<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tantangan Petani Penuhi Kebutuhan Pangan di IKN   </title><description>Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan pertanian tetap ada di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/26/470/2927391/tantangan-petani-penuhi-kebutuhan-pangan-di-ikn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/26/470/2927391/tantangan-petani-penuhi-kebutuhan-pangan-di-ikn"/><item><title>Tantangan Petani Penuhi Kebutuhan Pangan di IKN   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/26/470/2927391/tantangan-petani-penuhi-kebutuhan-pangan-di-ikn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/26/470/2927391/tantangan-petani-penuhi-kebutuhan-pangan-di-ikn</guid><pubDate>Minggu 26 November 2023 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Chindya Citra Agustina</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/26/470/2927391/tantangan-petani-penuhi-kebutuhan-pangan-di-ikn-FYcVlCQEj2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tantangan Petani Penuhi Kebutuhan Pangan di IKN. (foto: Okezone.com/PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/26/470/2927391/tantangan-petani-penuhi-kebutuhan-pangan-di-ikn-FYcVlCQEj2.jpg</image><title>Tantangan Petani Penuhi Kebutuhan Pangan di IKN. (foto: Okezone.com/PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan pertanian tetap ada di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Malah para petani mendapat tantangan bagaimana memenuhi kebutuhan pangan di ibu kota baru tersebut.
&amp;ldquo;Jawabannya kita hadirkan dalam Nusantara Agrofest ini,&amp;rdquo; tegas Kepala Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna Asnawati Safitri, dikutip dari Antara, Minggu (26/11/2023).
Nusantara Agrofest merupakan forum silaturahmi dan berbagi para petani IKN.

BACA JUGA:
Pembiayaan Pembangunan IKN Tembus Rp100 Triliun hingga 2023

Nusantara Agrofest berlangsung 25-26 November 2023 di Gelora Pemuda Samboja Barat. Dalam kesempatan itu ditampilkan teknologi, alat dan mesin pertanian, benih dan bibit, pupuk, hasil-hasil pertanian, produk olahan hasil pertanian, hingga kredit perbankan untuk usaha pertanian.
Para petani di IKN, bertani secara intensif dengan pertanian ramah lingkungan yang ditandai dengan penggunaan pupuk organik dan penggunaan pupuk kimia yang terukur. Petani IKN akan memanfaatkan maksimal lahan, ruang, air, untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Sementara itum Pelaksana tugas Direktur Ketahanan Pangan OIKN P Setia Lenggono mencontohkan, pertanian intensif tersebut adalah bercocok tanam di dalam greenhouse dengan sistem pengairan tetesan (drip system).

BACA JUGA:
Apa Itu HGU 190 Tahun IKN yang Disebut Mahfud MD?

Cara ini hemat air, hemat pupuk, dengan hasil maksimal, antara lain juga sebab hama pengganggu tanaman sangat minim.
Para petani di IKN belajar bercocok tanam dalam greenhouse dengan sistem pengairan tetesan itu di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Tani Nusantara di Samboja, 55 km utara Balikpapan atau 80 km ke timur dari IKN di Sepaku.
&amp;ldquo;Kami ajak langsung belajar kepada ahlinya,&amp;rdquo; lanjut Lenggono.Para petani yang ikut berlatih berasal dari kelompok-kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Mekar Sari dari Desa Bumi Harapan, Kelompok Tani Karya Maju Desa Bukit Raya, Kelompok Tani Sri Rejeki B Desa Argo Mulyo, Kelompok Tani Tunas Makmur Desa Karang Jinawi, Kelompok Tani Kreatif Mandiri Kelurahan Sepaku, dan Kelompok Tani Nila Sari Kelurahan Pemaluan.
Nusantara Agrofest juga menjadi ajang untuk memperluas jaringan, untuk mempertemukan antara produsen dan konsumen dan jaringan distribusi.
&amp;ldquo;Sebab kita semua perlu bersinergi, saling bekerja sama untuk mencapai tujuan kesejahteraan bersama,&amp;rdquo; kata Myrna.</description><content:encoded>JAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memastikan pertanian tetap ada di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Malah para petani mendapat tantangan bagaimana memenuhi kebutuhan pangan di ibu kota baru tersebut.
&amp;ldquo;Jawabannya kita hadirkan dalam Nusantara Agrofest ini,&amp;rdquo; tegas Kepala Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna Asnawati Safitri, dikutip dari Antara, Minggu (26/11/2023).
Nusantara Agrofest merupakan forum silaturahmi dan berbagi para petani IKN.

BACA JUGA:
Pembiayaan Pembangunan IKN Tembus Rp100 Triliun hingga 2023

Nusantara Agrofest berlangsung 25-26 November 2023 di Gelora Pemuda Samboja Barat. Dalam kesempatan itu ditampilkan teknologi, alat dan mesin pertanian, benih dan bibit, pupuk, hasil-hasil pertanian, produk olahan hasil pertanian, hingga kredit perbankan untuk usaha pertanian.
Para petani di IKN, bertani secara intensif dengan pertanian ramah lingkungan yang ditandai dengan penggunaan pupuk organik dan penggunaan pupuk kimia yang terukur. Petani IKN akan memanfaatkan maksimal lahan, ruang, air, untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Sementara itum Pelaksana tugas Direktur Ketahanan Pangan OIKN P Setia Lenggono mencontohkan, pertanian intensif tersebut adalah bercocok tanam di dalam greenhouse dengan sistem pengairan tetesan (drip system).

BACA JUGA:
Apa Itu HGU 190 Tahun IKN yang Disebut Mahfud MD?

Cara ini hemat air, hemat pupuk, dengan hasil maksimal, antara lain juga sebab hama pengganggu tanaman sangat minim.
Para petani di IKN belajar bercocok tanam dalam greenhouse dengan sistem pengairan tetesan itu di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Tani Nusantara di Samboja, 55 km utara Balikpapan atau 80 km ke timur dari IKN di Sepaku.
&amp;ldquo;Kami ajak langsung belajar kepada ahlinya,&amp;rdquo; lanjut Lenggono.Para petani yang ikut berlatih berasal dari kelompok-kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Mekar Sari dari Desa Bumi Harapan, Kelompok Tani Karya Maju Desa Bukit Raya, Kelompok Tani Sri Rejeki B Desa Argo Mulyo, Kelompok Tani Tunas Makmur Desa Karang Jinawi, Kelompok Tani Kreatif Mandiri Kelurahan Sepaku, dan Kelompok Tani Nila Sari Kelurahan Pemaluan.
Nusantara Agrofest juga menjadi ajang untuk memperluas jaringan, untuk mempertemukan antara produsen dan konsumen dan jaringan distribusi.
&amp;ldquo;Sebab kita semua perlu bersinergi, saling bekerja sama untuk mencapai tujuan kesejahteraan bersama,&amp;rdquo; kata Myrna.</content:encoded></item></channel></rss>
