<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Profil CEO WRP Kwik Wan Tien yang Jadi Sorotan</title><description>Profil CEO WRP Kwik Wan Tien yang jadi sorotan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/27/320/2928226/profil-ceo-wrp-kwik-wan-tien-yang-jadi-sorotan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/27/320/2928226/profil-ceo-wrp-kwik-wan-tien-yang-jadi-sorotan"/><item><title>Profil CEO WRP Kwik Wan Tien yang Jadi Sorotan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/27/320/2928226/profil-ceo-wrp-kwik-wan-tien-yang-jadi-sorotan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/27/320/2928226/profil-ceo-wrp-kwik-wan-tien-yang-jadi-sorotan</guid><pubDate>Senin 27 November 2023 19:39 WIB</pubDate><dc:creator>Fadillah Rafli Anwari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/27/320/2928226/profil-ceo-wrp-kwik-wan-tien-yang-jadi-sorotan-c9F2kbr3Cb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Profil CEO WRP Kwik Wan Tien (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/27/320/2928226/profil-ceo-wrp-kwik-wan-tien-yang-jadi-sorotan-c9F2kbr3Cb.jpg</image><title>Profil CEO WRP Kwik Wan Tien (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNy8xMy8xLzEzNjM2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Profil CEO WRP Kwik Wan Tien yang jadi sorotan. Kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap karyawan yang berencana mengambil cuti melahirkan membayangi reputasi Kwik.
Kontroversi ini menarik perhatian netizen yang penasaran dengan lebih banyak informasi tentang sosok CEO WRP tersebut. Berdasarkan catatan Okezone, Senin (27/11/2023), berikut adalah profil singkat Kwik Wan Tien:

BACA JUGA:
Kampus MIT Cetak Calon CEO Startup Canggih Manfaatkan AI


Riwayat Pendidikan dan Karier Kwik Wan Tien
Kwik menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di Indonesia, meraih gelar Bachelor of Science dari Santa Clara University dan MBA Business dari University of Plymouth. Gelar master of science di bidang kosmetik dan parfum diperolehnya dari ISIPCA.
Kariernya dimulai sebagai peneliti di California pada tahun 2000, dengan lebih dari 4 tahun pengalaman di sana. Ia pernah bergabung dengan L'oreal selama 4 bulan dan Nutrifood selama 13 bulan 2 bulan hingga 2020. Sejak saat itu, Kwik menjabat sebagai CEO WRP selama 3 tahun 5 bulan.

BACA JUGA:
Sam Altman Kembali Jadi CEO OpenAI Usai Dipecat 5 Hari


Kontroversi PHK dan Penurunan Status Karyawan
Kontroversi bermula dari pemutusan hubungan kerja dan penurunan status karyawan terkait cuti melahirkan. Seorang karyawan mengungkapkan bahwa permasalahan dimulai dari kesalahpahaman pemilik perusahaan terkait desain grafis.
Karyawan tersebut menyatakan bahwa setelah revisi tidak berhasil meredakan amarah sang pemilik perusahaan, statusnya berubah menjadi pekerja harian, terutama sebagai content creator untuk mengurus pekerjaan media sosial dan live. Saat mencoba klarifikasi, karyawan tersebut malah dituduh bermain politik.
Reaksi Negatif dan Respons WRP
Kasus ini mencuat di media sosial, menciptakan reaksi negatif dari  netizen. WRP merespons dengan menunjuk pengacara untuk memberikan  keterangan resmi. Namun, langkah ini dikecam oleh netizen.
&quot;Pihak kami menunjuk kuasa hukum untuk menyelesaikan kegaduhan dengan  baik dan benar. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui kuasa  hukum kami, Lesma Sikumbang Mukhlis and Associates, di nomor  08111021477,&quot; demikian tulis keterangan resmi WRP di Instagram, seperti  dikutip dari suara.com pada Sabtu (25/11/2023).
Netizen mengecam tindakan tersebut, termasuk seorang karyawan yang  berbagi pengalaman melalui cuitan di Twitter (@xyliaxylio). Ia  menyebutkan bahwa, selain dirinya, 8 karyawan lainnya dipaksa keluar,  beberapa di antaranya tanpa kejelasan mengenai pesangon.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMS8wNy8xMy8xLzEzNjM2OC8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Profil CEO WRP Kwik Wan Tien yang jadi sorotan. Kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap karyawan yang berencana mengambil cuti melahirkan membayangi reputasi Kwik.
Kontroversi ini menarik perhatian netizen yang penasaran dengan lebih banyak informasi tentang sosok CEO WRP tersebut. Berdasarkan catatan Okezone, Senin (27/11/2023), berikut adalah profil singkat Kwik Wan Tien:

BACA JUGA:
Kampus MIT Cetak Calon CEO Startup Canggih Manfaatkan AI


Riwayat Pendidikan dan Karier Kwik Wan Tien
Kwik menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di Indonesia, meraih gelar Bachelor of Science dari Santa Clara University dan MBA Business dari University of Plymouth. Gelar master of science di bidang kosmetik dan parfum diperolehnya dari ISIPCA.
Kariernya dimulai sebagai peneliti di California pada tahun 2000, dengan lebih dari 4 tahun pengalaman di sana. Ia pernah bergabung dengan L'oreal selama 4 bulan dan Nutrifood selama 13 bulan 2 bulan hingga 2020. Sejak saat itu, Kwik menjabat sebagai CEO WRP selama 3 tahun 5 bulan.

BACA JUGA:
Sam Altman Kembali Jadi CEO OpenAI Usai Dipecat 5 Hari


Kontroversi PHK dan Penurunan Status Karyawan
Kontroversi bermula dari pemutusan hubungan kerja dan penurunan status karyawan terkait cuti melahirkan. Seorang karyawan mengungkapkan bahwa permasalahan dimulai dari kesalahpahaman pemilik perusahaan terkait desain grafis.
Karyawan tersebut menyatakan bahwa setelah revisi tidak berhasil meredakan amarah sang pemilik perusahaan, statusnya berubah menjadi pekerja harian, terutama sebagai content creator untuk mengurus pekerjaan media sosial dan live. Saat mencoba klarifikasi, karyawan tersebut malah dituduh bermain politik.
Reaksi Negatif dan Respons WRP
Kasus ini mencuat di media sosial, menciptakan reaksi negatif dari  netizen. WRP merespons dengan menunjuk pengacara untuk memberikan  keterangan resmi. Namun, langkah ini dikecam oleh netizen.
&quot;Pihak kami menunjuk kuasa hukum untuk menyelesaikan kegaduhan dengan  baik dan benar. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui kuasa  hukum kami, Lesma Sikumbang Mukhlis and Associates, di nomor  08111021477,&quot; demikian tulis keterangan resmi WRP di Instagram, seperti  dikutip dari suara.com pada Sabtu (25/11/2023).
Netizen mengecam tindakan tersebut, termasuk seorang karyawan yang  berbagi pengalaman melalui cuitan di Twitter (@xyliaxylio). Ia  menyebutkan bahwa, selain dirinya, 8 karyawan lainnya dipaksa keluar,  beberapa di antaranya tanpa kejelasan mengenai pesangon.</content:encoded></item></channel></rss>
