Indonesia dengan Amerika Latin dan Karibia,&amp;rdquo; tuturnya.Presiden juga mendorong dibangunnya dialog dan kerja sama antar negara penghasil mineral. Tujuannya memastikan ketersediaan dan nilai tambah mineral hingga keberlanjutan rantai pasok global.
&amp;ldquo;Terkait critical minerals, kita perlu membangun dialog dan kerja sama bersama negara penghasil mineral lainnya untuk jamin ketersediaan dan nilai tambah, dorong kemajuan ekonomi, dan pastikan sustainabilitas rantai pasok global,&amp;rdquo; ucap dia.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Peru sepakat mengenai pentingnya kedua negara untuk meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi. Presiden Dina pun mengundang para investor Indonesia untuk berinvestasi di Peru.</content:encoded></item></channel></rss>
