<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri PUPR Sebut SDM Unggul Solusi untuk Tantangan Pembangunan</title><description>Basuki Hadimuljono meyatakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul solusi bagi tantangan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/25/320/2927010/menteri-pupr-sebut-sdm-unggul-solusi-untuk-tantangan-pembangunan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/25/320/2927010/menteri-pupr-sebut-sdm-unggul-solusi-untuk-tantangan-pembangunan"/><item><title>Menteri PUPR Sebut SDM Unggul Solusi untuk Tantangan Pembangunan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/25/320/2927010/menteri-pupr-sebut-sdm-unggul-solusi-untuk-tantangan-pembangunan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/25/320/2927010/menteri-pupr-sebut-sdm-unggul-solusi-untuk-tantangan-pembangunan</guid><pubDate>Sabtu 25 November 2023 14:03 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/25/320/2927010/menteri-pupr-sebut-sdm-unggul-solusi-untuk-tantangan-pembangunan-hfVIXsYwv2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri PUPR Basuki Hadimuljono soal SDM Unggul (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/25/320/2927010/menteri-pupr-sebut-sdm-unggul-solusi-untuk-tantangan-pembangunan-hfVIXsYwv2.jpg</image><title>Menteri PUPR Basuki Hadimuljono soal SDM Unggul (Foto: Okezone)</title></images><description>


JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meyatakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul solusi bagi tantangan pembangunan.
&amp;ldquo;Kenapa sekolah atau pembangunan SDM secara nasional sangat diperlukan. Pertama, hanya dengan SDM yang unggul daya saing nasional kita bisa lebih baik dan bersaing secara global, tidak mungkin bisa bersaing hanya dengan mengandalkan kekayaan alam yang dimiliki,&amp;rdquo; ujar Basuki dikutip Antara, Sabtu (25/11/2023).

BACA JUGA:
Realisasi Anggaran PUPR Rp94,5 Triliun, Ini Daftar Proyek yang Dibangun

Dia mengatakan pembangunan SDM juga dibutuhkan untuk menjawab tantangan urbanisasi dan pemerataan dalam pembangunan nasional.
Mengutip data Survei Penduduk Antar Sensus, lanjutnya, pada tahun 2020 sudah ada 57 persen penduduk Indonesia tinggal di kota (urban) dan diprediksikan pada tahun 2045 sebanyak lebih dari 70 persen penduduk Indonesia tinggal di perkotaan.

BACA JUGA:
Realisasi Anggaran PUPR Tembus Rp94,50 Triliun hingga Oktober 2023

&amp;ldquo;Urbanisasi ini dapat menjadi mesin pertumbuhan atau justru menjadi beban tergantung pada regulasi, perencanaan dan pembiayaan. Artinya, dari segi prasarana dan sarana harus bisa disiapkan, baik itu kebutuhan air minum, sanitasi, transportasi, energi, dan komunikasinya. Ilmu yang didapatkan nanti juga menentukan perkembangan Indonesia ke depan,&amp;rdquo; kata Basuki.Selanjutnya yang masih menjadi tantangan pembangunan di Indonesia adalah kesenjangan antarwilayah.
&amp;ldquo;Hal ini masih menjadi tantangan kita ke depan untuk bisa memeratakan pembangunan dan juga fokus-fokus pembangunan di masing-masing kepulauan yang harus dikembangkan sesuai kearifan dan kekayaan lokal. Untuk itu dibutuhkan pengetahuan dan teknologi yang sesuai untuk masing-masing daerah,&amp;rdquo; ujar Basuki.
Tantangan terakhir dalam pembangunan nasional menurut dia adalah degradasi lingkungan, bencana alam, dan perubahan iklim yang juga dibutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang harus dikuasai SDM Indonesia untuk mengatasinya.
&amp;ldquo;Sekolah mengubah jalan hidup, baik jalan hidup pribadi maupun jalan hidup bangsa secara nasional,&amp;rdquo; kata Basuki.</description><content:encoded>


JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meyatakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul solusi bagi tantangan pembangunan.
&amp;ldquo;Kenapa sekolah atau pembangunan SDM secara nasional sangat diperlukan. Pertama, hanya dengan SDM yang unggul daya saing nasional kita bisa lebih baik dan bersaing secara global, tidak mungkin bisa bersaing hanya dengan mengandalkan kekayaan alam yang dimiliki,&amp;rdquo; ujar Basuki dikutip Antara, Sabtu (25/11/2023).

BACA JUGA:
Realisasi Anggaran PUPR Rp94,5 Triliun, Ini Daftar Proyek yang Dibangun

Dia mengatakan pembangunan SDM juga dibutuhkan untuk menjawab tantangan urbanisasi dan pemerataan dalam pembangunan nasional.
Mengutip data Survei Penduduk Antar Sensus, lanjutnya, pada tahun 2020 sudah ada 57 persen penduduk Indonesia tinggal di kota (urban) dan diprediksikan pada tahun 2045 sebanyak lebih dari 70 persen penduduk Indonesia tinggal di perkotaan.

BACA JUGA:
Realisasi Anggaran PUPR Tembus Rp94,50 Triliun hingga Oktober 2023

&amp;ldquo;Urbanisasi ini dapat menjadi mesin pertumbuhan atau justru menjadi beban tergantung pada regulasi, perencanaan dan pembiayaan. Artinya, dari segi prasarana dan sarana harus bisa disiapkan, baik itu kebutuhan air minum, sanitasi, transportasi, energi, dan komunikasinya. Ilmu yang didapatkan nanti juga menentukan perkembangan Indonesia ke depan,&amp;rdquo; kata Basuki.Selanjutnya yang masih menjadi tantangan pembangunan di Indonesia adalah kesenjangan antarwilayah.
&amp;ldquo;Hal ini masih menjadi tantangan kita ke depan untuk bisa memeratakan pembangunan dan juga fokus-fokus pembangunan di masing-masing kepulauan yang harus dikembangkan sesuai kearifan dan kekayaan lokal. Untuk itu dibutuhkan pengetahuan dan teknologi yang sesuai untuk masing-masing daerah,&amp;rdquo; ujar Basuki.
Tantangan terakhir dalam pembangunan nasional menurut dia adalah degradasi lingkungan, bencana alam, dan perubahan iklim yang juga dibutuhkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang harus dikuasai SDM Indonesia untuk mengatasinya.
&amp;ldquo;Sekolah mengubah jalan hidup, baik jalan hidup pribadi maupun jalan hidup bangsa secara nasional,&amp;rdquo; kata Basuki.</content:encoded></item></channel></rss>
