<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Fakta Harga Gula Dunia Meroket 50%, Dampaknya Ngeri!</title><description>Harga gula di pasar global secara tahunan sudah naik sekitar 50% apabila dibandingkan dengan tahun lalu.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/25/320/2925701/4-fakta-harga-gula-dunia-meroket-50-dampaknya-ngeri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/25/320/2925701/4-fakta-harga-gula-dunia-meroket-50-dampaknya-ngeri"/><item><title>4 Fakta Harga Gula Dunia Meroket 50%, Dampaknya Ngeri!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/25/320/2925701/4-fakta-harga-gula-dunia-meroket-50-dampaknya-ngeri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/25/320/2925701/4-fakta-harga-gula-dunia-meroket-50-dampaknya-ngeri</guid><pubDate>Sabtu 25 November 2023 03:25 WIB</pubDate><dc:creator>Nurfathiya Efsya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/23/320/2925701/4-fakta-harga-gula-dunia-meroket-50-dampaknya-ngeri-LoZIKMydga.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga gula makin mahal (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/23/320/2925701/4-fakta-harga-gula-dunia-meroket-50-dampaknya-ngeri-LoZIKMydga.jpg</image><title>Harga gula makin mahal (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMS8xLzE3NDAyNC81L3g4cHRvaHo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga gula di pasar global secara tahunan sudah naik sekitar 50% apabila dibandingkan dengan tahun lalu.
Pengamat Pangan Institut Pertanian Bogor, Dwi Andreas Santosa mengatakan berdasarkan data dari Bank Dunia (World Bank), harga gula telah melonjak sekitar 48,4% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

BACA JUGA:
4 Fakta Harga Gula Sekarang Rp16.000/Kg


Berikut Okezone rangkum fakta harga gula dunia meroket 50%, dampaknya Ngeri, Sabtu (25/11/2023).
1.	Harga gula dunia saat ini
 
Pengamat Pangan Institut Pertanian Bogor, Dwi Andreas Santosa mengatakan berdasarkan data dari Bank Dunia (World Bank), pada September 2023 lalu harga gula mentah global berada di angka USD0,58 atau setara Rp8.953 (asumsi kurs Rp15.441).

BACA JUGA:
Harga Gula Konsumsi Naik hingga Rp17.000 per Kg


2.	Penyebab harga gula dunia naik
Menurut Dwi, peningkatan harga gula global disebabkan oleh faktor penurun produksi gula secara global. Terutama penurunan produksi di negara Brasil dan Thailand yang saat ini menjadi pemasok gula terbesar.
&quot;Sudah barang tentu masalah iklim dan cuaca contohnya Brasil, awal Oktober kemarin itu hujannya cukup tinggi saat panen, sehingga rendemnya turun, lalu di Thailand juga kena El Nino, sehingga produksi turun,&quot; lanjutnya.
3.	Gula dunia bagi Indonesia
Dwi Andreas menjelaskan kondisi naiknya harga dunia dunia yang hampir  50% itu tentunya bakal berdampak pada kenaikan harga gula di dalam  negeri sendiri. Mengingat saat ini 70% kebutuhan gula Indonesia dipenuhi  oleh impor.
&quot;Dalam arti 70% kebutuhan gula kita berasal dari impor, sehingga  pasti ketika harga gula internasional bergejolak, pasti akan sangat  berpengaruh terhadap harga di Indonesia, itu sudah clear lah,&quot; ujarnya.
4.	Ketergantungan gula dunia
Dwi Andreas menyebutkan bahwa Indonesia akan ketergantungan terhadap  gula dunia dan nantinya ketergantungan tersebut akan terus membesar  seiring berjalannya waktu.
Apalagi luas lahan untuk memproduksi gula sendiri menurutnya tidak  mengalami pertumbuhan sejak 30 tahun yang lalu, namun di lain sisi  kebutuhan atau permintaan masyarakat terus bertambah.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yMS8xLzE3NDAyNC81L3g4cHRvaHo=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Harga gula di pasar global secara tahunan sudah naik sekitar 50% apabila dibandingkan dengan tahun lalu.
Pengamat Pangan Institut Pertanian Bogor, Dwi Andreas Santosa mengatakan berdasarkan data dari Bank Dunia (World Bank), harga gula telah melonjak sekitar 48,4% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

BACA JUGA:
4 Fakta Harga Gula Sekarang Rp16.000/Kg


Berikut Okezone rangkum fakta harga gula dunia meroket 50%, dampaknya Ngeri, Sabtu (25/11/2023).
1.	Harga gula dunia saat ini
 
Pengamat Pangan Institut Pertanian Bogor, Dwi Andreas Santosa mengatakan berdasarkan data dari Bank Dunia (World Bank), pada September 2023 lalu harga gula mentah global berada di angka USD0,58 atau setara Rp8.953 (asumsi kurs Rp15.441).

BACA JUGA:
Harga Gula Konsumsi Naik hingga Rp17.000 per Kg


2.	Penyebab harga gula dunia naik
Menurut Dwi, peningkatan harga gula global disebabkan oleh faktor penurun produksi gula secara global. Terutama penurunan produksi di negara Brasil dan Thailand yang saat ini menjadi pemasok gula terbesar.
&quot;Sudah barang tentu masalah iklim dan cuaca contohnya Brasil, awal Oktober kemarin itu hujannya cukup tinggi saat panen, sehingga rendemnya turun, lalu di Thailand juga kena El Nino, sehingga produksi turun,&quot; lanjutnya.
3.	Gula dunia bagi Indonesia
Dwi Andreas menjelaskan kondisi naiknya harga dunia dunia yang hampir  50% itu tentunya bakal berdampak pada kenaikan harga gula di dalam  negeri sendiri. Mengingat saat ini 70% kebutuhan gula Indonesia dipenuhi  oleh impor.
&quot;Dalam arti 70% kebutuhan gula kita berasal dari impor, sehingga  pasti ketika harga gula internasional bergejolak, pasti akan sangat  berpengaruh terhadap harga di Indonesia, itu sudah clear lah,&quot; ujarnya.
4.	Ketergantungan gula dunia
Dwi Andreas menyebutkan bahwa Indonesia akan ketergantungan terhadap  gula dunia dan nantinya ketergantungan tersebut akan terus membesar  seiring berjalannya waktu.
Apalagi luas lahan untuk memproduksi gula sendiri menurutnya tidak  mengalami pertumbuhan sejak 30 tahun yang lalu, namun di lain sisi  kebutuhan atau permintaan masyarakat terus bertambah.</content:encoded></item></channel></rss>
