<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jack Ma Jual Saham, Nilai Pasar Alibaba Lenyap Rp324 Triliun</title><description>Alibaba kehilangan nilai pasar sebesar USD21 miliar setara Rp324 triliun setelah Jack Ma menjual sahamnya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/20/320/2923850/jack-ma-jual-saham-nilai-pasar-alibaba-lenyap-rp324-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/20/320/2923850/jack-ma-jual-saham-nilai-pasar-alibaba-lenyap-rp324-triliun"/><item><title>Jack Ma Jual Saham, Nilai Pasar Alibaba Lenyap Rp324 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/20/320/2923850/jack-ma-jual-saham-nilai-pasar-alibaba-lenyap-rp324-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/20/320/2923850/jack-ma-jual-saham-nilai-pasar-alibaba-lenyap-rp324-triliun</guid><pubDate>Senin 20 November 2023 16:42 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/20/320/2923850/jack-ma-jual-saham-nilai-pasar-alibaba-lenyap-rp324-triliun-mmXVtXc8z1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alibaba kehilangan nilai pasar akibat Jack Ma (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/20/320/2923850/jack-ma-jual-saham-nilai-pasar-alibaba-lenyap-rp324-triliun-mmXVtXc8z1.jpg</image><title>Alibaba kehilangan nilai pasar akibat Jack Ma (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wOS8xNi80LzEyMDc2MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Alibaba kehilangan nilai pasar sebesar USD21 miliar setara Rp324 triliun setelah Jack Ma menjual sahamnya serta menangguhkan IPO unit cloud.
Melansir dari Forbes, Senin (20/11/2023), Alibaba Group mengumumkan bahwa pihaknya akan menangguhkan rencana unit cloud computing. Selain itu, Jack Ma juga bertujuan menjual sebagian sahamnya.

BACA JUGA:
Alibaba Rombak Manajemen, Eddie Wu Jadi CEO


Saham Alibaba disebut menurun sebanyak 10,4 persen di Hong Kong pada Jumat, 17 November 2023. Sebelumnya telah terjadi penurunan lebih dari 9 persen di New York. Hal tersebut menghapus nilai pasar lebih dari USD20 miliar.
Kemudian, investor merespons hasil pendapatan Alibaba untuk kuartal September, mengungkapkan bahwa manajemen telah menghentikan rencana untuk memisahkan Cloud Intelligence Group.

BACA JUGA:
Bantah Isu PHK, Alibaba Bakal Rekrut 15.000 Pegawai Tahun Ini


Alibaba mengungkapkan, bahwa dalam pengajuan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS terdapat dua perusahaan swasta berencana melepas saham Alibaba senilai USD900 juta.
IPO yang terhenti merupakan tanda kemunduran strategi yang diumumkan pada bulan Mei, ketika Cloud Intelligence Group berencana akan memisahkan diri dari Perusahaan induknya dalam 12 bulan ke depan dan akan terdaftar secara independen.
Unit cloud menghadapi masalah yang lebih mendesak dibandingkan  pembatasan ekspor Amerika. Meski, pembatasan ekspor ini merugikan dalam  menyediakan produk terkait kecerdasan buatan karena mereka memerlukan  chip untuk mengolah data.
Para eksekutif Alibaba mengatakan, bahwa mereka memprioritaskan  layanan cloud publik yang lebih mudah untuk ditingkatkan dibanding  proyek independen yang tengah dilakukan oleh Cloud Intelligence Group.
Ahli Strategi Sekuritas Everbright Securities Kenny Ng mengatakan,  bahwa ada kemungkinan investor akan menunggu beberapa kuartal lagi untuk  menilai kembali prospek unit cloud. Pada kuartal kedua, bisnis cloud  hanya tumbuh 2 persen dari tahun ke tahun menjadi USD3,8 miliar.  Sementara, pendapatan seluruh grup meningkat 9 persen menjadi USD30,8  miliar.
Alibaba mengumumkan, bahwa pembayaran dividen tahunan pertamanya berjumlah sekitar USD2,5 miliar.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxOS8wOS8xNi80LzEyMDc2MC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Alibaba kehilangan nilai pasar sebesar USD21 miliar setara Rp324 triliun setelah Jack Ma menjual sahamnya serta menangguhkan IPO unit cloud.
Melansir dari Forbes, Senin (20/11/2023), Alibaba Group mengumumkan bahwa pihaknya akan menangguhkan rencana unit cloud computing. Selain itu, Jack Ma juga bertujuan menjual sebagian sahamnya.

BACA JUGA:
Alibaba Rombak Manajemen, Eddie Wu Jadi CEO


Saham Alibaba disebut menurun sebanyak 10,4 persen di Hong Kong pada Jumat, 17 November 2023. Sebelumnya telah terjadi penurunan lebih dari 9 persen di New York. Hal tersebut menghapus nilai pasar lebih dari USD20 miliar.
Kemudian, investor merespons hasil pendapatan Alibaba untuk kuartal September, mengungkapkan bahwa manajemen telah menghentikan rencana untuk memisahkan Cloud Intelligence Group.

BACA JUGA:
Bantah Isu PHK, Alibaba Bakal Rekrut 15.000 Pegawai Tahun Ini


Alibaba mengungkapkan, bahwa dalam pengajuan ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS terdapat dua perusahaan swasta berencana melepas saham Alibaba senilai USD900 juta.
IPO yang terhenti merupakan tanda kemunduran strategi yang diumumkan pada bulan Mei, ketika Cloud Intelligence Group berencana akan memisahkan diri dari Perusahaan induknya dalam 12 bulan ke depan dan akan terdaftar secara independen.
Unit cloud menghadapi masalah yang lebih mendesak dibandingkan  pembatasan ekspor Amerika. Meski, pembatasan ekspor ini merugikan dalam  menyediakan produk terkait kecerdasan buatan karena mereka memerlukan  chip untuk mengolah data.
Para eksekutif Alibaba mengatakan, bahwa mereka memprioritaskan  layanan cloud publik yang lebih mudah untuk ditingkatkan dibanding  proyek independen yang tengah dilakukan oleh Cloud Intelligence Group.
Ahli Strategi Sekuritas Everbright Securities Kenny Ng mengatakan,  bahwa ada kemungkinan investor akan menunggu beberapa kuartal lagi untuk  menilai kembali prospek unit cloud. Pada kuartal kedua, bisnis cloud  hanya tumbuh 2 persen dari tahun ke tahun menjadi USD3,8 miliar.  Sementara, pendapatan seluruh grup meningkat 9 persen menjadi USD30,8  miliar.
Alibaba mengumumkan, bahwa pembayaran dividen tahunan pertamanya berjumlah sekitar USD2,5 miliar.</content:encoded></item></channel></rss>
