<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diselimuti Awan Gelap, BI Ramal Ekonomi Global Hanya Tumbuh 2,9% di 2023</title><description>Bank Indonesia (BI) meramal pertumbuhan ekonomi dunia melambat imbas ketidakpastian yang masih tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/23/320/2925877/diselimuti-awan-gelap-bi-ramal-ekonomi-global-hanya-tumbuh-2-9-di-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/23/320/2925877/diselimuti-awan-gelap-bi-ramal-ekonomi-global-hanya-tumbuh-2-9-di-2023"/><item><title>Diselimuti Awan Gelap, BI Ramal Ekonomi Global Hanya Tumbuh 2,9% di 2023</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/23/320/2925877/diselimuti-awan-gelap-bi-ramal-ekonomi-global-hanya-tumbuh-2-9-di-2023</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/23/320/2925877/diselimuti-awan-gelap-bi-ramal-ekonomi-global-hanya-tumbuh-2-9-di-2023</guid><pubDate>Kamis 23 November 2023 15:27 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/23/320/2925877/diselimuti-awan-gelap-bi-ramal-ekonomi-global-hanya-tumbuh-2-9-di-2023-kS3PY3FNnr.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI ramal ekonomi dunia masih gelap (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/23/320/2925877/diselimuti-awan-gelap-bi-ramal-ekonomi-global-hanya-tumbuh-2-9-di-2023-kS3PY3FNnr.jpg</image><title>BI ramal ekonomi dunia masih gelap (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wMS80LzE1Nzk0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meramal pertumbuhan ekonomi dunia melambat imbas ketidakpastian yang masih tinggi.
Secara keseluruhan, BI masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 sebesar 2,9% dan melambat menjadi 2,8% pada 2024.

BACA JUGA:
Catut Nama Bank Indonesia, Waspada Ajakan Investasi dengan Untung Berlipat Ganda


&quot;Ekonomi Amerika Serikat (AS) masih tumbuh kuat didorong oleh konsumsi rumah tangga dan sektor jasa yang berorientasi domestik,&quot; ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers RDG BI secara virtual di Jakarta, Kamis (23/11/2023).
Sementara itu, ekonomi China membaik didukung oleh konsumsi dan dampak stimulus kebijakan fiskal.

BACA JUGA:
Ternyata Ini 2 Sosok Pahlawan yang Ada Di Uang Pertama Bank Indonesia


&quot;Inflasi di negara maju masih di atas target dengan tekanan yang mulai mereda,&quot; sambung Perry.
Dengan perkembangan inflasi ini, suku bunga kebijakan moneter termasuk Federal Funds Rate (FFR) diperkirakan bertahan tinggi dalam jangka waktu yang lama (higher for longer).
Yield obligasi pemerintah negara maju, khususnya AS (US Treasury),  naik tinggi karena premi risiko jangka panjang (term-premia) terkait  tingginya kebutuhan untuk pembiayaan fiskal.
&quot;Ketidakpastian pasar keuangan masih berlanjut dan berpengaruh  terhadap volatilitas aliran modal dan tekanan nilai tukar di negara  emerging market,&quot; tandas Perry.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMi8xMi8wMS80LzE1Nzk0My8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) meramal pertumbuhan ekonomi dunia melambat imbas ketidakpastian yang masih tinggi.
Secara keseluruhan, BI masih memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun 2023 sebesar 2,9% dan melambat menjadi 2,8% pada 2024.

BACA JUGA:
Catut Nama Bank Indonesia, Waspada Ajakan Investasi dengan Untung Berlipat Ganda


&quot;Ekonomi Amerika Serikat (AS) masih tumbuh kuat didorong oleh konsumsi rumah tangga dan sektor jasa yang berorientasi domestik,&quot; ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers RDG BI secara virtual di Jakarta, Kamis (23/11/2023).
Sementara itu, ekonomi China membaik didukung oleh konsumsi dan dampak stimulus kebijakan fiskal.

BACA JUGA:
Ternyata Ini 2 Sosok Pahlawan yang Ada Di Uang Pertama Bank Indonesia


&quot;Inflasi di negara maju masih di atas target dengan tekanan yang mulai mereda,&quot; sambung Perry.
Dengan perkembangan inflasi ini, suku bunga kebijakan moneter termasuk Federal Funds Rate (FFR) diperkirakan bertahan tinggi dalam jangka waktu yang lama (higher for longer).
Yield obligasi pemerintah negara maju, khususnya AS (US Treasury),  naik tinggi karena premi risiko jangka panjang (term-premia) terkait  tingginya kebutuhan untuk pembiayaan fiskal.
&quot;Ketidakpastian pasar keuangan masih berlanjut dan berpengaruh  terhadap volatilitas aliran modal dan tekanan nilai tukar di negara  emerging market,&quot; tandas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
