<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Minta Yunani Bantu Atasi Diskriminatif Uni Eropa Terhadap Produk Sawit</title><description>Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta bantuan PM Republik Yunani, Kyriakos Mitsotakis mengatasi kebijakan diskriminatif  Uni Eropa.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/24/320/2926739/ri-minta-yunani-bantu-atasi-diskriminatif-uni-eropa-terhadap-produk-sawit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/24/320/2926739/ri-minta-yunani-bantu-atasi-diskriminatif-uni-eropa-terhadap-produk-sawit"/><item><title>RI Minta Yunani Bantu Atasi Diskriminatif Uni Eropa Terhadap Produk Sawit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/24/320/2926739/ri-minta-yunani-bantu-atasi-diskriminatif-uni-eropa-terhadap-produk-sawit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/24/320/2926739/ri-minta-yunani-bantu-atasi-diskriminatif-uni-eropa-terhadap-produk-sawit</guid><pubDate>Jum'at 24 November 2023 19:16 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/24/320/2926739/ri-minta-yunani-bantu-atasi-diskriminatif-uni-eropa-terhadap-produk-sawit-aJQRS5F5nk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">RI minta bantuan Yunani soal diskriminasi sawit (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/24/320/2926739/ri-minta-yunani-bantu-atasi-diskriminatif-uni-eropa-terhadap-produk-sawit-aJQRS5F5nk.jpg</image><title>RI minta bantuan Yunani soal diskriminasi sawit (Foto: Setwapres)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yNC8xLzE3NDE2MS81L3g4cHdxbHU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta bantuan Perdana Menteri (PM) Republik Yunani, Kyriakos Mitsotakis mengatasi kebijakan diskriminatif Uni Eropa terhadap produk-produk strategis Indonesia seperti minyak sawit dan kayu.
&amp;ldquo;Produk-produk ini juga dibutuhkan oleh Yunani dan bertentangan dengan upaya kita dalam meningkatkan perdagangan bilateral,&amp;rdquo; kata Wapres kepada PM Yunani di Maximos Mansion, Athena, Jumat (24/11/2023).

BACA JUGA:
Wapres Ajak PM Yunani Investasi di IKN Nusantara


Lebih lanjut pada pertemuan tersebut, Wapres menyampaikan harapannya untuk mempererat dan meningkatkan hubungan kerja sama bilateral di berbagai bidang antara Indonesia dan Yunani ke depan.
&amp;ldquo;Saya ingin sampaikan tiga hal. Pertama, kerja sama ekonomi,&amp;rdquo; tutur Wapres.

BACA JUGA:
MUI Undang Capres-Cawapres Hadiri Mukernas, Bakal Diberi Panggung Adu Gagasan


Wapres memaparkan bahwa intensitas kerja sama ekonomi Indonesia-Yunani cukup tinggi. Sebagai contoh, pada bidang investasi, tercapai peningkatan signifikan sebesar 10 kali lipat dari awal 2023 kuartal ke-3, bahkan melampaui nilai realisasi pada tahun sebelumnya untuk periode yang sama.
Namun, Wapres menilai, masih banyak potensi yang perlu digali khususnya sektor ekonomi biru dan pariwisata.
&amp;ldquo;Momentum ini perlu digunakan dengan peningkatan fasilitasi interaksi  pelaku usaha pada sektor prioritas investasi, seperti maritim, galangan  kapal, pariwisata, dan agribisnis,&amp;rdquo; papar Wapres.
&amp;ldquo;Saya juga mengundang Yunani untuk berinvestasi pada pembangunan Ibu Kota Nusantara,&amp;rdquo; lanjutnya.
Pada sektor perdagangan, Wapres juga mengajak pemerintah Yunani untuk meningkatkan kerja sama pada sektor strategis ini.
&amp;ldquo;Perlu meningkatkan potensi ekonomi karena volume perdagangan turun  20 persen dibandingkan 2022. Oleh karenanya, saya menyambut baik Rencana  Aksi Kerja Sama Ekonomi yang ditandatangani pada Mei 2023,&amp;rdquo; pungkas  Wapres.
</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yNC8xLzE3NDE2MS81L3g4cHdxbHU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta bantuan Perdana Menteri (PM) Republik Yunani, Kyriakos Mitsotakis mengatasi kebijakan diskriminatif Uni Eropa terhadap produk-produk strategis Indonesia seperti minyak sawit dan kayu.
&amp;ldquo;Produk-produk ini juga dibutuhkan oleh Yunani dan bertentangan dengan upaya kita dalam meningkatkan perdagangan bilateral,&amp;rdquo; kata Wapres kepada PM Yunani di Maximos Mansion, Athena, Jumat (24/11/2023).

BACA JUGA:
Wapres Ajak PM Yunani Investasi di IKN Nusantara


Lebih lanjut pada pertemuan tersebut, Wapres menyampaikan harapannya untuk mempererat dan meningkatkan hubungan kerja sama bilateral di berbagai bidang antara Indonesia dan Yunani ke depan.
&amp;ldquo;Saya ingin sampaikan tiga hal. Pertama, kerja sama ekonomi,&amp;rdquo; tutur Wapres.

BACA JUGA:
MUI Undang Capres-Cawapres Hadiri Mukernas, Bakal Diberi Panggung Adu Gagasan


Wapres memaparkan bahwa intensitas kerja sama ekonomi Indonesia-Yunani cukup tinggi. Sebagai contoh, pada bidang investasi, tercapai peningkatan signifikan sebesar 10 kali lipat dari awal 2023 kuartal ke-3, bahkan melampaui nilai realisasi pada tahun sebelumnya untuk periode yang sama.
Namun, Wapres menilai, masih banyak potensi yang perlu digali khususnya sektor ekonomi biru dan pariwisata.
&amp;ldquo;Momentum ini perlu digunakan dengan peningkatan fasilitasi interaksi  pelaku usaha pada sektor prioritas investasi, seperti maritim, galangan  kapal, pariwisata, dan agribisnis,&amp;rdquo; papar Wapres.
&amp;ldquo;Saya juga mengundang Yunani untuk berinvestasi pada pembangunan Ibu Kota Nusantara,&amp;rdquo; lanjutnya.
Pada sektor perdagangan, Wapres juga mengajak pemerintah Yunani untuk meningkatkan kerja sama pada sektor strategis ini.
&amp;ldquo;Perlu meningkatkan potensi ekonomi karena volume perdagangan turun  20 persen dibandingkan 2022. Oleh karenanya, saya menyambut baik Rencana  Aksi Kerja Sama Ekonomi yang ditandatangani pada Mei 2023,&amp;rdquo; pungkas  Wapres.
</content:encoded></item></channel></rss>
