<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Imbas Harga Pangan Naik, Partai Perindo Usul Perbanyak BLT</title><description>Harga pangan yang mengalami kenaikan membuat masyarakat makin sengsara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/27/320/2928234/imbas-harga-pangan-naik-partai-perindo-usul-perbanyak-blt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/27/320/2928234/imbas-harga-pangan-naik-partai-perindo-usul-perbanyak-blt"/><item><title>Imbas Harga Pangan Naik, Partai Perindo Usul Perbanyak BLT</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/27/320/2928234/imbas-harga-pangan-naik-partai-perindo-usul-perbanyak-blt</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/27/320/2928234/imbas-harga-pangan-naik-partai-perindo-usul-perbanyak-blt</guid><pubDate>Senin 27 November 2023 19:51 WIB</pubDate><dc:creator>Dimas Choirul</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/27/320/2928234/imbas-harga-pangan-naik-partai-perindo-usul-perbanyak-blt-C9H2OLoq2g.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Partai Perindo usul perbanyak BLT atasi kenaikan harga pangan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/27/320/2928234/imbas-harga-pangan-naik-partai-perindo-usul-perbanyak-blt-C9H2OLoq2g.jpg</image><title>Partai Perindo usul perbanyak BLT atasi kenaikan harga pangan (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yNi80LzE3NDI2OC81L3g4cHoxdXQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Harga pangan yang mengalami kenaikan membuat masyarakat makin sengsara. Masyarakat mengeluhkan kenaikan berbagai komoditas bahan pangan lantaran harus mengocek kantong lebih dalam.
Mengenai kondisi tersebut, Juru Bicara Nasional Partai Perindo Yerry Tawalujan mengatakan perlu adanya solusi terhadap masalah ekonomi dan sosial tersebut.

BACA JUGA:
Daftar Harga Pangan Hari Ini, Daging Sapi dan Beras Naik 


&quot;Kita memahami kondisi rakyat kecil dengan penghasilan terbatas yang mengeluh karena biasanya belanja bahan makanan seharga Rp1 juta sebulan cukup. Tapi sekarang tak cukup lagi karena naiknya harga berbagai bahan pangan,&quot; ujar Yerry kepada wartawan, Senin (27/11/2023).
Melihat fakta ini, Yerry berharap pemerintah untuk turun mengatasi permasalahan dihadapi masyarakat.

BACA JUGA:
Erick Thohir Kumpulkan Bos-Bos BUMN Bahas Gejolak Harga Pangan dan Energi


&quot;Kami minta Pemerintah memperhatikan keluhan masyarakat, dan memberikan solusi. Perbanyak bantuan sosial berupa bahan pangan dan Bantuan Langsung Tunai (BLT),&quot; lanjut Yerry.
Yerry -- yang juga merupakan Caleg DPR RI Dapil Sulawesi Utara ini -- mengatakan, rakyat kecil di daerah-daerah kekeringan paling parah begitu terdampak akibat kenaikan harga bahan pangan. Begitu juga dengan warga berpenghasilan rendah di daerah perkotaan.
&quot;Kenaikan harga komoditas pangan ini bukan hanya mempersulit rakyat  kecil di daerah yang paling parah dilanda kekeringan panjang dan  kekurangan bahan pangan. Rakyat berpenghasilan rendah yang tinggal di  perkotaan juga merasakan dampaknya,&quot; terang Yerry.
Untuk itu, Yerry meminta pemerintah turun langsung untuk memastikan  keluhan rakyat akibat mahalnya harga pangan dan segera diberikan jalan  keluar.
&quot;Instansi terkait harus turun tangan langsung menanggulangi kenaikan  harga pangan ini. Kalau boleh setiap Kementerian mengalokasikan sebagian  anggaran belanjanya untuk bantuan pangan buat rakyat,&quot; pungkas Yerry.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8yNi80LzE3NDI2OC81L3g4cHoxdXQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Harga pangan yang mengalami kenaikan membuat masyarakat makin sengsara. Masyarakat mengeluhkan kenaikan berbagai komoditas bahan pangan lantaran harus mengocek kantong lebih dalam.
Mengenai kondisi tersebut, Juru Bicara Nasional Partai Perindo Yerry Tawalujan mengatakan perlu adanya solusi terhadap masalah ekonomi dan sosial tersebut.

BACA JUGA:
Daftar Harga Pangan Hari Ini, Daging Sapi dan Beras Naik 


&quot;Kita memahami kondisi rakyat kecil dengan penghasilan terbatas yang mengeluh karena biasanya belanja bahan makanan seharga Rp1 juta sebulan cukup. Tapi sekarang tak cukup lagi karena naiknya harga berbagai bahan pangan,&quot; ujar Yerry kepada wartawan, Senin (27/11/2023).
Melihat fakta ini, Yerry berharap pemerintah untuk turun mengatasi permasalahan dihadapi masyarakat.

BACA JUGA:
Erick Thohir Kumpulkan Bos-Bos BUMN Bahas Gejolak Harga Pangan dan Energi


&quot;Kami minta Pemerintah memperhatikan keluhan masyarakat, dan memberikan solusi. Perbanyak bantuan sosial berupa bahan pangan dan Bantuan Langsung Tunai (BLT),&quot; lanjut Yerry.
Yerry -- yang juga merupakan Caleg DPR RI Dapil Sulawesi Utara ini -- mengatakan, rakyat kecil di daerah-daerah kekeringan paling parah begitu terdampak akibat kenaikan harga bahan pangan. Begitu juga dengan warga berpenghasilan rendah di daerah perkotaan.
&quot;Kenaikan harga komoditas pangan ini bukan hanya mempersulit rakyat  kecil di daerah yang paling parah dilanda kekeringan panjang dan  kekurangan bahan pangan. Rakyat berpenghasilan rendah yang tinggal di  perkotaan juga merasakan dampaknya,&quot; terang Yerry.
Untuk itu, Yerry meminta pemerintah turun langsung untuk memastikan  keluhan rakyat akibat mahalnya harga pangan dan segera diberikan jalan  keluar.
&quot;Instansi terkait harus turun tangan langsung menanggulangi kenaikan  harga pangan ini. Kalau boleh setiap Kementerian mengalokasikan sebagian  anggaran belanjanya untuk bantuan pangan buat rakyat,&quot; pungkas Yerry.</content:encoded></item></channel></rss>
