<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Tantangan Hilirisasi yang Siap Dihadapi Ganjar Pranowo</title><description>4 tantangan hilirisasi yang siap dihadapi Calon Presiden Ganjar Pranowo.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/24/320/2926676/4-tantangan-hilirisasi-yang-siap-dihadapi-ganjar-pranowo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/24/320/2926676/4-tantangan-hilirisasi-yang-siap-dihadapi-ganjar-pranowo"/><item><title>4 Tantangan Hilirisasi yang Siap Dihadapi Ganjar Pranowo</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/24/320/2926676/4-tantangan-hilirisasi-yang-siap-dihadapi-ganjar-pranowo</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/24/320/2926676/4-tantangan-hilirisasi-yang-siap-dihadapi-ganjar-pranowo</guid><pubDate>Jum'at 24 November 2023 17:47 WIB</pubDate><dc:creator>Nasya Emmanuela Lilipaly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/24/320/2926676/4-tantangan-hilirisasi-yang-siap-dihadapi-ganjar-pranowo-ZyfludH0cS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo siap sukseskan hilirisasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/24/320/2926676/4-tantangan-hilirisasi-yang-siap-dihadapi-ganjar-pranowo-ZyfludH0cS.jpg</image><title>Ganjar Pranowo siap sukseskan hilirisasi (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNS80LzE3MDY3Mi81L3g4bzNlYTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; 4 tantangan hilirisasi yang siap dihadapi Calon Presiden Ganjar Pranowo. Dia menyampaikan bahwa proses hilirisasi komoditas di Indonesia telah berjalan efisien dan baik.
Sebagai contoh, Ganjar merujuk pada hilirisasi nikel yang telah meningkatkan potensi nilai tambah, mengubah bijih nikel menjadi feronikel dan billet stainless steel.
&quot;Hilirisasi telah berjalan dengan baik, terutama dalam konteks nikel. Namun, fokus saat ini terbatas pada nikel saja, padahal masih banyak material lain yang dapat dihilirisasi dari sumber daya yang kita miliki,&quot; ungkap Ganjar dalam acara &quot;Rembuk Ide Transisi Energi Berkeadilan: Menelaah Gagasan dan Komitmen Calon Pemimpin Indonesia&quot;, dikutip Jumat (24/11/2023).

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Siap Perluas Hilirisasi di Sektor Pertanian hingga Kelautan


Ganjar menyatakan bahwa jika Ia terpilih menjadi Presiden, ia akan menyelesaikan proses hilirisasi tersebut. Saat ini, Indonesia sedang mengembangkan ekosistem industri stainless steel dengan peningkatan potensi nilai tambah dari bijih nikel menjadi feronikel dan billet stainless steel. Selain itu, produk hasil hilirisasi nikel juga menjadi bahan baku dalam produksi baterai Electric Vehicle (EV).
&quot;Apakah kita sudah mencapai produksi baterai? Oleh karena itu, tugas saya adalah menyelesaikan proses hilirisasi ini hingga selesai,&quot; ungkap Ganjar.

BACA JUGA:
HIPMI Pastikan Hilirisasi Bawa Tren Positif ke Penerimaan Pajak Industri Pengolahan


&amp;ldquo;Setelah itu, pekerjaan rumah (PR) selanjutnya adalah melakukan hilirisasi di berbagai sektor, termasuk pertanian, perkebunan, kelautan, dan sektor digital. Semua sektor tersebut perlu mengalami hilirisasi,&quot; tambah Ganjar. Oleh karena itu, Ganjar menegaskan bahwa ia tidak akan menghentikan upaya hilirisasi.
Ganjar mengungkapkan bahwa ia sering berdiskusi dengan Jokowi. Diskusi ini terjadi sebelum ia maju sebagai Calon Presiden dalam Pemilihan Presiden 2024. Diskusi tersebut melibatkan berbagai topik, termasuk hilirisasi dan perbaikan birokrasi.
&quot;Saat saya memutuskan untuk maju sebagai Capres, diskusi awal saya bersama Pak Jokowi sangat panjang. Sampai pada suatu titik, kami menyadari pentingnya kelangsungan. Diskusi mencakup topik seperti birokrasi bersih, hilirisasi, pertumbuhan ekonomi, strategi percepatan pembangunan, dan lainnya. Kami telah melakukan diskusi ini selama 2 tahun,&quot; ujar Ganjar.
Terkait hilirisasi, Ganjar menekankan pentingnya mitigasi untuk  menentukan prioritas pelaksanaannya. Sebagai contoh, jika infrastruktur  untuk teknologi informasi (IT) di Indonesia sudah baik, maka hilirisasi  industri digital dapat menjadi prioritas utama.
&quot;Ini berarti industri kreatif dapat berkembang. Dengan begitu, kita  dapat berpotensi meningkatkan ekonomi melalui sektor kreatif, sekaligus  mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam. Ini merupakan upaya  penghematan untuk generasi mendatang, sementara peneliti bekerja pada  solusi yang lebih baik dalam mengelola sumber daya,&quot; tambah Ganjar.
Tantangan Hilirisasi
Bicara soal proses hilirisasi, tentunya tidak selalu harus membahas  soal keuntungan dan apa saja komoditasnya. Namun kita juga wajib untuk  membahas apa saja tantangan dalam proses hilirisasi tersebut.
Menteri Penindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita  menyatakan bahwa ada 4 tantangan yang akan dihadapi dalam rangka program  hilirisasi industri, di antaranya:
1.	Sumber Daya Manusia (SDM)
Agus Gumiwang menyatakan bahwa setiap tahun diperlukan sekitar 16.000 tenaga kerja baru untuk mendukung program hilirisasi.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara Outlook Perekonomian  Indonesia 2023 yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (21/12/2022).
&quot;Tantangan yang dihadapi dalam implementasi program hilirisasi adalah  kebutuhan akan sumber daya manusia yang kompeten, dengan kapasitas dan  kapabilitas yang memadai. Setiap tahun, diperlukan setidaknya 16.000  tenaga kerja baru untuk mengisi sektor manufaktur, termasuk dalam upaya  hilirisasi ini,&quot; ujar Agus
2.	Insentif untuk Investor
Tantangan kedua yang dihadapi adalah berkaitan dengan pemberian  insentif. Menurutnya, diperlukan insentif untuk menarik minat para  investor.
&quot;Kita perlu menjadi ramah bagi investor dan pasar. Hal yang paling  penting adalah melakukan perbandingan dengan negara-negara lain, untuk  mengetahui jenis kebijakan apa yang telah diterapkan oleh negara lain  guna mendukung pertumbuhan sektor manufaktur di negara mereka  masing-masing,&quot; ungkapnya.
3.	Perluasan Kerjasama Internasional
Tantangan ketiga dalam proses hilirisasi adalah perluasan kerja sama  internasional dengan harapan dapat membuka peluang baru dalam pasar  ekspor.
&amp;ldquo;Pemerintah saat ini memiliki dua negara sebagai target pasar ekspor, yaitu Eropa dan Afrika.
Sebagai contoh, pemerintah melakukan pertemuan di Brussel, di mana  banyak perbincangan terkait perjanjian atau FDA IU-CEPA yang diharapkan  memberikan manfaat besar terutama untuk industri manufaktur. Hal ini  diharapkan dapat mempermudah ekspor ke pasar Eropa yang memiliki potensi  besar. Selain itu, pasar Afrika juga dianggap sebagai pasar  non-tradisional yang perlu dieksploitasi dengan serius,&quot; ungkap Agus.
4.	Tekanan dari Negara Luar
Tantangan keempat  proses hilirisasi melibatkan tekanan dari  negara-negara asing, terutama dalam konteks perdagangan. Contohnya  ketika keputusan pemerintah untuk menghentikan ekspor nikel dihadapi  gugatan dari Uni Eropa (UE) di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)  mengundang tekanan dari pihak asing.
&quot;Sebagai contoh, dalam kasus nikel, kita dihadapkan pada gugatan di  WTO oleh UE. Meskipun kita kalah dan sedang mengajukan banding, hal ini  tidak menghentikan program hilirisasi nikel kita. Kami tetap melanjutkan  langkah ini dengan tekad untuk menjaga kedaulatan negara,&quot; ungkap Agus.
Demikian 4 tantangan hilirisasi industri yang wajib untuk  diselesaikan oleh Ganjar Pranowo apabila Ia terpilih menjadi Presiden  pada tahun 2024 nanti.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xNS80LzE3MDY3Mi81L3g4bzNlYTc=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; 4 tantangan hilirisasi yang siap dihadapi Calon Presiden Ganjar Pranowo. Dia menyampaikan bahwa proses hilirisasi komoditas di Indonesia telah berjalan efisien dan baik.
Sebagai contoh, Ganjar merujuk pada hilirisasi nikel yang telah meningkatkan potensi nilai tambah, mengubah bijih nikel menjadi feronikel dan billet stainless steel.
&quot;Hilirisasi telah berjalan dengan baik, terutama dalam konteks nikel. Namun, fokus saat ini terbatas pada nikel saja, padahal masih banyak material lain yang dapat dihilirisasi dari sumber daya yang kita miliki,&quot; ungkap Ganjar dalam acara &quot;Rembuk Ide Transisi Energi Berkeadilan: Menelaah Gagasan dan Komitmen Calon Pemimpin Indonesia&quot;, dikutip Jumat (24/11/2023).

BACA JUGA:
Ganjar Pranowo Siap Perluas Hilirisasi di Sektor Pertanian hingga Kelautan


Ganjar menyatakan bahwa jika Ia terpilih menjadi Presiden, ia akan menyelesaikan proses hilirisasi tersebut. Saat ini, Indonesia sedang mengembangkan ekosistem industri stainless steel dengan peningkatan potensi nilai tambah dari bijih nikel menjadi feronikel dan billet stainless steel. Selain itu, produk hasil hilirisasi nikel juga menjadi bahan baku dalam produksi baterai Electric Vehicle (EV).
&quot;Apakah kita sudah mencapai produksi baterai? Oleh karena itu, tugas saya adalah menyelesaikan proses hilirisasi ini hingga selesai,&quot; ungkap Ganjar.

BACA JUGA:
HIPMI Pastikan Hilirisasi Bawa Tren Positif ke Penerimaan Pajak Industri Pengolahan


&amp;ldquo;Setelah itu, pekerjaan rumah (PR) selanjutnya adalah melakukan hilirisasi di berbagai sektor, termasuk pertanian, perkebunan, kelautan, dan sektor digital. Semua sektor tersebut perlu mengalami hilirisasi,&quot; tambah Ganjar. Oleh karena itu, Ganjar menegaskan bahwa ia tidak akan menghentikan upaya hilirisasi.
Ganjar mengungkapkan bahwa ia sering berdiskusi dengan Jokowi. Diskusi ini terjadi sebelum ia maju sebagai Calon Presiden dalam Pemilihan Presiden 2024. Diskusi tersebut melibatkan berbagai topik, termasuk hilirisasi dan perbaikan birokrasi.
&quot;Saat saya memutuskan untuk maju sebagai Capres, diskusi awal saya bersama Pak Jokowi sangat panjang. Sampai pada suatu titik, kami menyadari pentingnya kelangsungan. Diskusi mencakup topik seperti birokrasi bersih, hilirisasi, pertumbuhan ekonomi, strategi percepatan pembangunan, dan lainnya. Kami telah melakukan diskusi ini selama 2 tahun,&quot; ujar Ganjar.
Terkait hilirisasi, Ganjar menekankan pentingnya mitigasi untuk  menentukan prioritas pelaksanaannya. Sebagai contoh, jika infrastruktur  untuk teknologi informasi (IT) di Indonesia sudah baik, maka hilirisasi  industri digital dapat menjadi prioritas utama.
&quot;Ini berarti industri kreatif dapat berkembang. Dengan begitu, kita  dapat berpotensi meningkatkan ekonomi melalui sektor kreatif, sekaligus  mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam. Ini merupakan upaya  penghematan untuk generasi mendatang, sementara peneliti bekerja pada  solusi yang lebih baik dalam mengelola sumber daya,&quot; tambah Ganjar.
Tantangan Hilirisasi
Bicara soal proses hilirisasi, tentunya tidak selalu harus membahas  soal keuntungan dan apa saja komoditasnya. Namun kita juga wajib untuk  membahas apa saja tantangan dalam proses hilirisasi tersebut.
Menteri Penindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita  menyatakan bahwa ada 4 tantangan yang akan dihadapi dalam rangka program  hilirisasi industri, di antaranya:
1.	Sumber Daya Manusia (SDM)
Agus Gumiwang menyatakan bahwa setiap tahun diperlukan sekitar 16.000 tenaga kerja baru untuk mendukung program hilirisasi.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara Outlook Perekonomian  Indonesia 2023 yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (21/12/2022).
&quot;Tantangan yang dihadapi dalam implementasi program hilirisasi adalah  kebutuhan akan sumber daya manusia yang kompeten, dengan kapasitas dan  kapabilitas yang memadai. Setiap tahun, diperlukan setidaknya 16.000  tenaga kerja baru untuk mengisi sektor manufaktur, termasuk dalam upaya  hilirisasi ini,&quot; ujar Agus
2.	Insentif untuk Investor
Tantangan kedua yang dihadapi adalah berkaitan dengan pemberian  insentif. Menurutnya, diperlukan insentif untuk menarik minat para  investor.
&quot;Kita perlu menjadi ramah bagi investor dan pasar. Hal yang paling  penting adalah melakukan perbandingan dengan negara-negara lain, untuk  mengetahui jenis kebijakan apa yang telah diterapkan oleh negara lain  guna mendukung pertumbuhan sektor manufaktur di negara mereka  masing-masing,&quot; ungkapnya.
3.	Perluasan Kerjasama Internasional
Tantangan ketiga dalam proses hilirisasi adalah perluasan kerja sama  internasional dengan harapan dapat membuka peluang baru dalam pasar  ekspor.
&amp;ldquo;Pemerintah saat ini memiliki dua negara sebagai target pasar ekspor, yaitu Eropa dan Afrika.
Sebagai contoh, pemerintah melakukan pertemuan di Brussel, di mana  banyak perbincangan terkait perjanjian atau FDA IU-CEPA yang diharapkan  memberikan manfaat besar terutama untuk industri manufaktur. Hal ini  diharapkan dapat mempermudah ekspor ke pasar Eropa yang memiliki potensi  besar. Selain itu, pasar Afrika juga dianggap sebagai pasar  non-tradisional yang perlu dieksploitasi dengan serius,&quot; ungkap Agus.
4.	Tekanan dari Negara Luar
Tantangan keempat  proses hilirisasi melibatkan tekanan dari  negara-negara asing, terutama dalam konteks perdagangan. Contohnya  ketika keputusan pemerintah untuk menghentikan ekspor nikel dihadapi  gugatan dari Uni Eropa (UE) di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)  mengundang tekanan dari pihak asing.
&quot;Sebagai contoh, dalam kasus nikel, kita dihadapkan pada gugatan di  WTO oleh UE. Meskipun kita kalah dan sedang mengajukan banding, hal ini  tidak menghentikan program hilirisasi nikel kita. Kami tetap melanjutkan  langkah ini dengan tekad untuk menjaga kedaulatan negara,&quot; ungkap Agus.
Demikian 4 tantangan hilirisasi industri yang wajib untuk  diselesaikan oleh Ganjar Pranowo apabila Ia terpilih menjadi Presiden  pada tahun 2024 nanti.</content:encoded></item></channel></rss>
