<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>XL Axiata (EXCL) Kantongi Pendapatan Rp23,88 Triliun di Kuartal III-2023</title><description>PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mengantongi pendapatan sebesar Rp23,88 triliun atau naik 10% pada kuartal III 2023.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/22/278/2924950/xl-axiata-excl-kantongi-pendapatan-rp23-88-triliun-di-kuartal-iii-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/22/278/2924950/xl-axiata-excl-kantongi-pendapatan-rp23-88-triliun-di-kuartal-iii-2023"/><item><title>XL Axiata (EXCL) Kantongi Pendapatan Rp23,88 Triliun di Kuartal III-2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/22/278/2924950/xl-axiata-excl-kantongi-pendapatan-rp23-88-triliun-di-kuartal-iii-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/22/278/2924950/xl-axiata-excl-kantongi-pendapatan-rp23-88-triliun-di-kuartal-iii-2023</guid><pubDate>Rabu 22 November 2023 10:23 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/22/278/2924950/xl-axiata-excl-kantongi-pendapatan-rp23-88-triliun-di-kuartal-iii-2023-a6tUKzuWFL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laporan keuangan XL Axiata (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/22/278/2924950/xl-axiata-excl-kantongi-pendapatan-rp23-88-triliun-di-kuartal-iii-2023-a6tUKzuWFL.jpg</image><title>Laporan keuangan XL Axiata (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mengantongi pendapatan sebesar Rp23,88 triliun atau naik 10% pada kuartal III 2023. Adapun EBITDA tumbuh 13% YoY menjadi Rp 11,76 triliun, dan EBITDA Margin menjadi 49%.
Sementara itu, laba bersih setelah dinormalisasi (NPAT) mencapai Rp 1,02 triliun. Pendapatan data dan layanan digital mencapai Rp 21,72 triliun, atau sekitar 91% dari total pendapatan. Selanjutnya, XL Axiata semakin optimis dengan masa depan bisnis layanan Fixed Broad Band (FBB) dan Fixed Mobile Convergence (FMC) di mana bisnis tersebut terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif.

BACA JUGA:
Smartfren (FREN) dan XL Axiata (EXCL) Merger? Begini Kata Kominfo


&amp;ldquo;Situasi dan kondisi industri telekomunikasi nasional yang terus challenging serta kompetisi yang terus berlangsung ketat hingga saat ini, mampu kami jawab dengan pencapaian kinerja yang cukup menggembirakan,&amp;rdquo; kata Presiden Direktur &amp;amp; CEO XL Axiata Dian Siswarini, Rabu (22/11/2023).
Menurutnya, di periode sembilan bulan tahun ini, XL Axiata tetap mampu mencetak tingkat profitabilitas yang tumbuh positif dibandingkan hasil pencapaian di periode yang sama tahun lalu. Tantangan ke depan tentunya tidak akan lebih ringan.

BACA JUGA:
Jelang Piala Dunia U-17 Indonesia, XL Axiata Perkuat Jaringan di 4 Kota Penyelenggara


&amp;ldquo;Untuk itu, berbagai inisiatif akan terus kami lakukan, termasuk mendorong dan mengakselerasi pertumbuhan bisnis FBB dan FMC yang hingga saat ini terus menunjukkan pontensi sangat menggembirakan,&amp;rdquo; imbuh dia.
Dari sisi biaya-biaya operasional, XL Axiata berhasil menjaga tingkat stabilitasnya. Bahkan biaya terkait penjualan dan pemasaran bisa ditekan menurun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring dengan penerapan strategi digitalisasi.
Sementara itu untuk beberapa komponen biaya lainnya turun jika  dibandingkan kuartal sebelumnya, seperti biaya interkoneksi dan  pengeluaran langsung lainnya, biaya pekerja, serta biaya supplies dan  overhead. Biaya ekspansi infrastruktur juga selaras dengan pertumbuhan  jumlah site. Secara keseluruhan, beban biaya operasional YoY bisa  dipertahankan di bawah pertumbuhan pendapatan.
Posisi keuangan XL Axiata sehat per akhir September 2023, utang kotor  tercatat di angka Rp 9,67 triliun, dengan rasio gearing net debt to  EBITDA (termasuk finance lease) sebesar 2,7x.  Utang bersih tercatat  sebesar Rp 7,8 triliun. XL Axiata tidak memiliki utang berdenominasi  USD. Sebesar 37% dari pinjaman yang ada saat ini memiliki suku bunga  mengambang (floating) dan 63% memiliki suku bunga tetap. Free Cash Flow  (FCF) berada pada tingkat yang sehat, dengan peningkatan sebesar 53%,  menjadi Rp 6,21 triliun.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) mengantongi pendapatan sebesar Rp23,88 triliun atau naik 10% pada kuartal III 2023. Adapun EBITDA tumbuh 13% YoY menjadi Rp 11,76 triliun, dan EBITDA Margin menjadi 49%.
Sementara itu, laba bersih setelah dinormalisasi (NPAT) mencapai Rp 1,02 triliun. Pendapatan data dan layanan digital mencapai Rp 21,72 triliun, atau sekitar 91% dari total pendapatan. Selanjutnya, XL Axiata semakin optimis dengan masa depan bisnis layanan Fixed Broad Band (FBB) dan Fixed Mobile Convergence (FMC) di mana bisnis tersebut terus menunjukkan pertumbuhan yang sangat positif.

BACA JUGA:
Smartfren (FREN) dan XL Axiata (EXCL) Merger? Begini Kata Kominfo


&amp;ldquo;Situasi dan kondisi industri telekomunikasi nasional yang terus challenging serta kompetisi yang terus berlangsung ketat hingga saat ini, mampu kami jawab dengan pencapaian kinerja yang cukup menggembirakan,&amp;rdquo; kata Presiden Direktur &amp;amp; CEO XL Axiata Dian Siswarini, Rabu (22/11/2023).
Menurutnya, di periode sembilan bulan tahun ini, XL Axiata tetap mampu mencetak tingkat profitabilitas yang tumbuh positif dibandingkan hasil pencapaian di periode yang sama tahun lalu. Tantangan ke depan tentunya tidak akan lebih ringan.

BACA JUGA:
Jelang Piala Dunia U-17 Indonesia, XL Axiata Perkuat Jaringan di 4 Kota Penyelenggara


&amp;ldquo;Untuk itu, berbagai inisiatif akan terus kami lakukan, termasuk mendorong dan mengakselerasi pertumbuhan bisnis FBB dan FMC yang hingga saat ini terus menunjukkan pontensi sangat menggembirakan,&amp;rdquo; imbuh dia.
Dari sisi biaya-biaya operasional, XL Axiata berhasil menjaga tingkat stabilitasnya. Bahkan biaya terkait penjualan dan pemasaran bisa ditekan menurun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, seiring dengan penerapan strategi digitalisasi.
Sementara itu untuk beberapa komponen biaya lainnya turun jika  dibandingkan kuartal sebelumnya, seperti biaya interkoneksi dan  pengeluaran langsung lainnya, biaya pekerja, serta biaya supplies dan  overhead. Biaya ekspansi infrastruktur juga selaras dengan pertumbuhan  jumlah site. Secara keseluruhan, beban biaya operasional YoY bisa  dipertahankan di bawah pertumbuhan pendapatan.
Posisi keuangan XL Axiata sehat per akhir September 2023, utang kotor  tercatat di angka Rp 9,67 triliun, dengan rasio gearing net debt to  EBITDA (termasuk finance lease) sebesar 2,7x.  Utang bersih tercatat  sebesar Rp 7,8 triliun. XL Axiata tidak memiliki utang berdenominasi  USD. Sebesar 37% dari pinjaman yang ada saat ini memiliki suku bunga  mengambang (floating) dan 63% memiliki suku bunga tetap. Free Cash Flow  (FCF) berada pada tingkat yang sehat, dengan peningkatan sebesar 53%,  menjadi Rp 6,21 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
