<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dokumen Investasi JETP Diluncurkan, Menteri ESDM: Pensiun Dini PLTU Cirebon Jadi Prioritas</title><description>Dokumen investasi Just Energy Transition Partnership/JETP resmi diluncurkan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/21/320/2924555/dokumen-investasi-jetp-diluncurkan-menteri-esdm-pensiun-dini-pltu-cirebon-jadi-prioritas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/21/320/2924555/dokumen-investasi-jetp-diluncurkan-menteri-esdm-pensiun-dini-pltu-cirebon-jadi-prioritas"/><item><title>Dokumen Investasi JETP Diluncurkan, Menteri ESDM: Pensiun Dini PLTU Cirebon Jadi Prioritas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/21/320/2924555/dokumen-investasi-jetp-diluncurkan-menteri-esdm-pensiun-dini-pltu-cirebon-jadi-prioritas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/21/320/2924555/dokumen-investasi-jetp-diluncurkan-menteri-esdm-pensiun-dini-pltu-cirebon-jadi-prioritas</guid><pubDate>Selasa 21 November 2023 16:07 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/21/320/2924555/dokumen-investasi-jetp-diluncurkan-menteri-esdm-pensiun-dini-pltu-cirebon-jadi-prioritas-fCI3xGl36l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dokumen investasi JETP diluncurkan (Foto: ESDM)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/21/320/2924555/dokumen-investasi-jetp-diluncurkan-menteri-esdm-pensiun-dini-pltu-cirebon-jadi-prioritas-fCI3xGl36l.jpg</image><title>Dokumen investasi JETP diluncurkan (Foto: ESDM)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgzMS81L3g4bmozNTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Dokumen investasi Just Energy Transition Partnership/JETP resmi diluncurkan. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon-1 menjadi proyek prioritas yang akan dilakukan dengan menggunakan skema pendanaan Transisi Energi Berkeadilan (JETP).

BACA JUGA:
Antisipasi Penurunan Cadangan Batu Bara, PLN Siapkan Coal Blending Facility untuk PLTU 


&quot;Itu yang kita targetkan yang (pensiun dini PLTU) Cirebon dulu nih,&quot; ujar Arifin usai peluncurkan dokumen perencanaan dan kebijakan investasi komprehensif atau Comprehensive Investment and Policy Plan (CIPP) JETP di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (21/11/2023).

BACA JUGA:
Suntik Mati PLTU Terkendala Dana, Menteri ESDM Beri Penjelasan


Selain suntik mati PLTU Cirebon, Arifin menuturkan proyek lainnya yang juga akan menggunakan skema pendanaan JETP yaitu membangun jaringan listrik (grid) yang menghubungkan Jawa dan Sumatra.
&quot;Nah abis itu masuk ke transmisi lah,&quot; imbuhnya.
Dikatakan Arifin, proyek transmisi Jawa-Sumatera penting dilakukan  untuk dapat membangun transmisi yang akan menghubungkan kedua pulau  tersebut karena seperti diketahui selama ini Pulau Jawa sering kali  mengalami kelebihan (excess) pasokan listrik.
&quot;Yang paling-paling urgent tuh yang mana, misalnya Sumatera Selatan,  Sumatera Utara, ya supaya bisa. Jawa kan kelebihan, kita kirim ke  Sumatera Selatan. Sumatera Selatan kelebihan kirim ke atas (Sumatera  Utara),&quot; paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan  Prasodjo mengungkapkan, pihaknya bersama stakeholder terkait memang  sedang dalam proses assesmen secara menyeluruh terkait dampak teknikal  maupun komersial.
&quot;Kelihatan Indonesia, PLN stakeholder, ADB, IPP menjadi partner dan  potensial donor. Ini dalam suasana keakraban bagaimana kita mencari  pemecahan seluruh tantangan dipetakan,&quot; terangnya.
&quot;Satu per satu di-address. Tunggu saja kapan bisa diumumkan. Semua  kerja di back office dan Kemenkeu jadi leader. Marves lalu ESDM. Juga  dari ADB,&quot; tukas Darmawan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgzMS81L3g4bmozNTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Dokumen investasi Just Energy Transition Partnership/JETP resmi diluncurkan. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkapkan pensiun dini Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cirebon-1 menjadi proyek prioritas yang akan dilakukan dengan menggunakan skema pendanaan Transisi Energi Berkeadilan (JETP).

BACA JUGA:
Antisipasi Penurunan Cadangan Batu Bara, PLN Siapkan Coal Blending Facility untuk PLTU 


&quot;Itu yang kita targetkan yang (pensiun dini PLTU) Cirebon dulu nih,&quot; ujar Arifin usai peluncurkan dokumen perencanaan dan kebijakan investasi komprehensif atau Comprehensive Investment and Policy Plan (CIPP) JETP di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (21/11/2023).

BACA JUGA:
Suntik Mati PLTU Terkendala Dana, Menteri ESDM Beri Penjelasan


Selain suntik mati PLTU Cirebon, Arifin menuturkan proyek lainnya yang juga akan menggunakan skema pendanaan JETP yaitu membangun jaringan listrik (grid) yang menghubungkan Jawa dan Sumatra.
&quot;Nah abis itu masuk ke transmisi lah,&quot; imbuhnya.
Dikatakan Arifin, proyek transmisi Jawa-Sumatera penting dilakukan  untuk dapat membangun transmisi yang akan menghubungkan kedua pulau  tersebut karena seperti diketahui selama ini Pulau Jawa sering kali  mengalami kelebihan (excess) pasokan listrik.
&quot;Yang paling-paling urgent tuh yang mana, misalnya Sumatera Selatan,  Sumatera Utara, ya supaya bisa. Jawa kan kelebihan, kita kirim ke  Sumatera Selatan. Sumatera Selatan kelebihan kirim ke atas (Sumatera  Utara),&quot; paparnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan  Prasodjo mengungkapkan, pihaknya bersama stakeholder terkait memang  sedang dalam proses assesmen secara menyeluruh terkait dampak teknikal  maupun komersial.
&quot;Kelihatan Indonesia, PLN stakeholder, ADB, IPP menjadi partner dan  potensial donor. Ini dalam suasana keakraban bagaimana kita mencari  pemecahan seluruh tantangan dipetakan,&quot; terangnya.
&quot;Satu per satu di-address. Tunggu saja kapan bisa diumumkan. Semua  kerja di back office dan Kemenkeu jadi leader. Marves lalu ESDM. Juga  dari ADB,&quot; tukas Darmawan.</content:encoded></item></channel></rss>
