<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Rambah EBT, Rukun Raharja (RAJA) Ungkap Perkembangan Bisnis Amonia</title><description>PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengungkap progres pengembangan bisnis amonia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/28/278/2928714/rambah-ebt-rukun-raharja-raja-ungkap-perkembangan-bisnis-amonia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/28/278/2928714/rambah-ebt-rukun-raharja-raja-ungkap-perkembangan-bisnis-amonia"/><item><title>Rambah EBT, Rukun Raharja (RAJA) Ungkap Perkembangan Bisnis Amonia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/28/278/2928714/rambah-ebt-rukun-raharja-raja-ungkap-perkembangan-bisnis-amonia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/28/278/2928714/rambah-ebt-rukun-raharja-raja-ungkap-perkembangan-bisnis-amonia</guid><pubDate>Selasa 28 November 2023 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Cahya Puteri Abdi Rabbi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/28/278/2928714/rambah-ebt-rukun-raharja-raja-ungkap-perkembangan-bisnis-amonia-Y2trvoxwcx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Emiten RAJA rambah bisnis EBT (Foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/28/278/2928714/rambah-ebt-rukun-raharja-raja-ungkap-perkembangan-bisnis-amonia-Y2trvoxwcx.jpg</image><title>Emiten RAJA rambah bisnis EBT (Foto: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengungkap progres pengembangan bisnis amonia. Adapun, pengembangan bisnis ke produk amonia merupakan bagian dari upaya perseroan memulai lini bisnis energi baru dan terbarukan (EBT) dan petrokimia.
Direktur RAJA, Sumantri menyebut, perseroan telah menandatangani kesepakatan pembangunan pabrik amonia. Dalam pembangunannya, pabrik tersebut telah memasuki tahap front end engineering design.

BACA JUGA:
PLTS Cirata dan IKN Jadi Bukti, PLN Targetkan Kapasitas Listrik Pembangkit EBT Capai 20 GW pada 2030


&amp;ldquo;Jadi di satu sisi kami menyiapkan persiapan pembangunan, tapi kami juga akan memastikan kesiapan gas bumi dari sisi supplier gas, mengingat gas bumi sebagai bahan baku amonia,&amp;rdquo; kata Sumantri dalam Public Expose Live 2023 secara daring pada Selasa (28/11/2023).
Adapun, pabrik amonia RAJA nantinya memiliki kapasitas sebesar 700.000 ton. Dengan kapasitas tersebut, perseroan berpotensi mencatatkan peningkatan pendapatan. Namun, potensi tersebut akan sangat bergantung pada harga jual amonia pada saat pabrik mulai on stream.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Ungkap Potensi EBT di Indonesia 3.600 Gigawatt


&amp;ldquo;Kalau amonia harganya USD400 per ton, berarti per tahun revenue kami bisa mencapai USD280 juta,&amp;rdquo; imbuh Sumantri.
Hingga kuartal III 2023, perseroan membukukan laba bersih sebesar  USD12,6Juta, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar  USD5,6Juta. Sementara itu, pendapatan bersih perseroan mengalami  kenaikan sebesar 26%, menjadi USD110Juta.
Pertumbuhan kinerja perseroan ditopang oleh sejumlah faktor, di  antaranya adalah kenaikan penjualan gas baik dari gas pipa maupun CNG,  terutama dengan adanya penambahan pelanggan baru di pulau sumatera.  Selain itu kenaikan kontribusi dari sektor infrastruktur gas juga  memberikan kontribusi yang cukup baik terutama dari toll fee pada pipa  gas dan pipa minyak mentah milik perseroan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mengungkap progres pengembangan bisnis amonia. Adapun, pengembangan bisnis ke produk amonia merupakan bagian dari upaya perseroan memulai lini bisnis energi baru dan terbarukan (EBT) dan petrokimia.
Direktur RAJA, Sumantri menyebut, perseroan telah menandatangani kesepakatan pembangunan pabrik amonia. Dalam pembangunannya, pabrik tersebut telah memasuki tahap front end engineering design.

BACA JUGA:
PLTS Cirata dan IKN Jadi Bukti, PLN Targetkan Kapasitas Listrik Pembangkit EBT Capai 20 GW pada 2030


&amp;ldquo;Jadi di satu sisi kami menyiapkan persiapan pembangunan, tapi kami juga akan memastikan kesiapan gas bumi dari sisi supplier gas, mengingat gas bumi sebagai bahan baku amonia,&amp;rdquo; kata Sumantri dalam Public Expose Live 2023 secara daring pada Selasa (28/11/2023).
Adapun, pabrik amonia RAJA nantinya memiliki kapasitas sebesar 700.000 ton. Dengan kapasitas tersebut, perseroan berpotensi mencatatkan peningkatan pendapatan. Namun, potensi tersebut akan sangat bergantung pada harga jual amonia pada saat pabrik mulai on stream.

BACA JUGA:
Presiden Jokowi Ungkap Potensi EBT di Indonesia 3.600 Gigawatt


&amp;ldquo;Kalau amonia harganya USD400 per ton, berarti per tahun revenue kami bisa mencapai USD280 juta,&amp;rdquo; imbuh Sumantri.
Hingga kuartal III 2023, perseroan membukukan laba bersih sebesar  USD12,6Juta, naik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar  USD5,6Juta. Sementara itu, pendapatan bersih perseroan mengalami  kenaikan sebesar 26%, menjadi USD110Juta.
Pertumbuhan kinerja perseroan ditopang oleh sejumlah faktor, di  antaranya adalah kenaikan penjualan gas baik dari gas pipa maupun CNG,  terutama dengan adanya penambahan pelanggan baru di pulau sumatera.  Selain itu kenaikan kontribusi dari sektor infrastruktur gas juga  memberikan kontribusi yang cukup baik terutama dari toll fee pada pipa  gas dan pipa minyak mentah milik perseroan.</content:encoded></item></channel></rss>
