<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Partai Perindo Minta Penyaluran 200 Ribu Ton Beras Tepat Sasaran</title><description>Perum Bulog menyalurkan sebanyak 200 ribu ton beras ke lokasi penggilingan dan distributor untuk stabilisasi harga beras di pasar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/19/320/2923314/partai-perindo-minta-penyaluran-200-ribu-ton-beras-tepat-sasaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/19/320/2923314/partai-perindo-minta-penyaluran-200-ribu-ton-beras-tepat-sasaran"/><item><title>Partai Perindo Minta Penyaluran 200 Ribu Ton Beras Tepat Sasaran</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/19/320/2923314/partai-perindo-minta-penyaluran-200-ribu-ton-beras-tepat-sasaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/19/320/2923314/partai-perindo-minta-penyaluran-200-ribu-ton-beras-tepat-sasaran</guid><pubDate>Minggu 19 November 2023 20:10 WIB</pubDate><dc:creator>Rifqi Herjoko</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/19/320/2923314/partai-perindo-minta-penyaluran-200-ribu-ton-beras-tepat-sasaran-2NNqApyWue.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Partai Perindo berharap penyaluran beras tepat sasaran. (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/19/320/2923314/partai-perindo-minta-penyaluran-200-ribu-ton-beras-tepat-sasaran-2NNqApyWue.jpg</image><title>Partai Perindo berharap penyaluran beras tepat sasaran. (Foto: MPI)</title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNC8xLzE3MzY1MS81L3g4cG0zcGU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Perum Bulog menyalurkan sebanyak 200 ribu ton beras ke lokasi penggilingan dan distributor untuk stabilisasi harga di pasar.

Terkait hal ini, Juru Bicara Nasional Partai Perindo, Yerry Tawalujan, berharap agar penyaluran itu tepat sasaran hingga berdampak pada penurunan harga.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pemerintah Bagi-Bagi Rice Cooker Gratis, Harga Beras Jadi Sorotan

Menurutnya, tindakan yang diambil Perum Bulog yang dikoordinasikan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) sudah tepat.

Namun, langkah itu perlu ditindaklanjuti dengan pengawasan ketat untuk memastikan beras program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) itu tepat sasaran dengan menghasilkan penurunan harga beras.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

200 Ha Lahan Rawa Mulai Ditanami, Siap Tambah Produksi Beras 1 juta Ton

&quot;Langkah yang diambil Bapanas dan Perum Bulog itu sudah tepat. Menyalurkan 200 ribu ton ke penggilingan padi dan distributor agar ikut menjual beras SPHP dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi atau HET,&quot; ujar Yerry dikutip Minggu (19/11/2023).

&quot;Akan tetapi, menyalurkan saja tidak cukup. Harus ada pengawasan sampai harga beras turun,&quot; sambungnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Produksi Beras Cuma Naik 0,5% Selama 22 Tahun Terakhir


Lebih lanjut, Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat yang maju sebagai Calon Legislatif DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara ini mengatakan pihak Bapanas dan Perum Bulog harus bekerja ekstra keras dan kreatif untuk menstabilkan harga bahan pangan khususnya beras.



Berdasarkan data yang didapatkan dari beberapa pasar tradisional di daerah Jakarta Utara, harga beras premium dijual bervariasi antara Rp16.000 sampai Rp16.300 per kilogram.



Padahal sesuai HET, beras premium seharusnya dijual pada harga tertinggi Rp13.900 per kilogram.



&quot;Artinya, harga beras di pasaran masih tergolong sangat tinggi di atas HET, Itu berarti, Bapanas dan Bulog perlu bekerja lebih ekstra keras agar penyaluran beras SPHP itu segera berdampak dengan turunnya harga beras,&quot; tambahnya.</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNC8xLzE3MzY1MS81L3g4cG0zcGU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;


JAKARTA - Perum Bulog menyalurkan sebanyak 200 ribu ton beras ke lokasi penggilingan dan distributor untuk stabilisasi harga di pasar.

Terkait hal ini, Juru Bicara Nasional Partai Perindo, Yerry Tawalujan, berharap agar penyaluran itu tepat sasaran hingga berdampak pada penurunan harga.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pemerintah Bagi-Bagi Rice Cooker Gratis, Harga Beras Jadi Sorotan

Menurutnya, tindakan yang diambil Perum Bulog yang dikoordinasikan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) sudah tepat.

Namun, langkah itu perlu ditindaklanjuti dengan pengawasan ketat untuk memastikan beras program Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) itu tepat sasaran dengan menghasilkan penurunan harga beras.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

200 Ha Lahan Rawa Mulai Ditanami, Siap Tambah Produksi Beras 1 juta Ton

&quot;Langkah yang diambil Bapanas dan Perum Bulog itu sudah tepat. Menyalurkan 200 ribu ton ke penggilingan padi dan distributor agar ikut menjual beras SPHP dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi atau HET,&quot; ujar Yerry dikutip Minggu (19/11/2023).

&quot;Akan tetapi, menyalurkan saja tidak cukup. Harus ada pengawasan sampai harga beras turun,&quot; sambungnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Produksi Beras Cuma Naik 0,5% Selama 22 Tahun Terakhir


Lebih lanjut, Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial dan Kesejahteraan Rakyat yang maju sebagai Calon Legislatif DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara ini mengatakan pihak Bapanas dan Perum Bulog harus bekerja ekstra keras dan kreatif untuk menstabilkan harga bahan pangan khususnya beras.



Berdasarkan data yang didapatkan dari beberapa pasar tradisional di daerah Jakarta Utara, harga beras premium dijual bervariasi antara Rp16.000 sampai Rp16.300 per kilogram.



Padahal sesuai HET, beras premium seharusnya dijual pada harga tertinggi Rp13.900 per kilogram.



&quot;Artinya, harga beras di pasaran masih tergolong sangat tinggi di atas HET, Itu berarti, Bapanas dan Bulog perlu bekerja lebih ekstra keras agar penyaluran beras SPHP itu segera berdampak dengan turunnya harga beras,&quot; tambahnya.</content:encoded></item></channel></rss>
