<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Adaro Energy (ADRO) Ungkap Rencana Penerbitan Surat Utang</title><description>PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mengkaji penerbitan surat utang di tengah era suku bunga tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/28/278/2928937/adaro-energy-adro-ungkap-rencana-penerbitan-surat-utang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/28/278/2928937/adaro-energy-adro-ungkap-rencana-penerbitan-surat-utang"/><item><title>Adaro Energy (ADRO) Ungkap Rencana Penerbitan Surat Utang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/28/278/2928937/adaro-energy-adro-ungkap-rencana-penerbitan-surat-utang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/28/278/2928937/adaro-energy-adro-ungkap-rencana-penerbitan-surat-utang</guid><pubDate>Selasa 28 November 2023 19:15 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/28/278/2928937/adaro-energy-adro-ungkap-rencana-penerbitan-surat-utang-tkImnOQ8RB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ADRO kaji penerbitan surat utang (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/28/278/2928937/adaro-energy-adro-ungkap-rencana-penerbitan-surat-utang-tkImnOQ8RB.jpg</image><title>ADRO kaji penerbitan surat utang (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mengkaji penerbitan surat utang di tengah era suku bunga tinggi.
Chief Financial Officer (CFO) Adaro Lie Luckman mengatakan, kondisi tingkat suku bunga tinggi membuat manajemen masih mencari waktu yang tepat masuk ke obligasi.

BACA JUGA:
Adaro Energy (ADRO) Bakal Bagi Dividen, Kapan?


&quot;Untuk penerbitan surat utang, kita tau saat ini bahwa kondisi tingkat suku bunga masih sangat tinggi tentu kita mengkaji dan menganalisa kapan waktu yang tepat apabila memang kita ada kebutuhan untuk masuk ke dalam pasar obligasi ini,&quot; kata Luckman dalam Press Conference Public Expose Live 2023 ADRO, Selasa (28/11/2023).

BACA JUGA:
Laba Adaro (ADRO) Menyusut 35,9% Jadi Rp19,4 Triliun


Sementara waktu, lanjut Luckman, memang Adaro masih memiliki dana likuiditas yang sangat cukup.
&quot;Bahkan kita selalu me-review dengan suku bunga yang tinggi, komposisi pendanaan yang sangat tepat untuk Adaro itu seperti apa selalu kita kaji waktu ke waktu,&quot; ungkap dia.

Adapun ADRO masih mencatat pertumbuhan 11% pada volume penjualan  menjadi 49,12 juta ton, dengan pendapatan turun 16% menjadi USD4.981  juta, karena penurunan 25% pada harga jual rata-rata (ASP).
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro Garibaldi Thohir  mengatakan, walaupun menghadapi penurunan harga dan tekanan biaya karena  inflasi, model bisnis ADRO yang terintegrasi tetap berkinerja baik.
&quot;Kami berada di posisi yang baik untuk mencapai target FY23 berkat  dukungan eksekusi yang baik di setiap bisnis. Kami juga berada di tempat  yang tepat untuk ambil bagian pada inisiatif hilirisasi Indonesia, yang  menekankan komitmen kami terhadap pertumbuhan berkelanjutan di jangka  panjang,&quot; jelas Boy Thohir.
ADRO mencatat laba inti USD1.418 juta pada kuartal III 2023 dan  EBITDA operasional sebesar USD1.944 juta. Sejalan dengan rencana  investasi, belanja modal naik 71% menjadi USD473 juta.
Belanja modal tersebut terutama digunakan untuk investasi pada alat  berat, tongkang dan infrastruktur pendukung pada rantai pasokan, dan di  sisi lain memulai investasi pada smelter aluminium dan fasilitas  pendukungnya.
Posisi keuangan ADRO tetap sehat dengan posisi kas bersih sebesar USD1.835 juta per akhir sembilan bulan pertama 2023.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) mengkaji penerbitan surat utang di tengah era suku bunga tinggi.
Chief Financial Officer (CFO) Adaro Lie Luckman mengatakan, kondisi tingkat suku bunga tinggi membuat manajemen masih mencari waktu yang tepat masuk ke obligasi.

BACA JUGA:
Adaro Energy (ADRO) Bakal Bagi Dividen, Kapan?


&quot;Untuk penerbitan surat utang, kita tau saat ini bahwa kondisi tingkat suku bunga masih sangat tinggi tentu kita mengkaji dan menganalisa kapan waktu yang tepat apabila memang kita ada kebutuhan untuk masuk ke dalam pasar obligasi ini,&quot; kata Luckman dalam Press Conference Public Expose Live 2023 ADRO, Selasa (28/11/2023).

BACA JUGA:
Laba Adaro (ADRO) Menyusut 35,9% Jadi Rp19,4 Triliun


Sementara waktu, lanjut Luckman, memang Adaro masih memiliki dana likuiditas yang sangat cukup.
&quot;Bahkan kita selalu me-review dengan suku bunga yang tinggi, komposisi pendanaan yang sangat tepat untuk Adaro itu seperti apa selalu kita kaji waktu ke waktu,&quot; ungkap dia.

Adapun ADRO masih mencatat pertumbuhan 11% pada volume penjualan  menjadi 49,12 juta ton, dengan pendapatan turun 16% menjadi USD4.981  juta, karena penurunan 25% pada harga jual rata-rata (ASP).
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro Garibaldi Thohir  mengatakan, walaupun menghadapi penurunan harga dan tekanan biaya karena  inflasi, model bisnis ADRO yang terintegrasi tetap berkinerja baik.
&quot;Kami berada di posisi yang baik untuk mencapai target FY23 berkat  dukungan eksekusi yang baik di setiap bisnis. Kami juga berada di tempat  yang tepat untuk ambil bagian pada inisiatif hilirisasi Indonesia, yang  menekankan komitmen kami terhadap pertumbuhan berkelanjutan di jangka  panjang,&quot; jelas Boy Thohir.
ADRO mencatat laba inti USD1.418 juta pada kuartal III 2023 dan  EBITDA operasional sebesar USD1.944 juta. Sejalan dengan rencana  investasi, belanja modal naik 71% menjadi USD473 juta.
Belanja modal tersebut terutama digunakan untuk investasi pada alat  berat, tongkang dan infrastruktur pendukung pada rantai pasokan, dan di  sisi lain memulai investasi pada smelter aluminium dan fasilitas  pendukungnya.
Posisi keuangan ADRO tetap sehat dengan posisi kas bersih sebesar USD1.835 juta per akhir sembilan bulan pertama 2023.</content:encoded></item></channel></rss>
