<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Fakta Penyebab Belum Adanya Investasi Asing ke IKN</title><description>Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur terus menjadi sorotan utama, terutama terkait investasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/20/470/2923103/4-fakta-penyebab-belum-adanya-investasi-asing-ke-ikn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/20/470/2923103/4-fakta-penyebab-belum-adanya-investasi-asing-ke-ikn"/><item><title>4 Fakta Penyebab Belum Adanya Investasi Asing ke IKN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/20/470/2923103/4-fakta-penyebab-belum-adanya-investasi-asing-ke-ikn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/20/470/2923103/4-fakta-penyebab-belum-adanya-investasi-asing-ke-ikn</guid><pubDate>Senin 20 November 2023 06:30 WIB</pubDate><dc:creator>Fadillah Rafli Anwari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/19/470/2923103/4-fakta-penyebab-belum-adanya-investasi-asing-ke-ikn-n05pQvZ5S5.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Proyek IKN belum dapat investor asing. (Foto: PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/19/470/2923103/4-fakta-penyebab-belum-adanya-investasi-asing-ke-ikn-n05pQvZ5S5.JPG</image><title>Proyek IKN belum dapat investor asing. (Foto: PUPR)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNy80LzE3MzgxMC81L3g4cHA5NWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur terus menjadi sorotan utama, terutama terkait  investasi.

Meskipun Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan optimisme atas potensi investasi asing, data menunjukkan bahwa hingga saat ini, proyek IKN masih belum mendapat dukungan finansial dari luar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bangun Proyek IKN Butuh 4 Juta Liter BBM per Bulan

&quot;Sampai saat ini belum ada. Tapi saya yakin bahwa setelah investor di dalam negeri bergerak semakin banyak setiap bulannya, investor dari luar akan segera masuk. Kita lihat saja nanti pasti akan masuk,&quot; ujar Jokowi katanya saat menghadiri APEC CEO Summit di Moscone West, San Francisco, Amerika Serikat, pada Kamis, 16 November 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Arus Bongkar Muat di IKN Tinggi, Emiten Pelayaran dan Logistik Kecipratan Cuan

Dirangkum Okezone pada Senin (20/11/2023), berikut  fakta penting terkait belum adanya investasi asing di IKN:

1. Investasi Asing Belum Masuk IKN

Jokowi menegaskan bahwa hingga saat ini, proyek pembangunan IKN di Kalimantan Timur belum menerima dukungan investasi asing.
Namun dia optimis dengan seiring pertumbuhan investasi dalam negeri, investor asing akan segera terpanggil untuk berpartisipasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hutama Karya Garap 2 Kontrak Baru Proyek IKN Nusantara

2. Sektor Prioritas Investasi Indonesia

Sebelumnya, Jokowi telah menetapkan sejumlah sektor prioritas untuk investasi, termasuk hilirisasi industri, pengembangan ekosistem kendaraan listrik, dan transisi energi.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong inovasi dan keberlanjutan sebagai bagian dari pembangunan nasional.

Dia mengatakan salah satu sektor prioritas adalah dalam hilirisasi industri. Jokowi menyebut sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar, Indonesia tengah berproses dalam membangun ekosistem kendaraan listrik terintegrasi.

&quot;Indonesia Tengah berproses membangun ekosistem EV terintegrasi dan menargetkan memproduksi 600.000 mobil listrik di tahun 2030 yang akan kita mulai tahun depan,&quot; ujar Jokowi.
3. Tantangan Investor Swasta



Terungkap bahwa beberapa investor swasta menghadapi hambatan dalam mencapai target pembangunan hunian ASN/Hankam di IKN. Sejumlah perusahaan bahkan belum siap untuk menyelesaikan proyek pada tahun 2024.



Misalnya, menurut Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Jaka Santos, seperti Korean Landed Housing menyatakan niatnya, tetapi meminta negosiasi dengan Pemerintah agar pekerjaan dapat diselesaikan melewati tahun 2024.



&quot;Korea saja tadinya, KLH (Korean Landed Housing) mereka mau, tapi jangan ditargetkan tahun 2024,&quot; ujar Jaka.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

IKN Nusantara, DPR: Kenalkan Budaya Kaltim ke Masyarakat Lewat Program Pemerintah


4. APBN sebagai Solusi Pemerintah



Dalam mengatasi tantangan dari investor swasta, Pemerintah Pusat memutuskan untuk mengalokasikan APBN sebagai sumber pendanaan proyek IKN.



Meskipun ini dianggap sebagai solusi strategis, tetapi hal ini juga memunculkan pertanyaan seputar apakah ini mencerminkan kesulitan nyata dalam menarik investasi swasta atau memang sebuah kebijakan yang telah terukur dengan matang oleh pemerintah.





</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNy80LzE3MzgxMC81L3g4cHA5NWs=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur terus menjadi sorotan utama, terutama terkait  investasi.

Meskipun Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan optimisme atas potensi investasi asing, data menunjukkan bahwa hingga saat ini, proyek IKN masih belum mendapat dukungan finansial dari luar.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bangun Proyek IKN Butuh 4 Juta Liter BBM per Bulan

&quot;Sampai saat ini belum ada. Tapi saya yakin bahwa setelah investor di dalam negeri bergerak semakin banyak setiap bulannya, investor dari luar akan segera masuk. Kita lihat saja nanti pasti akan masuk,&quot; ujar Jokowi katanya saat menghadiri APEC CEO Summit di Moscone West, San Francisco, Amerika Serikat, pada Kamis, 16 November 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Arus Bongkar Muat di IKN Tinggi, Emiten Pelayaran dan Logistik Kecipratan Cuan

Dirangkum Okezone pada Senin (20/11/2023), berikut  fakta penting terkait belum adanya investasi asing di IKN:

1. Investasi Asing Belum Masuk IKN

Jokowi menegaskan bahwa hingga saat ini, proyek pembangunan IKN di Kalimantan Timur belum menerima dukungan investasi asing.
Namun dia optimis dengan seiring pertumbuhan investasi dalam negeri, investor asing akan segera terpanggil untuk berpartisipasi.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hutama Karya Garap 2 Kontrak Baru Proyek IKN Nusantara

2. Sektor Prioritas Investasi Indonesia

Sebelumnya, Jokowi telah menetapkan sejumlah sektor prioritas untuk investasi, termasuk hilirisasi industri, pengembangan ekosistem kendaraan listrik, dan transisi energi.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendorong inovasi dan keberlanjutan sebagai bagian dari pembangunan nasional.

Dia mengatakan salah satu sektor prioritas adalah dalam hilirisasi industri. Jokowi menyebut sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar, Indonesia tengah berproses dalam membangun ekosistem kendaraan listrik terintegrasi.

&quot;Indonesia Tengah berproses membangun ekosistem EV terintegrasi dan menargetkan memproduksi 600.000 mobil listrik di tahun 2030 yang akan kita mulai tahun depan,&quot; ujar Jokowi.
3. Tantangan Investor Swasta



Terungkap bahwa beberapa investor swasta menghadapi hambatan dalam mencapai target pembangunan hunian ASN/Hankam di IKN. Sejumlah perusahaan bahkan belum siap untuk menyelesaikan proyek pada tahun 2024.



Misalnya, menurut Sekretaris Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Jaka Santos, seperti Korean Landed Housing menyatakan niatnya, tetapi meminta negosiasi dengan Pemerintah agar pekerjaan dapat diselesaikan melewati tahun 2024.



&quot;Korea saja tadinya, KLH (Korean Landed Housing) mereka mau, tapi jangan ditargetkan tahun 2024,&quot; ujar Jaka.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

IKN Nusantara, DPR: Kenalkan Budaya Kaltim ke Masyarakat Lewat Program Pemerintah


4. APBN sebagai Solusi Pemerintah



Dalam mengatasi tantangan dari investor swasta, Pemerintah Pusat memutuskan untuk mengalokasikan APBN sebagai sumber pendanaan proyek IKN.



Meskipun ini dianggap sebagai solusi strategis, tetapi hal ini juga memunculkan pertanyaan seputar apakah ini mencerminkan kesulitan nyata dalam menarik investasi swasta atau memang sebuah kebijakan yang telah terukur dengan matang oleh pemerintah.





</content:encoded></item></channel></rss>
