<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Merger AP I dan II Ditargetkan Rampung Desember 2023</title><description>Merger PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I dan PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II ditargetkan rampung Desember 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/20/320/2923721/merger-ap-i-dan-ii-ditargetkan-rampung-desember-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/20/320/2923721/merger-ap-i-dan-ii-ditargetkan-rampung-desember-2023"/><item><title>Merger AP I dan II Ditargetkan Rampung Desember 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/20/320/2923721/merger-ap-i-dan-ii-ditargetkan-rampung-desember-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/20/320/2923721/merger-ap-i-dan-ii-ditargetkan-rampung-desember-2023</guid><pubDate>Senin 20 November 2023 13:41 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/20/320/2923721/merger-ap-i-dan-ii-ditargetkan-rampung-desember-2023-PiL4uKClUZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Merger AP I dan AP II ditargetkan rampung akhir tahun (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/20/320/2923721/merger-ap-i-dan-ii-ditargetkan-rampung-desember-2023-PiL4uKClUZ.jpg</image><title>Merger AP I dan AP II ditargetkan rampung akhir tahun (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNC80LzE3MTY0MC81L3g4b2l0dDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Penggabungan atau merger PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I dan PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II ditargetkan rampung Desember 2023.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, merger kedua operator bandara pelat merah itu akan serupa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Di mana, pemegang saham akan menguatkan sisi bisnis kebandaraan di Indonesia.

BACA JUGA:
Smartfren (FREN) dan XL Axiata (EXCL) Merger? Begini Kata Kominfo


Terkait implementasi konsolidasi AP I dan AP II, Erick memastikan bisa didorong di Desember tahun ini. Aksi korporasi itu pun dipandang bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Tanah Air.
&amp;ldquo;Kita coba ya (realisasi merger Desember) karena dengan sekarang tourism jadi income negara terbesar nantinya,&amp;rdquo; ujar Erick saat ditemui wartawan, ditulis Senin (20/11/2023).

BACA JUGA:
Merger Citilink-Pelita Air Tunggu Garuda Indonesia Sehat


Selain efisiensi bisnis, lanjut dia, merger juga akan memperkuat infrastruktur industri bandara di dalam negeri. Dengan langkah ini bandara di Indonesia bisa naik kelas di level global.
&amp;ldquo;Efisiensi daripada membangun infrastruktur industri dari bandara kita harus naikin kelas kita,&amp;rdquo; paparnya.
Menurutnya, Indonesia harus menyesuaikan bisnis bandaranya. Selain  bisa bersaing dengan Bandara Changi di Singapura, beberapa bandara di  Indonesia juga over capacity alias kelebihan kapasitas.
Bandara yang dipandang sudah over capacity adalah bandara  Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Selain itu potensi kelebihan  kapasitas juga terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai,  Bali.
&amp;ldquo;Singapura terminal terbarunya wow! Kita harus mulai dapatasi bangaun  bandara berskala intenrnsional. Di jakarta setelah Covid udah over  capacity,&amp;rdquo; ucap Erick.
&amp;ldquo;Bali juga sudah mulai over capacity. Apalagi kita lihat mandalika,  Labuan Bajo jadi potensi, jadi mau gak mau harus kita terus tingkatkan  karena ini sebagai income ke depan,&amp;rdquo; turur dia.
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney sebelumnya  menawarkan dua opsi untuk mengintegrasikan bisnis AP I dan AP II. Kedua  opsi tersebut adalah merger dan pendirian Subholding Airport Co.
Direktur Utama InJourney, Dony Oskaria, menyebut kedua opsi tersebut  akan dipilih salah satunya, setelah proses penyetaraan kedua operator  bandara pelat merah tersebut. Adapun proses penyetaraan terkait dengan  komersial, aturan (policy), standard operating policy hingga struktur  organisasi.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMC8wNC80LzE3MTY0MC81L3g4b2l0dDI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Penggabungan atau merger PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I dan PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II ditargetkan rampung Desember 2023.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, merger kedua operator bandara pelat merah itu akan serupa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Di mana, pemegang saham akan menguatkan sisi bisnis kebandaraan di Indonesia.

BACA JUGA:
Smartfren (FREN) dan XL Axiata (EXCL) Merger? Begini Kata Kominfo


Terkait implementasi konsolidasi AP I dan AP II, Erick memastikan bisa didorong di Desember tahun ini. Aksi korporasi itu pun dipandang bisa meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Tanah Air.
&amp;ldquo;Kita coba ya (realisasi merger Desember) karena dengan sekarang tourism jadi income negara terbesar nantinya,&amp;rdquo; ujar Erick saat ditemui wartawan, ditulis Senin (20/11/2023).

BACA JUGA:
Merger Citilink-Pelita Air Tunggu Garuda Indonesia Sehat


Selain efisiensi bisnis, lanjut dia, merger juga akan memperkuat infrastruktur industri bandara di dalam negeri. Dengan langkah ini bandara di Indonesia bisa naik kelas di level global.
&amp;ldquo;Efisiensi daripada membangun infrastruktur industri dari bandara kita harus naikin kelas kita,&amp;rdquo; paparnya.
Menurutnya, Indonesia harus menyesuaikan bisnis bandaranya. Selain  bisa bersaing dengan Bandara Changi di Singapura, beberapa bandara di  Indonesia juga over capacity alias kelebihan kapasitas.
Bandara yang dipandang sudah over capacity adalah bandara  Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Selain itu potensi kelebihan  kapasitas juga terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai,  Bali.
&amp;ldquo;Singapura terminal terbarunya wow! Kita harus mulai dapatasi bangaun  bandara berskala intenrnsional. Di jakarta setelah Covid udah over  capacity,&amp;rdquo; ucap Erick.
&amp;ldquo;Bali juga sudah mulai over capacity. Apalagi kita lihat mandalika,  Labuan Bajo jadi potensi, jadi mau gak mau harus kita terus tingkatkan  karena ini sebagai income ke depan,&amp;rdquo; turur dia.
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney sebelumnya  menawarkan dua opsi untuk mengintegrasikan bisnis AP I dan AP II. Kedua  opsi tersebut adalah merger dan pendirian Subholding Airport Co.
Direktur Utama InJourney, Dony Oskaria, menyebut kedua opsi tersebut  akan dipilih salah satunya, setelah proses penyetaraan kedua operator  bandara pelat merah tersebut. Adapun proses penyetaraan terkait dengan  komersial, aturan (policy), standard operating policy hingga struktur  organisasi.</content:encoded></item></channel></rss>
