<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pasokan Baterai Langka, Program Konversi Motor Listrik Terhambat</title><description>Kelangkaan pasokan baterai menghambat program konversi motor listrik di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/22/320/2925002/pasokan-baterai-langka-program-konversi-motor-listrik-terhambat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/22/320/2925002/pasokan-baterai-langka-program-konversi-motor-listrik-terhambat"/><item><title>Pasokan Baterai Langka, Program Konversi Motor Listrik Terhambat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/22/320/2925002/pasokan-baterai-langka-program-konversi-motor-listrik-terhambat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/22/320/2925002/pasokan-baterai-langka-program-konversi-motor-listrik-terhambat</guid><pubDate>Rabu 22 November 2023 11:46 WIB</pubDate><dc:creator>Atikah Umiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/22/320/2925002/pasokan-baterai-langka-program-konversi-motor-listrik-terhambat-o6Msntimej.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Program motor listrik terhambat pasokan baterai (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/22/320/2925002/pasokan-baterai-langka-program-konversi-motor-listrik-terhambat-o6Msntimej.jpg</image><title>Program motor listrik terhambat pasokan baterai (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNC8xLzE3MzY1OC81L3g4cG02OWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kelangkaan pasokan baterai menghambat program konversi motor listrik di Indonesia. Menteri ESDM Arifin Tarif mengakui bahwa terbatasnya suplai baterai dalam negeri menjadi penyebab lambatnya program konversi motor.

BACA JUGA:
Pilihan Motor Listrik Harga Rp7 Jutaan Bertambah, Intip Spesifikasinya


&quot;Kuncinya adalah ketersediaan baterai listriknya yang memang terbatas sekali, harus ada kepastian mengenai keberadaan stok baterai listriknya karena kita belum bisa bikin sendiri,&quot; jelasnya dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (21/11/2023).
Arifin menambahkan, hambatan lainnya yaitu terkait kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Oleh karena itu dirinya meminta pihak Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan relaksasi TKDN komponen konversi motor listrik.

BACA JUGA:
Soal Produksi Motor Listrik Ninja e-1 dan Z e-1 di Indonesia, Begini Respons Kawasaki


&quot;Barangkali nanti karena kita sama-sama di komisi VII ada ESDM, ada Perindustrian mungkin ini bisa diharmonisasi bahwa TKDN untuk ini sebaiknya bisa dikonsider ya,&quot; harapnya.
Kendati demikian, Arifin juga mengaku ingin tetap mengutamakan  produksi dalam negeri sehingga menurutnya perlu dibentuk peta jalan  (roadmap) produksi komponen motor listrik di dalam negeri.
&quot;Tapi memang juga harus ada roadmap kapan bisa diproduksi di dalam  negeri hingga kita bisa menggunakannya semaksimal mungkin. Prioritas  pokoknya untuk apa yang tersedia di dalam negeri. Tapi memang baterainya  yang gak ada, konverter nya ada, motornya juga bisa,&quot; tuturnya.
Arifin pun mengungkapkan, realisasi konversi motor listrik yang masih  minim ini yang kemudian menjadi penyebab realisasi penyerapan anggaran  Kementerian ESDM masih rendah menjelang akhir tahun ini.
Adapun hingga 18 November 2023, realisasi anggaran Kementerian ESDM baru mencapai 59,03% dan masih terdapat deviasi -5,08%.
&amp;ldquo;Realisasi masih rendah terutama disebabkan kegiatan insentif  konversi motor BBM ke listrik, di mana minat masyarakat masih rendah,&amp;rdquo;  tukasnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xNC8xLzE3MzY1OC81L3g4cG02OWI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Kelangkaan pasokan baterai menghambat program konversi motor listrik di Indonesia. Menteri ESDM Arifin Tarif mengakui bahwa terbatasnya suplai baterai dalam negeri menjadi penyebab lambatnya program konversi motor.

BACA JUGA:
Pilihan Motor Listrik Harga Rp7 Jutaan Bertambah, Intip Spesifikasinya


&quot;Kuncinya adalah ketersediaan baterai listriknya yang memang terbatas sekali, harus ada kepastian mengenai keberadaan stok baterai listriknya karena kita belum bisa bikin sendiri,&quot; jelasnya dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi VII DPR RI, Rabu (21/11/2023).
Arifin menambahkan, hambatan lainnya yaitu terkait kebijakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Oleh karena itu dirinya meminta pihak Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memberikan relaksasi TKDN komponen konversi motor listrik.

BACA JUGA:
Soal Produksi Motor Listrik Ninja e-1 dan Z e-1 di Indonesia, Begini Respons Kawasaki


&quot;Barangkali nanti karena kita sama-sama di komisi VII ada ESDM, ada Perindustrian mungkin ini bisa diharmonisasi bahwa TKDN untuk ini sebaiknya bisa dikonsider ya,&quot; harapnya.
Kendati demikian, Arifin juga mengaku ingin tetap mengutamakan  produksi dalam negeri sehingga menurutnya perlu dibentuk peta jalan  (roadmap) produksi komponen motor listrik di dalam negeri.
&quot;Tapi memang juga harus ada roadmap kapan bisa diproduksi di dalam  negeri hingga kita bisa menggunakannya semaksimal mungkin. Prioritas  pokoknya untuk apa yang tersedia di dalam negeri. Tapi memang baterainya  yang gak ada, konverter nya ada, motornya juga bisa,&quot; tuturnya.
Arifin pun mengungkapkan, realisasi konversi motor listrik yang masih  minim ini yang kemudian menjadi penyebab realisasi penyerapan anggaran  Kementerian ESDM masih rendah menjelang akhir tahun ini.
Adapun hingga 18 November 2023, realisasi anggaran Kementerian ESDM baru mencapai 59,03% dan masih terdapat deviasi -5,08%.
&amp;ldquo;Realisasi masih rendah terutama disebabkan kegiatan insentif  konversi motor BBM ke listrik, di mana minat masyarakat masih rendah,&amp;rdquo;  tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
