<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Yakin Pertumbuhan Kredit Bank Capai 9%-11% Tahun Ini</title><description>BI memperkirakan intermediasi perbankan terus tumbuh positif didukung lending capacity yang baik</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/23/320/2925922/bi-yakin-pertumbuhan-kredit-bank-capai-9-11-tahun-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/23/320/2925922/bi-yakin-pertumbuhan-kredit-bank-capai-9-11-tahun-ini"/><item><title>BI Yakin Pertumbuhan Kredit Bank Capai 9%-11% Tahun Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/23/320/2925922/bi-yakin-pertumbuhan-kredit-bank-capai-9-11-tahun-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/23/320/2925922/bi-yakin-pertumbuhan-kredit-bank-capai-9-11-tahun-ini</guid><pubDate>Kamis 23 November 2023 16:24 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/23/320/2925922/bi-yakin-pertumbuhan-kredit-bank-capai-9-11-tahun-ini-g7SUw8ijAT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI Yakin Pertumbuhan Kredit Perbankan Tumbuh. (Foto: Okezone.com/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/23/320/2925922/bi-yakin-pertumbuhan-kredit-bank-capai-9-11-tahun-ini-g7SUw8ijAT.jpg</image><title>BI Yakin Pertumbuhan Kredit Perbankan Tumbuh. (Foto: Okezone.com/Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan intermediasi perbankan terus tumbuh positif didukung lending capacity yang baik sejalan dengan likuiditas yang memadai. Prospek pertumbuhan kredit pada 2023 diyakini tetap pada kisaran 9-11% dan meningkat pada 2024.
Likuiditas perbankan yang masih memadai mendukung ketahanan stabilitas sistem keuangan. Pada Oktober 2023, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tetap terjaga tinggi, yaitu 26,36%.

BACA JUGA:
Catut Nama Bank Indonesia, Waspada Ajakan Investasi dengan Untung Berlipat Ganda

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai 3,43% (yoy) pada Oktober 2023. Sementara itu, kredit perbankan pada Oktober 2023 tumbuh 8,99% (yoy), didukung peningkatan permintaan pembiayaan sejalan dengan kinerja korporasi dan konsumsi rumah tangga yang terjaga.
&quot;Penerbitan SRBI juga menambah fleksibilitas perbankan dalam mengelola likuiditas sehingga turut mendukung terjaganya lending capacity perbankan,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers RDG BI secara virtual di Jakarta, Kamis (23/11/2023).

BACA JUGA:
Ekonomi Indonesia Diprediksi Masih Bisa Tumbuh 5,3% pada 2023

Perkembangan likuiditas tersebut berdampak positif terhadap suku bunga perbankan, dengan suku bunga deposito perbankan jangka waktu 1 bulan dan suku bunga kredit pada Oktober 2023 masing-masing terjaga pada 4,40% dan 9,37%.
Likuiditas perbankan yang tetap memadai juga didukung oleh implementasi KLM yang efektif berlaku sejak 1 Oktober 2023, dengan besaran total insentif likuiditas mencapai Rp138 triliun per November 2023.
&quot;Bank Indonesia terus meningkatkan efektivitas implementasi insentif likuiditas KLM untuk mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,&quot; sambung Perry.Secara sektoral, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh sektor Jasa Sosial, Jasa Dunia Usaha, dan Pertambangan. Pembiayaan syariah juga terus meningkat mencapai 14,68% (yoy) pada Oktober 2023.
Di segmen UMKM, pertumbuhan kredit mencapai 8,36% (yoy), antara lain didukung oleh penyaluran KUR yang meningkat.
&quot;Ke depan, Bank Indonesia akan terus mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan dan memperkuat sinergi dengan Pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, terutama pada sektor-sektor prioritas, inklusi, dan ekonomi hijau,&quot; pungkas Perry.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memperkirakan intermediasi perbankan terus tumbuh positif didukung lending capacity yang baik sejalan dengan likuiditas yang memadai. Prospek pertumbuhan kredit pada 2023 diyakini tetap pada kisaran 9-11% dan meningkat pada 2024.
Likuiditas perbankan yang masih memadai mendukung ketahanan stabilitas sistem keuangan. Pada Oktober 2023, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tetap terjaga tinggi, yaitu 26,36%.

BACA JUGA:
Catut Nama Bank Indonesia, Waspada Ajakan Investasi dengan Untung Berlipat Ganda

Pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai 3,43% (yoy) pada Oktober 2023. Sementara itu, kredit perbankan pada Oktober 2023 tumbuh 8,99% (yoy), didukung peningkatan permintaan pembiayaan sejalan dengan kinerja korporasi dan konsumsi rumah tangga yang terjaga.
&quot;Penerbitan SRBI juga menambah fleksibilitas perbankan dalam mengelola likuiditas sehingga turut mendukung terjaganya lending capacity perbankan,&quot; ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Konferensi Pers RDG BI secara virtual di Jakarta, Kamis (23/11/2023).

BACA JUGA:
Ekonomi Indonesia Diprediksi Masih Bisa Tumbuh 5,3% pada 2023

Perkembangan likuiditas tersebut berdampak positif terhadap suku bunga perbankan, dengan suku bunga deposito perbankan jangka waktu 1 bulan dan suku bunga kredit pada Oktober 2023 masing-masing terjaga pada 4,40% dan 9,37%.
Likuiditas perbankan yang tetap memadai juga didukung oleh implementasi KLM yang efektif berlaku sejak 1 Oktober 2023, dengan besaran total insentif likuiditas mencapai Rp138 triliun per November 2023.
&quot;Bank Indonesia terus meningkatkan efektivitas implementasi insentif likuiditas KLM untuk mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas guna mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,&quot; sambung Perry.Secara sektoral, pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh sektor Jasa Sosial, Jasa Dunia Usaha, dan Pertambangan. Pembiayaan syariah juga terus meningkat mencapai 14,68% (yoy) pada Oktober 2023.
Di segmen UMKM, pertumbuhan kredit mencapai 8,36% (yoy), antara lain didukung oleh penyaluran KUR yang meningkat.
&quot;Ke depan, Bank Indonesia akan terus mendorong penyaluran kredit/pembiayaan perbankan dan memperkuat sinergi dengan Pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, terutama pada sektor-sektor prioritas, inklusi, dan ekonomi hijau,&quot; pungkas Perry.</content:encoded></item></channel></rss>
