<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Fakta Merger Angkasa Pura I dan II, Dijamin Tak Ada PHK!   </title><description>Merger kedua operator bandara pelat merah itu akan serupa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/27/320/2926579/4-fakta-merger-angkasa-pura-i-dan-ii-dijamin-tak-ada-phk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/27/320/2926579/4-fakta-merger-angkasa-pura-i-dan-ii-dijamin-tak-ada-phk"/><item><title>4 Fakta Merger Angkasa Pura I dan II, Dijamin Tak Ada PHK!   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/27/320/2926579/4-fakta-merger-angkasa-pura-i-dan-ii-dijamin-tak-ada-phk</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/27/320/2926579/4-fakta-merger-angkasa-pura-i-dan-ii-dijamin-tak-ada-phk</guid><pubDate>Senin 27 November 2023 03:20 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/24/320/2926579/4-fakta-merger-angkasa-pura-i-dan-ii-dijamin-tak-ada-phk-Gz0IfcIlzB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rencana Merger Angkasa Pura I dan II. (Foto: Okezone.com/AP2)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/24/320/2926579/4-fakta-merger-angkasa-pura-i-dan-ii-dijamin-tak-ada-phk-Gz0IfcIlzB.jpg</image><title>Rencana Merger Angkasa Pura I dan II. (Foto: Okezone.com/AP2)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian BUMN akan menggabungkan PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I dengan PT Angkasa Pura II (Persero). Merger tersebut akan selesai pada Desember 2023. Hal ini karena merger memerlukan waktu yang cukup panjang.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, bahwa merger kedua operator bandara pelat merah itu akan serupa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Di mana, pemegang saham akan menguatkan sisi bisnis kebandaraan di Indonesia.
Okezone telah merangkum empat fakta merger Angkasa Pura I dan II, Senin (27/11/2023):
1.      Merger Diharap Bisa Tingkatkan Jumlah Wisatawan
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, terkait implementasi konsolidasi AP I dan AP II bisa didorong di Desember tahun ini. Keputusan tersebut dilihat dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Tanah Air.

BACA JUGA:
Merger BUMN Galangan Kapal, Ini Alasan Erick Thohir

&amp;ldquo;Kita coba ya (realisasi merger Desember) karena dengan sekarang tourism jadi income negara terbesar nantinya,&amp;rdquo; ujar Erick.
2.      Merger Memperkuat Industri Bandara
Menteri BUMN Erick Thohir memastikan, bahwa merger juga akan memperkuat infrastruktur industri bandara di dalam negeri. Dengan langkah ini bandara di Indonesia bisa naik kelas di level global.
&amp;ldquo;Efisiensi daripada membangun infrastruktur industri dari bandara kita harus naikin kelas kita,&amp;rdquo; ujar Erick.

BACA JUGA:
Merger Angkasa Pura I dan II, Erick Thohir: Tak Ada PHK

Menurutnya, Indonesia harus menyesuaikan bisnis bandaranya. Hal ini agar bisa bersaing dengan Bandara Changi di Singapura.
Selain itu, karena beberapa bandara di Indonesia juga kelebihan kapasitas seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
3.      Opsi Penawaran dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney sebelumnya menawarkan dua opsi untuk mengintegrasikan bisnis AP I dan AP II. Kedua opsi tersebut adalah merger dan pendirian Subholding Airport Co.Direktur Utama InJourney, Dony Oskaria, menyebut kedua opsi tersebut akan dipilih salah satunya, setelah proses penyetaraan kedua operator bandara pelat merah tersebut. Adapun proses penyetaraan terkait dengan komersial, aturan (policy), standard operating policy hingga struktur organisasi.
4. Merger AP I dan AP II Tak Ada PHK
Menteri BUMN Erick Thohir memastikan, bahwa dalam proses merger pihak Angkasa Pura I dan II tidak akan melakukan pengurangan jumlah karyawan. Pasalnya, konsolidasi diyakini memperkuat lini bisnis perusahaan.
&amp;ldquo;Tentu gausah takut untuk kepegawaian karna airport-nya tetap tambah, orang pertumbuhan ekonominya tumbuh. Kecuali pertumbuhan ekonominya turun, turisnya turun,&amp;rdquo; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian BUMN akan menggabungkan PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I dengan PT Angkasa Pura II (Persero). Merger tersebut akan selesai pada Desember 2023. Hal ini karena merger memerlukan waktu yang cukup panjang.
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, bahwa merger kedua operator bandara pelat merah itu akan serupa PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo. Di mana, pemegang saham akan menguatkan sisi bisnis kebandaraan di Indonesia.
Okezone telah merangkum empat fakta merger Angkasa Pura I dan II, Senin (27/11/2023):
1.      Merger Diharap Bisa Tingkatkan Jumlah Wisatawan
Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, terkait implementasi konsolidasi AP I dan AP II bisa didorong di Desember tahun ini. Keputusan tersebut dilihat dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Tanah Air.

BACA JUGA:
Merger BUMN Galangan Kapal, Ini Alasan Erick Thohir

&amp;ldquo;Kita coba ya (realisasi merger Desember) karena dengan sekarang tourism jadi income negara terbesar nantinya,&amp;rdquo; ujar Erick.
2.      Merger Memperkuat Industri Bandara
Menteri BUMN Erick Thohir memastikan, bahwa merger juga akan memperkuat infrastruktur industri bandara di dalam negeri. Dengan langkah ini bandara di Indonesia bisa naik kelas di level global.
&amp;ldquo;Efisiensi daripada membangun infrastruktur industri dari bandara kita harus naikin kelas kita,&amp;rdquo; ujar Erick.

BACA JUGA:
Merger Angkasa Pura I dan II, Erick Thohir: Tak Ada PHK

Menurutnya, Indonesia harus menyesuaikan bisnis bandaranya. Hal ini agar bisa bersaing dengan Bandara Changi di Singapura.
Selain itu, karena beberapa bandara di Indonesia juga kelebihan kapasitas seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.
3.      Opsi Penawaran dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney sebelumnya menawarkan dua opsi untuk mengintegrasikan bisnis AP I dan AP II. Kedua opsi tersebut adalah merger dan pendirian Subholding Airport Co.Direktur Utama InJourney, Dony Oskaria, menyebut kedua opsi tersebut akan dipilih salah satunya, setelah proses penyetaraan kedua operator bandara pelat merah tersebut. Adapun proses penyetaraan terkait dengan komersial, aturan (policy), standard operating policy hingga struktur organisasi.
4. Merger AP I dan AP II Tak Ada PHK
Menteri BUMN Erick Thohir memastikan, bahwa dalam proses merger pihak Angkasa Pura I dan II tidak akan melakukan pengurangan jumlah karyawan. Pasalnya, konsolidasi diyakini memperkuat lini bisnis perusahaan.
&amp;ldquo;Tentu gausah takut untuk kepegawaian karna airport-nya tetap tambah, orang pertumbuhan ekonominya tumbuh. Kecuali pertumbuhan ekonominya turun, turisnya turun,&amp;rdquo; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
