<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Perombakan Direksi Besar-besaran, Ini Alasan Unilever Indonesia (UNVR)</title><description>PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) merombak struktur kepemimpinan dewan direksinya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/28/320/2928644/perombakan-direksi-besar-besaran-ini-alasan-unilever-indonesia-unvr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/28/320/2928644/perombakan-direksi-besar-besaran-ini-alasan-unilever-indonesia-unvr"/><item><title>Perombakan Direksi Besar-besaran, Ini Alasan Unilever Indonesia (UNVR)</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/28/320/2928644/perombakan-direksi-besar-besaran-ini-alasan-unilever-indonesia-unvr</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/28/320/2928644/perombakan-direksi-besar-besaran-ini-alasan-unilever-indonesia-unvr</guid><pubDate>Selasa 28 November 2023 13:40 WIB</pubDate><dc:creator>Anggie Ariesta</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/28/320/2928644/perombakan-direksi-besar-besaran-ini-alasan-unilever-indonesia-unvr-a6dgU809Ng.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Alasan Unilever rombak direksi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/28/320/2928644/perombakan-direksi-besar-besaran-ini-alasan-unilever-indonesia-unvr-a6dgU809Ng.jpg</image><title>Alasan Unilever rombak direksi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) merombak struktur kepemimpinan dewan direksinya. Pergantian ini diumumkan melalui keterbukaan informasi yang disampaikan di situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Proses pergantian direksi pada perusahaan terbuka skala multinasional seperti Unilever dipandang sebagai sebuah proses organik yang tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan pengembangan bisnis, tetapi juga pengembangan talenta-talenta terbaik lintas afiliasi, sekaligus upaya penyegaran kepemimpinan untuk menciptakan beragam peluang yang memberikan nilai tambah bagi bisnis dan seluruh karyawan.

BACA JUGA:
2 Direktur Unilever Indonesia Mengundurkan Diri karena Alasan Pribadi


Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk, Nurdiana Darus menegaskan bahwa pergantian direksi tersebut tidak memiliki dampak signifikan terhadap perusahaan.
Menurut catatan, sebelum nya juga diumumkan bahawa Ira Noviarti, yang saat ini menduduki jabatan Presiden Direktur perseroan juga akan mengemban posisi barunya, masih tetap bersama keluarga besar Unilever. Calon penggantinya, yaitu Benjie Yap akan diajukan pada RUPS Perseroan pada Selasa, 19 Desember 2023 mendatang.

BACA JUGA:
Unilever Indonesia (UNVR) Bagi Dividen Interim Rp2,40 Triliun, Ini Jadwalnya


Dalam konteks ini, Engage and Grow Master Coach, CPTC-Transformational Coaching, Lucia Nany Lusida menyatakan, pergantian direksi di perusahaan berskala multinasional seringkali mencerminkan dinamika perkembangan bisnis yang terus berubah.
&quot;Perubahan ini juga merupakan kesempatan untuk mengembangkan talenta-talenta Unilever di berbagai negara, yang tentunya akan menjadi energi perubahan baru dan perspektif baru untuk membuka peluang untuk inovasi dan pengembangan bisnis Unilever di Indonesia,&quot; ungkap Lucy.
Selain itu, perubahan dalam kepemimpinan direksi juga mencerminkan  kemampuan perusahaan dalam mengelola budaya perubahan yang diadopsi di  internal organisasi.
Dalam era di mana krisis dan ekspansi tentu membutuhkan profil  pemimpin yang berbeda, proses rotasi direksi Unilever Indonesia dapat  dinilai sebagai proses sinergi prioritas dan fokus pengembangan bisnis  dari waktu ke waktu.
Selanjutnya Alumni SBM ITB ini menekankan bahwa pergantian direksi  adalah wujud keberlanjutan pondasi bisnis yang kuat yang diwariskan  pemimpin sebelumnya.
Lucia menambahkan, penting untuk memahami bahwa pergantian direksi  bukan selalu terkait dengan kinerja semata. Sebaliknya, hal ini bisa  menjadi manifestasi dari kebijaksanaan manajemen dalam memastikan bahwa  tim manajemen perusahaan senantiasa relevan dan mampu menghadapi  tantangan masa depan.
&quot;Terkadang, perusahaan perlu penyegaran kepemimpinan untuk merespons perubahan cepat dalam lingkungan bisnis global,&quot; ujar dia.
Dengan pandangan ini, Lucia Nany Lusida mengajak untuk melihat  perubahan direksi sebagai langkah positif yang mampu membuka peluang  baru, mengoptimalkan strategi bisnis, dan memberikan nilai tambah bagi  semua pihak yang terlibat.
Pergantian direksi di PT Unilever Indonesia Tbk menjadi contoh nyata  bagaimana perusahaan mengelola dinamika dan budaya organisasionalnya  secara sehat dan berkelanjutan.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wMS8wMi80LzE1OTk3OC81L3g4ajk5ZDk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA &amp;ndash; PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) merombak struktur kepemimpinan dewan direksinya. Pergantian ini diumumkan melalui keterbukaan informasi yang disampaikan di situs Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Proses pergantian direksi pada perusahaan terbuka skala multinasional seperti Unilever dipandang sebagai sebuah proses organik yang tidak hanya dipengaruhi oleh kebutuhan pengembangan bisnis, tetapi juga pengembangan talenta-talenta terbaik lintas afiliasi, sekaligus upaya penyegaran kepemimpinan untuk menciptakan beragam peluang yang memberikan nilai tambah bagi bisnis dan seluruh karyawan.

BACA JUGA:
2 Direktur Unilever Indonesia Mengundurkan Diri karena Alasan Pribadi


Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Unilever Indonesia Tbk, Nurdiana Darus menegaskan bahwa pergantian direksi tersebut tidak memiliki dampak signifikan terhadap perusahaan.
Menurut catatan, sebelum nya juga diumumkan bahawa Ira Noviarti, yang saat ini menduduki jabatan Presiden Direktur perseroan juga akan mengemban posisi barunya, masih tetap bersama keluarga besar Unilever. Calon penggantinya, yaitu Benjie Yap akan diajukan pada RUPS Perseroan pada Selasa, 19 Desember 2023 mendatang.

BACA JUGA:
Unilever Indonesia (UNVR) Bagi Dividen Interim Rp2,40 Triliun, Ini Jadwalnya


Dalam konteks ini, Engage and Grow Master Coach, CPTC-Transformational Coaching, Lucia Nany Lusida menyatakan, pergantian direksi di perusahaan berskala multinasional seringkali mencerminkan dinamika perkembangan bisnis yang terus berubah.
&quot;Perubahan ini juga merupakan kesempatan untuk mengembangkan talenta-talenta Unilever di berbagai negara, yang tentunya akan menjadi energi perubahan baru dan perspektif baru untuk membuka peluang untuk inovasi dan pengembangan bisnis Unilever di Indonesia,&quot; ungkap Lucy.
Selain itu, perubahan dalam kepemimpinan direksi juga mencerminkan  kemampuan perusahaan dalam mengelola budaya perubahan yang diadopsi di  internal organisasi.
Dalam era di mana krisis dan ekspansi tentu membutuhkan profil  pemimpin yang berbeda, proses rotasi direksi Unilever Indonesia dapat  dinilai sebagai proses sinergi prioritas dan fokus pengembangan bisnis  dari waktu ke waktu.
Selanjutnya Alumni SBM ITB ini menekankan bahwa pergantian direksi  adalah wujud keberlanjutan pondasi bisnis yang kuat yang diwariskan  pemimpin sebelumnya.
Lucia menambahkan, penting untuk memahami bahwa pergantian direksi  bukan selalu terkait dengan kinerja semata. Sebaliknya, hal ini bisa  menjadi manifestasi dari kebijaksanaan manajemen dalam memastikan bahwa  tim manajemen perusahaan senantiasa relevan dan mampu menghadapi  tantangan masa depan.
&quot;Terkadang, perusahaan perlu penyegaran kepemimpinan untuk merespons perubahan cepat dalam lingkungan bisnis global,&quot; ujar dia.
Dengan pandangan ini, Lucia Nany Lusida mengajak untuk melihat  perubahan direksi sebagai langkah positif yang mampu membuka peluang  baru, mengoptimalkan strategi bisnis, dan memberikan nilai tambah bagi  semua pihak yang terlibat.
Pergantian direksi di PT Unilever Indonesia Tbk menjadi contoh nyata  bagaimana perusahaan mengelola dinamika dan budaya organisasionalnya  secara sehat dan berkelanjutan.</content:encoded></item></channel></rss>
