<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Merger Angkasa Pura I dan II, Erick Thohir: Tak Ada PHK</title><description>BUMN memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah merger PT Angkasa Pura I.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/23/320/2926028/merger-angkasa-pura-i-dan-ii-erick-thohir-tak-ada-phk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/23/320/2926028/merger-angkasa-pura-i-dan-ii-erick-thohir-tak-ada-phk"/><item><title>Merger Angkasa Pura I dan II, Erick Thohir: Tak Ada PHK</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/23/320/2926028/merger-angkasa-pura-i-dan-ii-erick-thohir-tak-ada-phk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/23/320/2926028/merger-angkasa-pura-i-dan-ii-erick-thohir-tak-ada-phk</guid><pubDate>Kamis 23 November 2023 18:31 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/23/320/2926028/merger-angkasa-pura-i-dan-ii-erick-thohir-tak-ada-phk-YuOvDFkRmB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir bicara soal merger angkasa pura I dan II. (Foto: Kementerian BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/23/320/2926028/merger-angkasa-pura-i-dan-ii-erick-thohir-tak-ada-phk-YuOvDFkRmB.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir bicara soal merger angkasa pura I dan II. (Foto: Kementerian BUMN)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMy8yMC8xNzQxMDQvNS94OHB2bDh1&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah merger PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I dan PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II.
Menteri BUMN, Erick Thohir menyatakan, pihaknya mendorong agar proses penggabungan kedua operator bandara pelat merah bisa direalisasikan akhir 2023. Kendati memerlukan waktu yang cukup panjang.

BACA JUGA:
Kemnaker Sebut RPP Kesehatan Berpotensi Timbulkan PHK Masal&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Kita lagi dorong, merger kadang lama di paperwork, dan pengalaman kita merger Pelindo mesti memastikan persepsi jangan sampai seakan akan kita melepas pegawai, padahal enggak, buktinya Pelindo gak ada kita lepas pegawainya (PHK),&amp;rdquo; ujar Erick, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2023).
Konsolidasi AP I dan II, lanjut dia, untuk menyamakan sistem dan pelayanan bandara di Tanah Air. Selain itu, memperkuat infrastruktur industri bandara. Dengan langkah ini bandara di Indonesia bisa naik kelas di level global.

BACA JUGA:
Erick Thohir Kumpulkan Bos-Bos BUMN Bahas Gejolak Harga Pangan dan Energi

Dalam proses itu, Erick memastikan Angkasa Pura I dan II tidak akan melakukan pengurangan jumlah karyawan. Pasalnya, konsolidasi diyakini memperkuat lini bisnis perusahaan.&amp;ldquo;Tentu gausah takut untuk kepegawaian karna airport-nya tetap tambah, orang pertumbuhan ekonominya tumbuh. Kecuali pertumbuhan ekonominya turun, turisnya turun,&amp;rdquo; bebernya.
&amp;ldquo;Sekarang kalau bicara jumlah pesawat aja masih kurang. Pak Menhub mengatakan 440 (pesawat), kebutuhannya 700, makanya tiket masih mahal. Nah gimana airport. jadi jangan menakutkan selama ekonomi Indonesia tumbuh,&amp;rdquo; lanjut dia.
Menurutnya, Indonesia harus menyesuaikan bisnis bandaranya. Selain bisa bersaing dengan Bandara Changi di Singapura, beberapa bandara di Indonesia juga over capacity alias kelebihan kapasitas.
Bandara yang dipandang sudah over capacity adalah bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Selain itu potensi kelebihan kapasitas juga terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
&amp;ldquo;Bali juga sudah mulai over capacity. Apalagi kita lihat mandalika, Labuan Bajo jadi potensi, jadi mau gak mau harus kita terus tingkatkan karena ini sebagai income ke depan,&amp;rdquo; ungkap Erick.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMy8yMC8xNzQxMDQvNS94OHB2bDh1&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan tidak ada pemutusan hubungan kerja (PHK) setelah merger PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I dan PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II.
Menteri BUMN, Erick Thohir menyatakan, pihaknya mendorong agar proses penggabungan kedua operator bandara pelat merah bisa direalisasikan akhir 2023. Kendati memerlukan waktu yang cukup panjang.

BACA JUGA:
Kemnaker Sebut RPP Kesehatan Berpotensi Timbulkan PHK Masal&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&amp;ldquo;Kita lagi dorong, merger kadang lama di paperwork, dan pengalaman kita merger Pelindo mesti memastikan persepsi jangan sampai seakan akan kita melepas pegawai, padahal enggak, buktinya Pelindo gak ada kita lepas pegawainya (PHK),&amp;rdquo; ujar Erick, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2023).
Konsolidasi AP I dan II, lanjut dia, untuk menyamakan sistem dan pelayanan bandara di Tanah Air. Selain itu, memperkuat infrastruktur industri bandara. Dengan langkah ini bandara di Indonesia bisa naik kelas di level global.

BACA JUGA:
Erick Thohir Kumpulkan Bos-Bos BUMN Bahas Gejolak Harga Pangan dan Energi

Dalam proses itu, Erick memastikan Angkasa Pura I dan II tidak akan melakukan pengurangan jumlah karyawan. Pasalnya, konsolidasi diyakini memperkuat lini bisnis perusahaan.&amp;ldquo;Tentu gausah takut untuk kepegawaian karna airport-nya tetap tambah, orang pertumbuhan ekonominya tumbuh. Kecuali pertumbuhan ekonominya turun, turisnya turun,&amp;rdquo; bebernya.
&amp;ldquo;Sekarang kalau bicara jumlah pesawat aja masih kurang. Pak Menhub mengatakan 440 (pesawat), kebutuhannya 700, makanya tiket masih mahal. Nah gimana airport. jadi jangan menakutkan selama ekonomi Indonesia tumbuh,&amp;rdquo; lanjut dia.
Menurutnya, Indonesia harus menyesuaikan bisnis bandaranya. Selain bisa bersaing dengan Bandara Changi di Singapura, beberapa bandara di Indonesia juga over capacity alias kelebihan kapasitas.
Bandara yang dipandang sudah over capacity adalah bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Selain itu potensi kelebihan kapasitas juga terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
&amp;ldquo;Bali juga sudah mulai over capacity. Apalagi kita lihat mandalika, Labuan Bajo jadi potensi, jadi mau gak mau harus kita terus tingkatkan karena ini sebagai income ke depan,&amp;rdquo; ungkap Erick.</content:encoded></item></channel></rss>
