<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Airlangga: Ekonomi Indonesia Kalahkan China hingga AS</title><description>Ekonomi Indonesia relatif kuat bahkan menjadi salah satu yang tertinggi di dunia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/28/320/2928829/menko-airlangga-ekonomi-indonesia-kalahkan-china-hingga-as</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2023/11/28/320/2928829/menko-airlangga-ekonomi-indonesia-kalahkan-china-hingga-as"/><item><title>Menko Airlangga: Ekonomi Indonesia Kalahkan China hingga AS</title><link>https://economy.okezone.com/read/2023/11/28/320/2928829/menko-airlangga-ekonomi-indonesia-kalahkan-china-hingga-as</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2023/11/28/320/2928829/menko-airlangga-ekonomi-indonesia-kalahkan-china-hingga-as</guid><pubDate>Selasa 28 November 2023 16:52 WIB</pubDate><dc:creator>Michelle Natalia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/11/28/320/2928829/menko-airlangga-ekonomi-indonesia-kalahkan-china-hingga-as-xgd5sML84i.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi Indonesia kalahkan AS (Foto: Kemenko Perekonomian)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/11/28/320/2928829/menko-airlangga-ekonomi-indonesia-kalahkan-china-hingga-as-xgd5sML84i.jpg</image><title>Ekonomi Indonesia kalahkan AS (Foto: Kemenko Perekonomian)</title></images><description>


JAKARTA &amp;ndash; Ekonomi Indonesia relatif kuat bahkan menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. Meskipun saat ini ekonomi Indonesia masih dibayangi ketidakpastian global, seperti terjadinya perubahan iklim dan El Nino yang menyebabkan volatilitas harga komoditas dunia, pengetatan kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS), serta eskalasi tensi global perang Palestina-Israel.
Pada triwulan III-2023, ekonomi Indonesia tumbuh 4,94% (yoy) dan capaian ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi China, Malaysia dan AS. Capaian baik ini juga didukung tingkat inflasi rendah yakni 2,56% (yoy). Selain itu, dari sisi fundamental makroekonomi, Indonesia juga masih lebih baik di antara peers countries.

BACA JUGA:
Menko Airlangga Bertemu Dubes Baru Uni Eropa Bahas Penyelesaian IEU-CEPA hingga Situasi Politik

&amp;ldquo;Solidnya perekonomian nasional didukung dari sisi demand dan supply. Sisi demand dikontribusikan oleh konsumsi rumah tangga sebesar 52,62% dan investasi PMTB sebesar 29,68%. Sementara dari sisi supply, ditopang oleh industri pengolahan dengan kontribusi 18,75% terhadap total PDB,&amp;rdquo; kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara CTBC Economic Outlook 2024 bertema &amp;lsquo;Optimism in the Midst of Uncertainty&amp;rsquo; di Jakarta, Selasa (28/11/2023).
Tumbuhnya industri pengolahan juga terlihat dari indikator indeks PMI Manufaktur Indonesia, yang di Oktober 2023 berada pada angka 51,5 dan ini tumbuh ekspansif selama 25 bulan berturut-turut. Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang masih berada pada level ekspansif di Asia Tenggara.

BACA JUGA:
Didukung Pemimpin G20, Menko Airlangga Serukan Solusi Two-State Selesaikan Konflik Palestina-Israel

Tidak hanya sektor riil, Indonesia juga mampu menjaga stabilitas di sektor eksternal. Pada triwulan III-2023, defisit Neraca Pembayaran Indonesia turun signifikan dibandingkan periode sebelumnya, sementara Neraca Perdagangan surplus selama 42 bulan berturut-turut, yang pada Oktober 2023 surplus senilai USD3,48 miliar.
&amp;ldquo;Pertumbuhan kredit perbankan dengan tingkat risiko terjaga juga turut mendukung pertumbuhan ekonomi. Hal ini tercermin dari positifnya penyaluran kredit yaitu sebesar 8,99% dengan loan at risk dan non performing loan yang terus menurun. Pemerintah akan terus bersinergi untuk mendorong ketahanan dan kebangkitan ekonomi, baik melalui pendekatan kebijakan sektor riil, moneter, maupun fiskal,&amp;rdquo; tutur Airlangga.Keinginan Indonesia untuk segera lepas dari middle income trap  country menuju high income country di mana pertumbuhan ekonomi harus  rata-rata minimal 5% per tahun, dengan investasi tumbuh rata-rata  sebesar 6,8% per tahun dalam beberapa tahun ke depan.
Adapun strategi kebijakan yang dibuat Pemerintah Indonesia antara  lain yaitu perbaikan regulasi dan prosedur kemudahan melalui UU Cipta  Kerja yang memudahkan perizinan berusaha, lalu berbagai bentuk insentif  pajak seperti tax allowance, tax holiday, investment allowance untuk  insentif tenaga kerja, dan super deduction untuk program vokasi dan  riset.
Indonesia juga sudah membangun ekosistem industri strategis melalui  kebijakan hilirisasi komoditas seperti bauksit, timah, nikel dan  komoditas lainnya agar bernilai tambah tinggi dan berdaya tahan lama.  Hal itu berkaitan dengan target Indonesia menjadi salah satu negara  produsen kendaraan listrik terbesar di dunia dengan membangun  ekosistemnya yang kuat juga.
&amp;ldquo;Ke depan, memang perlu ada peningkatan investasi untuk industri  strategis, seperti industri semi-konduktor, karena Indonesia punya bahan  mentah yang banyak untuk memproduksi silica atau photovoltage. Kami  ingin dari CTBC bisa memfasilitasi para investor Taiwan supaya bisa  berinvestasi di sana,&amp;rdquo; ujar Airlangga.
Airlangga pun menjelaskan tentang pengembangan 20 Kawasan Ekonomi  Khusus (KEK) yang tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini, KEK yang  telah menunjukkan pertumbuhan investasi cukup pesat adalah KEK Kendal  dan Gresik, dan Menko Airlangga juga mengajak investor dari Taiwan untuk  masuk berinvestasi di kedua KEK tersebut.
&amp;ldquo;Saya mengapresiasi kegiatan economic outlook hari ini. Selain  bermanfaat memberikan wawasan, semoga juga dapat membuka peluang  perdagangan dan investasi yang lebih luas antara Indonesia dan Taiwan,&amp;rdquo;  pungkas Airlangga.</description><content:encoded>


JAKARTA &amp;ndash; Ekonomi Indonesia relatif kuat bahkan menjadi salah satu yang tertinggi di dunia. Meskipun saat ini ekonomi Indonesia masih dibayangi ketidakpastian global, seperti terjadinya perubahan iklim dan El Nino yang menyebabkan volatilitas harga komoditas dunia, pengetatan kebijakan moneter di Amerika Serikat (AS), serta eskalasi tensi global perang Palestina-Israel.
Pada triwulan III-2023, ekonomi Indonesia tumbuh 4,94% (yoy) dan capaian ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi China, Malaysia dan AS. Capaian baik ini juga didukung tingkat inflasi rendah yakni 2,56% (yoy). Selain itu, dari sisi fundamental makroekonomi, Indonesia juga masih lebih baik di antara peers countries.

BACA JUGA:
Menko Airlangga Bertemu Dubes Baru Uni Eropa Bahas Penyelesaian IEU-CEPA hingga Situasi Politik

&amp;ldquo;Solidnya perekonomian nasional didukung dari sisi demand dan supply. Sisi demand dikontribusikan oleh konsumsi rumah tangga sebesar 52,62% dan investasi PMTB sebesar 29,68%. Sementara dari sisi supply, ditopang oleh industri pengolahan dengan kontribusi 18,75% terhadap total PDB,&amp;rdquo; kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara CTBC Economic Outlook 2024 bertema &amp;lsquo;Optimism in the Midst of Uncertainty&amp;rsquo; di Jakarta, Selasa (28/11/2023).
Tumbuhnya industri pengolahan juga terlihat dari indikator indeks PMI Manufaktur Indonesia, yang di Oktober 2023 berada pada angka 51,5 dan ini tumbuh ekspansif selama 25 bulan berturut-turut. Hal tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang masih berada pada level ekspansif di Asia Tenggara.

BACA JUGA:
Didukung Pemimpin G20, Menko Airlangga Serukan Solusi Two-State Selesaikan Konflik Palestina-Israel

Tidak hanya sektor riil, Indonesia juga mampu menjaga stabilitas di sektor eksternal. Pada triwulan III-2023, defisit Neraca Pembayaran Indonesia turun signifikan dibandingkan periode sebelumnya, sementara Neraca Perdagangan surplus selama 42 bulan berturut-turut, yang pada Oktober 2023 surplus senilai USD3,48 miliar.
&amp;ldquo;Pertumbuhan kredit perbankan dengan tingkat risiko terjaga juga turut mendukung pertumbuhan ekonomi. Hal ini tercermin dari positifnya penyaluran kredit yaitu sebesar 8,99% dengan loan at risk dan non performing loan yang terus menurun. Pemerintah akan terus bersinergi untuk mendorong ketahanan dan kebangkitan ekonomi, baik melalui pendekatan kebijakan sektor riil, moneter, maupun fiskal,&amp;rdquo; tutur Airlangga.Keinginan Indonesia untuk segera lepas dari middle income trap  country menuju high income country di mana pertumbuhan ekonomi harus  rata-rata minimal 5% per tahun, dengan investasi tumbuh rata-rata  sebesar 6,8% per tahun dalam beberapa tahun ke depan.
Adapun strategi kebijakan yang dibuat Pemerintah Indonesia antara  lain yaitu perbaikan regulasi dan prosedur kemudahan melalui UU Cipta  Kerja yang memudahkan perizinan berusaha, lalu berbagai bentuk insentif  pajak seperti tax allowance, tax holiday, investment allowance untuk  insentif tenaga kerja, dan super deduction untuk program vokasi dan  riset.
Indonesia juga sudah membangun ekosistem industri strategis melalui  kebijakan hilirisasi komoditas seperti bauksit, timah, nikel dan  komoditas lainnya agar bernilai tambah tinggi dan berdaya tahan lama.  Hal itu berkaitan dengan target Indonesia menjadi salah satu negara  produsen kendaraan listrik terbesar di dunia dengan membangun  ekosistemnya yang kuat juga.
&amp;ldquo;Ke depan, memang perlu ada peningkatan investasi untuk industri  strategis, seperti industri semi-konduktor, karena Indonesia punya bahan  mentah yang banyak untuk memproduksi silica atau photovoltage. Kami  ingin dari CTBC bisa memfasilitasi para investor Taiwan supaya bisa  berinvestasi di sana,&amp;rdquo; ujar Airlangga.
Airlangga pun menjelaskan tentang pengembangan 20 Kawasan Ekonomi  Khusus (KEK) yang tersebar di seluruh Indonesia. Saat ini, KEK yang  telah menunjukkan pertumbuhan investasi cukup pesat adalah KEK Kendal  dan Gresik, dan Menko Airlangga juga mengajak investor dari Taiwan untuk  masuk berinvestasi di kedua KEK tersebut.
&amp;ldquo;Saya mengapresiasi kegiatan economic outlook hari ini. Selain  bermanfaat memberikan wawasan, semoga juga dapat membuka peluang  perdagangan dan investasi yang lebih luas antara Indonesia dan Taiwan,&amp;rdquo;  pungkas Airlangga.</content:encoded></item></channel></rss>
