<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penjelasan Bea Cukai Soal UMKM Ditagih Rp118 Juta</title><description>Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) CV Borneo Aquatic mendapatkan tagihan sebesar Rp118 juta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/28/320/2928248/penjelasan-bea-cukai-soal-umkm-ditagih-rp118-juta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/28/320/2928248/penjelasan-bea-cukai-soal-umkm-ditagih-rp118-juta"/><item><title>Penjelasan Bea Cukai Soal UMKM Ditagih Rp118 Juta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/28/320/2928248/penjelasan-bea-cukai-soal-umkm-ditagih-rp118-juta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/28/320/2928248/penjelasan-bea-cukai-soal-umkm-ditagih-rp118-juta</guid><pubDate>Selasa 28 November 2023 08:06 WIB</pubDate><dc:creator>Arfiah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/27/320/2928248/penjelasan-bea-cukai-soal-umkm-ditagih-rp118-juta-hnZR2IlvPI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penjelasan bea cukai soal UMKM ditagih ratusan juta (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/27/320/2928248/penjelasan-bea-cukai-soal-umkm-ditagih-rp118-juta-hnZR2IlvPI.jpg</image><title>Penjelasan bea cukai soal UMKM ditagih ratusan juta (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xOS8xLzE3MzkyMS81L3g4cHJnN3o=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) CV Borneo Aquatic mendapatkan tagihan sebesar Rp118 juta saat pertama kali melakukan ekspor. Lantas, kejadian ini dijelaskan oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

BACA JUGA:
Gagalkan Penyelundupan 1,5 Kilogram Sabu, Bea Cukai Tanjungpinang Gelar Pemusnahan 


Berdasarkan penjelasan DJBC, bahwa awal mula tagihan tersebut setelah mereka menelusuri ke kantor Bea Cukai Tanjung Priok yang menangani eksportasi barangnya.
&amp;ldquo;CV Borneo Aquatic melakukan ekspor dengan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) nomor 593978 pada tanggal 20 September 2023. Diberitahukan 39PK, Drift Wood S (Syzygium Rostratum, dan seterusnya sesuai pemberitahuan,&quot; jelas pihak Bea Cukai.

BACA JUGA:
UMKM Ditagih Rp118 Juta, Begini Penjelasan Bea Cukai 


Diketahui, tanggal 23 September 2023, telah diterbitkan Nota Hasil Intelijen yang berisi indikasi salah pemberitahuan, dugaan adanya jumlah/jenis barang lain yang tidak diberitahukan pada PEB, dan salah HS Code untuk menghindari ketentuan larangan/pembatasan.
Atas hal tersebut, dilakukan pemeriksaan fisik barang serta uji identifikasi ke Balai Laboratorium Bea Cukai Kelas I Jakarta.
&quot;Dapat disimpulkan bahwa jumlah dan jenis barang sesuai dengan  pemberitahuan, barang tidak terkena ketentuan larangan/pembatasan namun  klasifikasi pos tarif atau HS Code kurang tepat. Atas eksportasi  tersebut dilakukan penanganan lebih lanjut yakni pembatalan PEB,&quot;  sambung Bea Cukai.
Terdapat permohonan pembatalan PEB yang dilakukan sejak diterima  tanggal 7 November 2023. Hal itu mendapatkan hasil reject berkali-kali  sampai dinyatakan lengkap dan benar pada 14 November 2023.
&amp;ldquo;Perlu diketahui bahwa aturan larangan/pembatasan yang menjadi dasar  pemeriksaan adalah komoditas yang diekspor oleh CV Borneo Aquatic, bukan  karena subjek dalam hal ini eksportir,&quot; pungkasnya.
Baca selengkapnya: UMKM Ditagih Rp118 Juta, Begini Penjelasan Bea Cukai</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8xMS8xOS8xLzE3MzkyMS81L3g4cHJnN3o=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) CV Borneo Aquatic mendapatkan tagihan sebesar Rp118 juta saat pertama kali melakukan ekspor. Lantas, kejadian ini dijelaskan oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan.

BACA JUGA:
Gagalkan Penyelundupan 1,5 Kilogram Sabu, Bea Cukai Tanjungpinang Gelar Pemusnahan 


Berdasarkan penjelasan DJBC, bahwa awal mula tagihan tersebut setelah mereka menelusuri ke kantor Bea Cukai Tanjung Priok yang menangani eksportasi barangnya.
&amp;ldquo;CV Borneo Aquatic melakukan ekspor dengan Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) nomor 593978 pada tanggal 20 September 2023. Diberitahukan 39PK, Drift Wood S (Syzygium Rostratum, dan seterusnya sesuai pemberitahuan,&quot; jelas pihak Bea Cukai.

BACA JUGA:
UMKM Ditagih Rp118 Juta, Begini Penjelasan Bea Cukai 


Diketahui, tanggal 23 September 2023, telah diterbitkan Nota Hasil Intelijen yang berisi indikasi salah pemberitahuan, dugaan adanya jumlah/jenis barang lain yang tidak diberitahukan pada PEB, dan salah HS Code untuk menghindari ketentuan larangan/pembatasan.
Atas hal tersebut, dilakukan pemeriksaan fisik barang serta uji identifikasi ke Balai Laboratorium Bea Cukai Kelas I Jakarta.
&quot;Dapat disimpulkan bahwa jumlah dan jenis barang sesuai dengan  pemberitahuan, barang tidak terkena ketentuan larangan/pembatasan namun  klasifikasi pos tarif atau HS Code kurang tepat. Atas eksportasi  tersebut dilakukan penanganan lebih lanjut yakni pembatalan PEB,&quot;  sambung Bea Cukai.
Terdapat permohonan pembatalan PEB yang dilakukan sejak diterima  tanggal 7 November 2023. Hal itu mendapatkan hasil reject berkali-kali  sampai dinyatakan lengkap dan benar pada 14 November 2023.
&amp;ldquo;Perlu diketahui bahwa aturan larangan/pembatasan yang menjadi dasar  pemeriksaan adalah komoditas yang diekspor oleh CV Borneo Aquatic, bukan  karena subjek dalam hal ini eksportir,&quot; pungkasnya.
Baca selengkapnya: UMKM Ditagih Rp118 Juta, Begini Penjelasan Bea Cukai</content:encoded></item></channel></rss>
